Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Habiburrahman El Shirazy : Pudarnya Pesona Cleopatra...

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah ukenal."Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu" kata ibu. "Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk   memperteguh   tali   persaudaraan.   Karena   itu   ibu   mohon keikhlasanmu", ucap beliau dengan nada mengiba. Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari  pagi  dihatinya,  meskipun  untuk  itu  aku  harus  mengorbankan diriku. Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya  dalam  hatiku  timbul  kecemasan-kecemasan  yang  datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas ak...

Jadi Kepingin Nulis Novel

Emmmm...hemmmm....emmemme. Pertama-tama....bla...blaa....blaa. Hehehe...Peace bro sabar dulu. Sebenarnya dalam kepala ini banyak ide yang ingin saya munculkan sebagai tulisan. Khususnya nulis cerpen atau novel. Tetapi, sekali lagi tetapi.....saya ini belum memiliki keberanian ekstra kuat untuk menuangkannya dalam sebuah karya. Saya masih minder, kurang PD. Jangan-jangan tulisan itu akan jelek hasilnya. Pembaca pada kabur. Dikritik ekstra pedas sana sini. Dicaci maki sebagi tulisan sampah dan lain sebagainya. Hal ini memang saya sadari betul, mengingat saya belum memiliki kapasitas ebagai seorang penulis. Kapasitas saya masih sebagi penikmat saja. Membaca dan membaca. Saya belum sampai pada maqam penulis apalagi penulis itu tergolong penulis hebat macam Kang Abik, Mbak Helvi atau Andrea Hirata. Sehingga tau dirilah.....saya belum maju ke medan tempur sudah mati tersungkur. Angan-angan di atas memang menjadi momok bagi saya yang akan memulai. Memulai sebuah karya untuk dikonsumsi or...

Ketika Mas Gagah Pergi

Oleh : Helvi Tyana Rosa Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah! Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA . Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku. Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat.Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas G...