Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Turangga Seta

Mengkritisi Greget Nuswantara & Ajarannya (Bagian 5)

Malam sobat blogger. Malam ini cukup ramai. Hawanya juga tidak panas-panas amat dan juga tidak dingin. Biasa saja. Maklum, mungkin karena daerah tempat tinggal saja yang tidak masuk wilayah pesisir tetapi juga bukan daerah pegunungan. Daerah saya memang dekat dengan gunung namun gunung tersebut tidak tinggi-tinggi amat. Kisaran 1600mdpl. Untuk ukuran gunung, ketinggian sekian terbilang rendah. Sehingga adakalanya saya kesulitan waktu sekolah untuk menemukannya dalam peta negara.

Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 4)

Sebelum kita melanjutkan bahasan santai kita, ada baiknya kawan-kawan yang belum membaca pada paparan sebelumnya untuk membacanya di link bawah ini : 1. Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 3) 2. Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 2) 3. Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 1) 4. Surat Terbuka dari Seorang Sahabat Di sana akan diuraikan pandangan saya pribadi mengapa harus menuliskan pandangan saya akan GregetNuswantara yang merupakan kepanjangan pemikiran Turangga Seta sebuah Yayasan yang berjuang di pelestarian budaya. Di tulisan sebelumnya saya juga memberikan pandangan pribadi saya selaku muslim akan ajaran tersebut. Saya punya harapan, bagi teman-teman dan saudara saya yang muslim, agar tidak terjebak dalam ajaran tersebut karena mengarah kepada kesyirikan.

Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 3)

Tulisan saya sebelumnya Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 2) d ikatakan bahwa kita adalah keturunan Dewa yang turun dari kahyangan kemudian berwujud manusia. Yang dalam pandangan saya sebagai muslim sungguh jauh dengan pemahaman Islam. Ketika saya buru pertanyaan sesungguhnya siapa dewa sesungguhnya. Mereka menjawab, hampir sama lah dengan Malaikat kalau di Islam. Haaa.....? Surga dan Neraka "Jangan mendoakan leluhur

Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 2)

Khusus masalah penciptaan, referensi saya dalam mengkritisi keyakinan GN adalah dengan mengguakan keyakinan saya sendiri yaitu Islam. dan adapun sumber yang digunakan dalam Islam sebagai rujuan tidak lain adalah kitab sucinya, Al Quran. Mengimani Al Quran berarti mengimani apa yang ada di dalamnya juga tanpa terkecuali sebagai kabar haq yang datangnya dari Allah SWT. Menafikkan satu ayat saja dalam Al quran berarti juga menafikkan keseluruhan kandungan Al Quran bahkan menafikkan Allah. Memang GN beranggapan bahwa mereka adalah grup yang tidak membahas SARA. Tetapi ketika mereka mempunyai pandangan dan pandangan itu jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan saya, saya tidak boleh membahasnya. kalau kita cermati dengan seksama keyakinan GN, kita juga dapatkan bahwa mereka sejatinya juga mengusung paham keneragamaan tertentu yang sudah ada di Indonesia. Saya tidak usah menyebutkan agama tersebut, tetapi kalau kawan pernah membaca di GN maka kawan akan temukan istilah-istilah yang ident...

Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 1)

Pada postingan saya sebelumnya yang berjudul Surat Terbuka dari Seorang Sahabat saya memposting tulisan sahabat Anthonio LanglangBuana di GregetNuswantara, sebuah laman Facebook yang dimiliki Turangga Seta. Sebuah yayasan yang katanya bergerak dalam bidang pelestarian budaya Nusantara dan berupaya mengembalikan kejayaan Nusantara. Menjadikan bangsa yang bangga dengan kebesaran leluhurnya. Mencoba untuk merekontruksi sejarah yang selema ini cenderung diwarnai kepentingan kolonial dalam rangka mengkerdilkan pribumi. Dalam tulisan ini saya mencoba mengurai tentang Paham yang dianut oleh komunitas GregetNuswantara dan mencoba melakukan counter secukupnya saja. dalam penguraian pandangan itu tentu saya akan memakai logika dan abhasa sesederhana mungkin. Dan yang terpenting saya akan menggunakan nurani serta keyakinan pribadi saya yaitu, Islam. Tulisan ini mungkin akan bersambung dalam beberapa tulisan di belakangnya. Harapan saya mungkin akan memuaskan anda dan memberikan sedikit penc...

Surat Terbuka dari Seorang Sahabat

SURAT TERBUKA   Berikut ini adalah sebuah surat terbuka dari seorang sahabat yang mengundurkan diri dari Greget Nuswantara sebuah akun yayasan Turangga Seta yang ada di Facebook. Teman-teman Turangga Seta dan Greget Nuswantara yang saya hormati, akhirnya tiba saatnya saya memposting surat ini untuk mengundurkan diri sebagai anggota Turangga Seta, kesibukan kerja dan rutinitas petualangan mempelajari Budaya dan Sejarah daerah yang saya kunjungi berdampak pada tidak maksimal dan konsisten membagi ruang pada visi Turangga Seta, walau telah berupaya bersikap tetap netral dalam peran yang saya ambil dalam menyikapi visi dan sejarah versi Turangga Seta akan membuat saya sendiri tidak merasa nyaman dengan kenyataan temuan lapangan yang saya peroleh. satu hal yang pasti adalah kurangnya literatur Sejarah yang di miliki Turangga Seta sebagai bahan kajian ataupun pembanding dalam mencoba mengurai Sejarah panjang Nusantara menyebabkan kesan kemegahan budaya dan pe...