Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Guru

Cerpen : Bapakku (Tetap) Guru

  Oleh : Abee A. Lazz   Seperti biasa, setiap kali akan ujian sekolah pembagian nomor ujianku diberikan terakhir. Walas memanggilku. Mengingatkan tagihan yang harus dibayar. Lumayan, kepala tiga. Dan tak tahu, sampai kapan dapat dibayar. Dan seperti biasa, kusampaikan pada walasku, “ nanti akan saya sampaikan bapak, bu” Bu Guru walasku hanya mengatakan iya. Aku tahu, Walasku bosan mengingatkanku akan hal ini. Tapi sedikitpun belum ada cicilan, apalagi pelunasan. Hingga di penghujung semester pertama kelas sembilan. Tagihan itu pun belum terbayar. Pembagian rapor dipenuhi drama. Sejatinya aku malu sama teman-temanku. Tapi mau bagaimana lagi, orang tua belum ada duit untuk melunasi biaya itu. Mereka sudah cari kerja tambahan sebagai ojek, tetapi juga gak cukup. Sepi kata bapak. Cari hutangan pun sudah dilakukan. Tapi semua tetangga dan kerabat sudah tahu bapakku. Percuma memberikan bantuan, mustahil dapat dilunasi. *** Bapakku guru. Lahir dari keluarga tak mamp...

Membandingkan Guru dan Buruh (jilid 2)

Ada guru yang berkomentar sinis dengan tulisan saya sebelumnya, Membandingkan Guru vs Buruh : Serupa Tapi Tak Sama . Saya sih, terserah apa komentarnya, gak papa. Saya sangat hargai itu. Namun, ada nada yang tidak mengenakkan ketika komentar itu mulai menjustifikasi bahwa pekerjaan mulia hanya guru dan kemudian mencoba menempatkan posisi buruh bukanlah profesi yang diharapkan, saya sedikit tersinggung. Tersinggung, karena saya juga pernah menjadi buruh. Tersinggung karena buruh dianggap bukanlah sebuah pekerjaan yang mulia. Tersinggung, seolah-olah hanya guru yang "seakan-akan" banyak pahala dan berhak masuk surga. Hehehe... Saya sangat salut sama buruh. Mereka makhluk yang gigih dan tahan banting. Solidaritasnya sangat tinggi. Persatuannya apa lagi. Coba bandingkan dengan guru ? bagus mana ? Yang jadi guru jangan tersinggung dengan tulisan saya. Silakan introspeksi diri saja. Saya juga guru. Kadang kala ngiri ketika melihat guru demo selama berhari-hari. Memperjuangk...

Selamat Hari Guru : 3 Persoalan Serius Guru Era Modern

Selamat Hari Guru Nasional. Sebuah ungkapan kegembiraanbagi guru. Yang katanya dulu pahlawan tanpa tanda jasa. Yang katanya manusia penghuni surga dan anti neraka. Yang katanya Jasanya tiada tara. yang katanya anti unjuk rasa, meskipun hanya sekedar menuntut haknya. Yang katanya pantang untuk meminta kenaikan gaji, meski hanya dihonor ratusan ribu saja. Yang katanya pelita dalam kegelapan. Yang katanya masuia berbudi dan agen perubahan. Yang katanya motor moral. Yang katanya kata-katanya di guguh dan ditiru. Yang katanya.....bla...bla...bla...terlalu banyak sanjungan untuk disematkan. Terlepas dari segala bentuk sanjungan yang hampir menyentuh langit itu. Guru tetaplah manusia biasa, dia bukan Malaikat. Makhluk Tuhan yang tidak pernah maksiat kepadaNya.Tentu, ada kurang dan lebih dalam sosok guru. Tentu tidak adil apabila kemudian kita memukul rata guru bersalah, jika ada satu atau dua orang yang berbuat keliru, bahkan melanggar hukum sekalian. Saat ini, Guru menghadapi tantanga...

