Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kalender

Sidang Isbat Penentuan Tahun Baru Hijriyah 1435 H

Hari ini Ahad tanggal 3 Nopember 2013 digelar sidang isbat penentuan tahun baru Hijriyah 1435 H. Sidang itu cukup serius meskipun sesekali diselingi gelak tawa peserta sidang. Bergiliran ormas satu dengan ormas lain menyampaikan pandangannya. Acara yang digelar mulai pukul 17.00 WIB itu diawali dengan pembacaan surat Al Fatihah yang dipimpin sekjen Bimas Islam Kemenag RI. Dalam sambutannya dia meminta masyarakat terutama umat Islam agar tenang dan menunggu saja apa yang akan diputuskan Kemenag. Apakah akan tahun baruan besok atau lusa. Hal ini mengingat, pantauan hilal yang dilakukan oleh Badan Rukyat Hilal di beberapa titik di Tanah Air belum selesai. Beberapa wilayah barat Indonesia masih melakukan pantaun dengan harapan dapat menyaksikan hilal meskipun ketinggian hilal versi Imkan Rukyat berkisar minus dua derajat di bawah ufuk. Jadi dengan kata lain mustahil untuk dapat dirukyat. Hanya satu ormas yang tidak hadir dalam sidang itu dan menjadi gunjingan peserta. Selesai sudah semu...

Peradaban Tanpa Kalender Unifikatif: Inikah Pilihan Kita?

Yogyakarta- Selama hampir 1500 tahun peradaban umat Islam belum memiliki kalender pemersatu yang akurat dan digunakan oleh seluruh umat Islam di dunia, hal ini sangat ironis ketika banyak peradaban yang telah menetapkan system kalender terpadu, termasuk bangsa Sumeria selama hampir 6000 tahun lalu. Untuk itu mutlak dibutuhkan sebuah kalender yang dapat menjadi pemecah masalah umat islam di dunia saat ini. Hal tersebut dungkapkan ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar, pada Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Sabtu, (28/07/2012) di UMY, Jogja. Apa yang menjadi masalah dan tantangan pembuatan Kalender Islam Internasional ? berikut materi tulisan Prof. Dr. Syamsul Anwar yang diberikan kepada redaksi website Muhammadiyah. Bisa didapat dlm bentuk pdf. dengan mendownload melalui link ini : materi atau dapat langsung dibaca pada halaman ini. Peradaban Tanpa Kalender Unifikatif: Inikah Pilihan Kita? Sy...

Syamsul Anwar: Peradaban Islam Perlu Kalender Yang Terpadu

Yogyakarta – Melalui Maklumat-nya, Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan jatuh pada 20 Juli 2012 dan salat tarawih dimulai pada 19 Juli 2012 malam. Terkait dengan hal itu Ketua Majelis Tarjih dan Tadjid PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Syamsul Anwar menyampaikan, pada suatu sistem kalender dalam penetuan waktu-waktu ibadah ditetapkan oleh kaidah matematis dari kalender itu sendiri, bukan dari sebuah kebijakan otoritas penguasa, sehingga masyarakat bisa sudah lebih tahu jauh-jauh dari hari pelakasanaan.