Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Foto

Senyummu Nggilani : (Pasang Banner di Lereng Gunung)

Selasa kemarin saya berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke Blitar. Bukan untuk refresing atau tamasya, namun dalam rangka mengantar keponakan yang telah menikah dengan lelaki dari Blitar. Perjalanan yang diagendakan pukul enam pagi harus molor sampai dengan pukul tujuh. Biasa, kaum hawa masih sibuk dengan dirinya sendiri. Urusan make up dan dandan belum selesai. Setelah sejam menunggu baru rombongan terkumpul. Perjalanan pun dimulai. Ada yang menarik memang dengan tradisi Jawa. Pemberangkatan rombongan dilakukan lewat jalur timur. Berarti kami harus melalui rute Pasuruan-Malang baru sampai Blitar. Tetapi ketika pulang diharuskan lewat Jalur Barat, Blitar-Kediri-Jombang baru sampai Mojokerto. Saya tidak hendak membahas tentang masalah pengantin baru, cukuplah bahasan itu menjadi ladang para Kyainya yang mengisi walimah selamah sejam penuh di siang bolong. Sementara Jamaah enak terkantuk-kantuk. Ada yang menarik sepanjang perjalanan. Foto-foto Muda mudi, Tua - Tuwir bertebara...

Foto-foto Kelauarga

Ekspresi Keluargaku di WBL

Foto-foto Lumpur Panas Lapindo

Usia Tahun ke-enam bencana Lumpur Panas Lapindo tahun ke enam telah terjadi tanpa kepastian. Kepastian kapan berakhir dan kepastian nasib yang menjadi korban. Setelah enam tahun berupa pula peta penampakan wilayah Kecamatan Porong, Tanggulangin dan Jabon. Berikut ini hasil jepretan kala senja 29 Mei 2006 lalu, semburan lumpur panas muncul dari blok Brantas milik Lapindo Brantas. Pusat semburan tersebut  hanya berjarak kurang lebih 150 meter dari Sumur Banjar Panji 1. Hingga kini semburan lumpur panas tersebut tak juga kunjung berhenti. Menenggelamkan hingga kurang lebih 16 desa di kecamatan Porong. Senja kemarin saya berdiri di sekitar tanggul Lumpur, memandang hamparan lumpur yang menenggelamkan sebuah peradaban di Dusun Balongnongo, desa Renokenongo, kecamatan Porong, Sidoarjo. Mendengar kisah kisah dari para korban Lapindo seperti mendengar cerita bersambung yang tiada habisnya. Selama semburan masih terus berlangsung seolah mimpi buruk tenggelamn...