Khawatir Kurikulum 13 jadi produk gagal

Jujur, dua kali mengikuti workshop Kurikulum 13 bagi saya belum terasa efeknya. Gambaran saya tentang K-13 masih sangat kabur, membingungkan dan sedikit apatis untuk diterapkan di sekolah. Kurikulum 13 yang katanya enjoy dan meringankan beban kerja guru sepenuhnya tidak saya temui di sana. Jangankan hal itu gambaran kongkret saja belum saya dapatkan. Yang ada hanyalah kurikulum ini meninggalkan dan menanggalkan semua kebiasan lama dalam pembelajaran. Pembelajaran K-13 harus bersifat saintifik dan mempunyai penilaian autentik. Saintifik artinya berbasiskan pengetahuan atau sains. Autentik sendiri adalah penilaian sebenar-benarnya. Nyata. Nyata memang embuat kepala da tangan puyeng. Sebab, dalam penilaian ini akan disuguhkan berbagai macam rubrik penilaian. Tidak cukup satu, bahkan lebih dari itu. Miris Belum lagi KI dan KD yang njelimet. Njelimet karena kita harus memetakan sendiri. Seolah-olah kita diajak main puzzle dalam kurikulum ini. Menghubungkan antarbagian yang (sengaja) terp...

Ketika Ujian Nasional (UN) SD berubah Jadi Ujian Sekolah (US) SD

Ujian Sekolah Tahun ini, Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar (SD) resmi dihapus oleh Kemdikbud. Sebagai gantinya, hanya diadakan Ujian Sekolah Saja. Meskipun namanya Ujian Sekolah (US), jarang kita dapati Ujian tersebut soalnya dari sekolah yang bersangkutan. Khusus tiga Mapel yang diujikan pada UN sebelumnya yaitu : Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA soal dibuat oleh DInas Pendidikan Propinsi setempat. Sedangkan selain tiga mapel dimaksud, soal dibuat oleh Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota. Jadi dimana letak nama Ujian Sekolah ? Jika memang Demikian, saran saya, jangan dinamakan Ujian Sekolah (US) namakan saja Ujian Dinas Pendidikan. Hehehe... Yang menarik pula dari POS yang dibuat oleh Kemdikbud, Ujian ini secara pengawasan ruang boleh diawasi oleh guru yang bersangkutan (guru internal). Tidak ada anjuran untuk diawasi oleh guru eksternal alias pengawas silang. Enak ya...... Karenanya ada beberapa kecamatan memberlakukan pengawasan ujian internal tidak silang. Dampaknya,...

Nasib Guru : Dinista Gara-Gara TPP

Saya awali tulisan ini dengan judul Nasib Guru. Ya, tidak ada yang salah dengan judul itu. Nasib Guru. Karena saya menggunakan judul Nasib, seolah-olah dikonotasikan pada suatu keadaan dimana subyek berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan, memprihatinkan dan kadang mendapat intimidasi dan perlakuan yang tidak pantas. Padahal kalau dilihat subyek yang dimaksud adalah guru. Padahal pada pandangan banyak orang guru saat ini diasosiasikan sebagai figur yang sudah mendapatkan kesejahteraan luar biasa. Gajinya dobel, namun banyak yang kinerjanya asal-asalan. Kerjanya cuma menunggu waktu pulang saja. Akhlaknya banyak yang bejat dan tidak bermoral. Pencabulan dan lain sebagainya. Padahal guru sudah digelontor dengan dana besar oleh pemerintah. Apa hasilnya ? Cuma dekadensi moral, seks bebas dan juga tawuran. "Inikah hasil kerjamu ?" Demikian ditulis oleh seorang aktivis LSM yang katanya antikorupsi dari Malang. Hehehe.....entah anti beneran atau anti kalau tidak dapat bagian.......

Membandingkan Guru vs Buruh : Serupa Tapi Tak Sama

Ada sebuah status teman yang berprofesi serupa dengan saya, "GURU" yang menggelitik pikiran saya. Menggelitik karena kalau dipikir logis ada benarnya. Namun, ketika dipikir lagi juga ada salahnya. Beliau membandingkan dua profesi yang nampak sama dan juga berbeda, guru dan buruh. Sama karena mereka sama-sama pekerja profesional yang membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup dia. Berbeda karena pendapatan yang mereka terima tidak sama (tentu guru yang dimaksud bukanlah seorang PNS melainkan guru honorer). Untuk buruh dengan status tetap, maka sebulan gaji yang didapat diperkirakan di atas 1,5 juta. Namun, bagi guru yang statusnya honorer maupun swasta maka pendapatan per bulannya adalah tidak sampai 500 rb rupiah. Dari sanalah beliau kemudian menuliskan status sebagai berikut : "Demo buruh dan mogok nasional menuntut gaji sesuai dgn kebutuhan hidup layak ??? Buruh harus belajar lagi ke Guru honorer, mereka tidak pernah menuntut gaji sesuai dengan kebutuha...

