Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hisab

Idul Adha Ada Potensi Berbeda

Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji 1435 H atau tahun 2014 akan ada kemungkinan berbeda antara ormas Islam Muhammadiyah dan ketetapan Pemerintah. Hal ini mengacu pada hasil Hisab Haqiqi Wujudul Hilal Muhammadiyah yang dipusatkan di Yogyakarta. Menurut Hsail Hisab Haqiqi WH ketinggian hilal saat matahari terbenam hanya sekitar 0 derajat 30 menit 17 detik pada tanggal 27 September 2014. Menurut WH dengan ketinggian sekian itu besoknya sudah dihitung bulan baru bulan Qomariyah.  Berbeda dengan Imkan Rukyat. Dengan ketinggian kurang dari dua derajat maka mustahil hilal dapat diindera. Karenanya pada tanggal 27 September 2014, meskipun sudah dilakukan rukyat citra hilal tidak akan dapat diperoleh. Sehingga, besoknya tanggal 28 September 2014 akan dibulatkan sebagai bagian dari bulan Dzulqa'dah yakni tanggal 30. Sedangkan tanggal 1 Dzulhijjah 1435 H baru lusanya, 29 September 2014. Sehingga jika dihitung maju, Muhammadiyah akan puasa Arafah tanggal 3 Oktober 2014 dan Berhari Ray...

Inilah Hari Libur Tahun Pelajaran 2014/2015 Semester Ganjil

Tahun Pelajarn 2014/2015 telah dimulai. Kurikulum baru telah dilaksanakan untuk kelas 1,2,4, dan 5. Menunjukkan amburadul dan terkesan dipaksakan. Pelaksanaan di lapangan penuh dengan ketidaksiapan. Ketidaksiapan buku dan segala penunjangnya. Termasuk ketidaksiapan guru dalam melaksanakan kurikulum ini. Mudah-mudahan saja hal tersebut segera diatasi. Berbicara masalah Tahun Pelajaran dan Hari Masuk Sekolah untuk pembelajaran memang sangat tidak menyenangkan. Yang paling menyenangkan justeru membahas masalah hari liburnya. Karenanya mari sekarang kita bahas saja masalah hari libur sepanjang semester 1 tahun pelajaran 2014/2015. Beberapa hari libur semester ini berada dalam hari Minggu. Tidak rejeki kita memang. hehehe,,,,Berikut hari libur yang dimaksud. 17 Agustus 2014 adalah HUT RI yang ke-69. Sayangnya Hari Libur Nasional ini berbarengan dengan hari Minggu. Tetap Upacara deh 5 Oktober 2014 adalah hari Raya Idul Adha, Sayang juga bertepatan dengan Hari Ahad. Tetapi bagi sekolah ...

Akhirnya Idul Fitri Bersama. Tapi Mana Foto Hilalnya ?

Idul Fitri 1435 H akhirnya jatuh pada hari yang sama, yaitu Senin 28 Juli 2014. Banyak yang bergembira dan menyambutnya dengan suka cita. Meski pada awal Ramadhan kita berbeda namun pada akhirnya pada Idul Fitri kita dapat melaksanakannya dengan bersama-sama. Sidang isbat yang digelar tadi sore mendengarkan paparan hasil rukyatul hilal di berbagai pelosok negeri. Dari lebih dari seratus tempat yang dijadikan lokasi rukyatul hilal, beberpaa tempat berhasil menangkap citra hilal ba'da ghurup. Dengan demikian, ditarik kesimpulan bahwa versi pemerintah bilangan Bulan Ramadhan hanya samapai pada 29 hari saja. Tidak ada istikmal atau penggenapan menjadi 30 hari. Namun, sebelum itu Muhammadiyah sendiri telah menetapkan jauh-jauh hari. Yakni 28 Juli 2014. Citra Hilalnya Mana ? Ada sebuah status dari kawan di Facebook. Status ini mempertanyakan dan sekaligus menantang para perukyat hilal Indonesia untuk berani buka kartu tentang penangkapan citra hilal ba'da ghurup. Hal ini say...

Mudahnya Berhari Raya dengan Hisab Wujudul Hilal Versi Muhammadiyah

Kalau membaca buku Nalar Ayat-Ayat Semesta Karya @Agus Purwanto Dosen ITS, disana kita temukan bahwa persoalan sains sesungguhnya berjalan beriringan dengan Al Quran. Hampir 80 persen ayat-ayat di dalam Al Quran berisi informasi mengenai Alam Semesta. Mulai dari penciptaan langit dan bumi serta segala isinya. Matahari dan bulan yang selalu beriringan dan dapat menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah berupa perhitungan ( Hisab ) waktu mulai dari hari, bulan dan tahun. Tentunya kesemuanya adalah sebagai tanda bagi manusia yang mampu dan mau mempergunakan nalarnya. Masalah kehidupan hewan dan tumbuhan juga kita dapatkan informasi di dalamnya. Menariknya, Bahasan ayat-ayat semesta yang ditulis oleh Gus Pur ini sangat jarang dibahas oleh ulama-ulama serta cendekiawan muslim kita. Kebanyakan, merka hanya berkutat pada permasalah hukum fiqih saja. Hukum ini, hukum itu. Boleh begini boleh begitu. Seolah Islam hanya mengatur itu saja. Lainnya tidak. Kembali kepada pembahasan masalah hisab. His...

