Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

Candi Jawi ; Eksotis, Namun Sering DIlewatkan

Candi Jawi, hanya sedikit dari nama candi Indonesia yang namanya masih orisinil belum mengalami perubahan. Sebagian besar lainnya sudah berganti nama bahkan hilang. Candi Jawi sebenarnya peninggalan Kerajaan Singosari pada penghujung pemerintahan. Candi ini pernah hancur beberapa kali dan mengalami pemugaran. Salah satunya termuat dalam Kitab Negara Kertagama. Lewat Prabu Hayam Wuruk, Candi ini dipugar ulang. Sebagian batunya diambilkan dari pesisir utara Jawa dan Madura. Tak mengherankan, warnanya berbeda. Putih bukan hitam. Candi Jawi juga pernah dipugar dimasa pemerintahan Hindia Belanda. Perlu bertahun-tahun untuk menyusun kembali bangunan candi yang porakiporanda. Beberapa bagian candi hilang. Namun berhasil ditemukan dibeberapa rumah penduduk. Bentuknya ketika sudah berhasil dipugar sungguh eksotik. Namun sayang, keeksotisan Candi Jawi hanya dipandang sbelah mata. Banyak wisatawan yang berlibur ke Prigen (Tretes) atau Trawas hanya sekilas memandangnya. Bahkan tak jarang yang...

Candi Penataran Blitar

Tanggal 15 Maret 2014, adalah momen tarakhir keikutsertaan saya dalam kegiatan MKKS, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SD Negeri/Swasta di Kecamatan Gempol Pasuruan. Terakhir karena saya tidak (mau) menjabat lagi sebagai Kepala Sekolah. Selebihnya saya kembali menjadi guru biasa di SD yang sama, SD Muhammadiyah 1 Gempol dengan mengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Mapel PAI adalah mapel yang saya ampu sejak lama, sebelum kemudian menjadi Kepala Sekolah dan sesuai dengan Surat Tugas Saya dari Kementerian Agama Kabuapaten Pasuruan sebagai instansi Induk. Keikutsertaan kali ini bukanlah dalam forum resmi. Keikutsertaan ini hanyalah dalam kegiatan forum santai. Bentuk kegiatannya tak lain hanya untuk menghormati saya dan rekan sejawat saya Bapak H. Ilyas yang sudah habis masa jabatannya sebagai kepala sekolah. Sebagai tradisi biasanya dari MKKS jika ada pergantian kepala sekolah atau purna tugas, maka yang bersangkutan akan diajak refresing ke tempat tertentu. Kebetulan saat ini...

Foto-foto Candi Gununggangsir Pasca Rehabilitasi

PT Indofood Candi Gununggangsir terdapat di desa Kebon Candi, Kecamatan Beji  Pasuruan Jawa Timur. Terletak di sebuah desa yang sejatinya akses menujunya tidak terlanpau sullit. Dari Jalur pantura Surabaya-Pasuruan lewat gempol terus kita susur ke arah timur. Semampainya di PT Indofood perusahaan mie terkemuka di Indonesia kita menyeberang, masuk desa Cangkring Malang ke selatan. Jalanannya sudah bagus, berpaving dan tidka dilewati kendaraan besar sehingga paving tidak mengalami kerusakan yang berarti. Di samping itu kanan kiri jalan masih asri, meskipun di pintu kampung telah dibangun pabrik paralon yang sangat besar sesudahnya kita jumpai pemandangan yang masih ndeso. jalan masuk  Perjalanan ke area candi kisaran 1 km. Tidak jauh bukan. Setelah melewati jalanan yang penuh dengan sawah dan rawa kita akan segera berjumpa dengan candi Gununggangsir. Tapi sebelum itu, ini gambar sawah yang saya maksud : Para wanita desa yang lagi bercocok tanam Jalan pavi...

Candi Belahan atau Petirtaan Sumber Tetek

Candi Belahan atau Candi sumber Tetek terletak di wilayah Dusun Belahan, Desa Wonosonyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan, Jawa Timur, tepatnya sekitar 40 km dari kota Pasuruan. Candi ini sebenarnya kalau dilihat dari arsitektur bangunannya merupakan petirtaan yang sangat unik dan mempesona, karena terdapat dua patung wanita Dewi Sri serta Dewi Laksmi. Dari salah satu patung yang berdiri disitu, yaitu patung Dewi Laksmi mengalir air melalui tetek (kedua puting susu),  yang ditampung pada sebuah kolam berukuran kurang lebih 6 x 4 meter di depan/bawah patung tersebut. Maka dari itu masyarakat setempat menyebut, candi Belahan ini dengan sebutan candi Sumber Tetek. Kedua patung ini merupakan lambang kesuburan dan kemakmuran, posisi kedua patung tersebut berdiri berdampingan membelakangi dinding yang terbuat dari batu bata dihiasi dengan relief yang menggambarkan Wisnu menunggang Garuda setinggi sekitar tiga meter. Air yang keluar dari patung tersebut mengalir sepanjang tah...

Sejarah Kerajaan Kahuripan dan Raja Airlangga

Airlangga adalah pendiri Kerajaan Kahuripan, yang memerintah tahun 1009-1042 dengan gelar Abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa . Sebagai seorang raja, ia memerintahkan Mpu Kanwa untuk mengubah Kakawin Arjunawiwaha yang menggambarkan keberhasilannya dalam peperangan. Di akhir masa pemerintahannya, kerajaannya dibelah dua menjadi Kerajaan Kadiri dan Kerajaan Jenggala, bagi kedua putranya. Airlangga lahir tahun 990, Ayahnya bernama Udayana, raja Kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa, Ibunya bernama Mahendradatta dari Wangsa Isyana dari kerajaan Medang. Airlangga menikah dengan putri pamannya, yaitu Dharmawangsa Teguh di Watan, ibu kota Kerajaan Medang (Maospati,Magetan Jatim). Ketika pesta berlangsung, kota Watan diserbu Raja Wurawari yang menjadi sekutu Kerajaan Sriwijaya. Kejadian ini tercatat dalam prasasti Pucangan, penyerangan ini terjadi sekitar tahun 928 saka. Dalam serangan itu, Dharmawangsa Teguh tewas, sed...

Candi Jedong : Jejak Kejayaan Airlangga di Lereng Penanggungan

Gunung Penanggungan adalah gunung suci. Gunung Penanggungan adalah swargaloka yang ada di tanah Jawa . Keberadaannya ibarat Kahyangan  bagi Para Dewata yang ada di gunug tersebut. Gunung Penanggungan disamping eksotis juga memiliki sumber air yang menyehatkan yang ada di lerengnya. Selain itu Penanggungan juga memiliki banyak candi di lerengnya . Ada kisaran 83 yang ada baik terawat dan tidak terawat dengan baik. Menurut sejarahnya disana adalah pusat pemerintahan kerajaan Kahuripan masa lalu. Jedong Sendiri sudah ada sejak tahun 900 M. Jika dihitung sampai saat ini usia Desa Jedong sudah 1000 tahun. Berikut beberap jepretan saya yang saya ambil kemarin di lokasi :