Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label kerja

Hari Pertama Kerja Pasca Idul Fitri

Hari ini, Senin tanggal 4 Agustus 2014 adalah hari pertama kerja setelah Idul Fitri 1435 H. Setelah menghabiskan libur panjang Puasa Ramadhan dan Juga Hari Raya. Sekarang juga hari pertama masuk sekolah. Bagi anak-anak saja dan tentunya semua siswa sekolah. Proses membangunkan mereka sedikit agak sulit. Mengingat sudah sebulan lebih kebiasaan molor sesudah sholat subuh terbentuk di saat libur puasa dan hari raya. Hasilnya, kami berdua, saya dan isteri harus bagi tugas pekerjaan rumah. Ketelatenan ekstra kami buthkan. Jangan sampai emosi tersulut kerena tingkah buah hati. Kami maklumi keadaan. Jangankan anak-anak, sih bapak saja juga males berangkat kerja. Pertama, saya antar yang nomer dua, Haekal Azhar Lazzuardy ke TK ABA 14 Watesnegoro. Anak saya kedua ini adalah anak paling manja di rumah. Kemauannya keras, modelnya banyak sekali. Jika tidak dituruti akan ngambek dan ngomel serta menangis. Menangani dia memang lebih sulit daripada dua saudaranya. Tetapi hari ini beda, di TK di...

Rutinitas Hidup, Mau Kemana Tujuan Kita ?

Hidup adalah sebbuah rutinitas. Terus berulang dari satu masa ke masa lainnya. Detik-demi detik. Menit, jam, hari bulan, bahkan sampai tahun. Perputaran masa itu menimbulkan rutinitas yang harus dijalani. Kadang ada rasa jenuh dalam diri. Kadang mulai bosan dengan keadaan. Karena semua berjalan teratur dengan ritme yang sama. Terus menerus tiada henti. Pagi -pagi buta kita bangun utuk tunaikan kewajiban kita sebagai hambah Allah. Sholat subuhlah kita semua. Jika tidak sedang malas maka ada tambahan ibadah bagi kita. Sholat fajar dilanjut dzikir usai subuh. Jika sedang kehilangan selera bisa jadi kita tidur lagi tanpa melaksanakan aktifitas lainnya. Seringnya pula kita lalai. Subuh menjadi bersamaan dengan dhuha. Jika sudah demikian tiba saatnya kita ingat kembali. raba kembali hati sanubari kita. Instrospeksi diri, apa sebenarnya tujuan kita. Sarapan pagi seusai mandi adalah kenikmatan. Ada energi yang sedang kita kumpulkan untuk memulai aktivitas kita. Kita tidak tahu sampai kapan ...

Semua Tergantung Maqamnya

Nabi Muhammad pernah bersabda tentang suatu perkara yang diserahkan kepada bukan pakrnya, maka tunggu saja saatnya (kehancuran). Hal ini berlaku General. Semua unsur profesi jika tidak diserahkan pada orang yang punya  Maqam atau profesionalitas atas suatu pekerjaan maka alamat kehancuran yang akan  didapat. Seorang kawan terjatuh. Kakinya terkilir. Pada saat itu posisinya sedang berada di Yogyakarta. Ketika balik ke Jatim rentang waktunya sudah dua hari. Kaki semakin bengkak dan sulit untuk dibuat jalan, Solusinya, kakinya dipijit atau diurut. Satu orang didatangi. Namun hasilnya belum maksimal. Kemudian dipijitkan lagi sampi kepada empat orang. Ketika sampai ke empat orang ini, dianya mala tidka dapat jalan. Akhirnya atas solusi seorang teman lainnya dibawah ke suatu daerah yang disana ada seorang yang mumpuni dalam urusan tulang belulang. Jadilah dipijit lagi. Menurut sang ahli, ada tiga bagian tulang yang mengalami dislokasi. Dengan cekatan tulang belulang engkel kaki...