Guru Kaya di yang Muda yang Bercinta

Guru kaya ? Gak lah. Cukup untuk sebulan? KAdang-kadang sih. Bisa beli mobil mewah ? Gaji berapa dan ngajar dimana ? Baju necis ? Iya sih. Masak lungset. Pakai Jean ? Haaa....guru apaan ? Ini adalah potret guru Indonesia. Bajunya necis. Sepatu Hitam, kdang kalai berpeci atau bersongkok. Memakai kendaraan roda dua kayak umar bakri. Tidak ada kesan kantong tebal. gajinya hanya cukup untuk sebulan dengan sedikit nabung di bank. Atau mala tidak punya tabungan karena uang habis buat bayar cicilan. Namun pemandangan berbeda akan kita dapat dari Sinetron yang Muda yang Bercinta (YMYB) yang tayang di RCTI pukul 5 sore. Guru disana digambarkan sebagai cowok keren, single, baju necis, pakai jean plus kacamata. Mobilnya bro, mobil sport yang harganya ratusan juta rupiah. Kadnag kala juga pakai motor sport dan tidak pernah pakai helm.  Guru itu juga tidak pernah kedapatan masuk kelas. Ngajar nggak apalagi bikin RPP dan silabus. Mempersiapkan media dan alat peraga pendidikan. Jadi otomatis ...

Kurikulum 2013 vs Mutu Guru

Kurukulum boleh berubah dengan kurikulum baru sekalipun yaitu Kurikulum 2013 , ngajarnya tetap saja sama. Begitulah jargon yang banyak dipedomani guru-guru Indonesia. Sebuah jargon yang tidak jelas sumbernya. Jargon yang menunjukkan status qua serta antiperubahan. Jargon yang cenderung menikmati kemapanan. Meskipun jujur arti kemapanan itu sendiri belum dipahami. Jangan disalahkan jika banyak di antara guru yang menjadikan jargon ini sebagai pedomannya. kenapa demikian  ? Guru Indonesia telah lama dininabobokkan dengan berbagai macam kemudahan di masa lampau. Kurikulum yang cenderung top down menjadikan guru-guru mati daya kreativitasnya. Juklak dan Juknis menjadi kitab suci yang haram untuk dilanggarnya. Jika tidak ada keduanya otomatis mereka tidak akan bekerja. Sebaliknya dengan ada keduanya mereka akan cenderung untuk memenuhi standar minimal yang ada pada keduanya. Ironi.... Demikian pula dengan sertifikasi yang ada. harapan peningkatan kinerja dengan diberikan...

Guru PNS Boleh Mengajar di Sekolah Swasta

JAKARTA, KOMPAS.com - Guru-guru berstatus pegawai negeri sipil akhirnya dibolehkan mengajar di sekolah swasta. Pemerintah memberi payung hukum dalam rancangan perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. ”Ada harapan memperbaiki beberapa persoalan yang dihadapi guru dengan adanya rencana revisi PP No 74/2008. Kekhawatiran sekolah swasta tak lagi dapat bantuan tenaga pengajar dari pemerintah tak perlu terjadi lagi. Guru PNS tetap bisa diperbantukan di sekolah swasta,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI Sahiri Hermawan, di Jakarta, Rabu (16/1). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh membenarkan, pemerintah merestui guru PNS diperbantukan ke sekolah swasta. Sebab, sekolah swasta juga berperan membantu pendidikan anak-anak bangsa. Pada 2010, banyak dinas pendidikan di daerah menginstruksikan agar guru-guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta ditarik dan berdinas di sekolah negeri. Kebijakan itu meresahkan sekola...

Buruh Vs Guru : Status Sama Nasib Beda

Kemarin, hari Senin saya terpaksa meluncur ke Surabaya. Tepatnya ke Kantor PT DMU, Daya Matahari Utama. PT DMU jangan dibayangkan sebuah perusahaan besar dan memiliki sekian ribu karyawan. PT DMU adalah perusahaan pelat biru. Jika pelat merah jelas milik pemerintah. Pelat biru adalah perusahaan istilah untuk Amal Usaha yang dimikiki oleh Muhammadiyah. Jadi PT DMU sendiri adalah milik Muhammadiyah.  Tujuan utama saya pergi ke PT DMU adalah untuk mengambil pesanan kalender Muhammadiyah tahun 2013 milik PCA Gempol. Selain itu kebetulan saya hendak membayar tagihan SiPinter. SiPinter sendiri adalah aplikasi data sekolah online milik Muhammadiyah yang include dengan web sekolah. Tujuan lainnya adalah kepingin tahu saja ada tidaknya produk baru di PT DMU. Biasanya aksesoris Persyarikatan atau baju batik Muhammadiyah.