Ramadhan yang Aneh, Ramadhan yang Penuh Rahmat

Ramadhan tahun 1433 H ini sedikit aneh bagi saya pribadi. Bukan lantaran saya tidak menjalankan ibadah puasa tau menjalankannya di negeri lain seperti yang dilaksanakan bayak sobat yang aktif menulis di blog atau di forum-forum online. Tiadk juga karena suheu yang ekstrim yang saya dan mungkin sobat rasakan belakangan ini sepanjang Ramadhan. Siang panas, malem dingin. Tetapi lebih dari itu adalah start yang berbeda dalam kita mengawali puasa. Saya masih ingat drama sidang isbat yang dipimpin Bapak SDA di  gedung Kemenag pusat yang akhirnya dimenangkan oleh kubu pro rukyat. Saya juga masih ingat bahwa kesaksian dari para perukyat ditolak mentah-mentah sama para alim dan para ulama dengan mengatakan bahwa keilmuan perukyat tersebut perlu dipertanyakan seraya menghujat pula pada hakim yang mengambil sumpah keduanya. Saya masih ingat pula ada profesor yang mengail di air keruh dengan membid'ah-bid'ahkan kelmpok tertentu karena tidak memakai rukyat sebagai penetapan awal Ramadhan...

Peradaban Tanpa Kalender Unifikatif: Inikah Pilihan Kita?

Yogyakarta- Selama hampir 1500 tahun peradaban umat Islam belum memiliki kalender pemersatu yang akurat dan digunakan oleh seluruh umat Islam di dunia, hal ini sangat ironis ketika banyak peradaban yang telah menetapkan system kalender terpadu, termasuk bangsa Sumeria selama hampir 6000 tahun lalu. Untuk itu mutlak dibutuhkan sebuah kalender yang dapat menjadi pemecah masalah umat islam di dunia saat ini. Hal tersebut dungkapkan ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar, pada Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Sabtu, (28/07/2012) di UMY, Jogja. Apa yang menjadi masalah dan tantangan pembuatan Kalender Islam Internasional ? berikut materi tulisan Prof. Dr. Syamsul Anwar yang diberikan kepada redaksi website Muhammadiyah. Bisa didapat dlm bentuk pdf. dengan mendownload melalui link ini : materi atau dapat langsung dibaca pada halaman ini. Peradaban Tanpa Kalender Unifikatif: Inikah Pilihan Kita? Sy...

Ramai Hisab Vs Rukyat, Mengapa ?

Permasalahan penentuan 1 Ramadhan 1433 H masih saja terasa hingga sekarang. Di dunia maya setiap pemberitaan tentang Hisab dan rukyat akan senantiasa menampilkan bahasan dan komentar yang prokontra. Yang pro rukyat akan mati-matian mempertahankan sunnah Nabi. Yang prohisab pun demikian. Terlepas dari itu semua adakalanya komentar yang diterbitkan tidak berdasar pada keilmuan yang dimiliki. Asbun, Asal Bunyi yang penting menulis komentar sepedas mungkin. Tak ayal hal ini menimbulkan perdebatan panjang yang tiada ujung. Ini bagi yang kurang berilmu Lebih parah lagi ada yang merasa berilmu memberikan stetemen negatif dengan mengumbar opini seolah-olah yang tidak sepaham dengannya dikatakan sebagai kelompok yang menerapkan perkara bathil dalam beragama, Membuat bid'ah baru dan memecah bela umat karena tidak turut serta dalam pendapat sang ahli. Karena aperkara bathil, bid'ah dan tafarruq maka perlu diluruskan agar kembali ke jalan yang benar.  lengkapnya bisa dibaca  disini S...

Hanya karena Membela Bid’ah Wujudul Hilal yang Usang, Muhammadiyah Memilih Tafarruq

T. Djamaluddin Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementerian Agama RI Anggota Tim Tafsir Ilmi, Kementerian Agama RI Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai ( tafarruq ) . Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara. Dan (ingatlah) kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntu...

Syamsul Anwar: Peradaban Islam Perlu Kalender Yang Terpadu

Yogyakarta – Melalui Maklumat-nya, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan jatuh pada 20 Juli 2012 dan salat tarawih dimulai pada 19 Juli 2012 malam. Terkait dengan hal itu Ketua Majelis Tarjih dan Tadjid PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar menyampaikan, pada suatu sistem kalender dalam penetuan waktu-waktu ibadah ditetapkan oleh kaidah matematis dari kalender itu sendiri, bukan dari sebuah kebijakan otoritas penguasa, sehingga masyarakat bisa sudah lebih tahu jauh-jauh dari hari pelakasanaan.