Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label agama

Bola, Tontonan Segala Usia

Usai sudah kompetisi sepakbola antarkampung di desa Watesnegoro kec. Ngoro Mojokerto. Puncak final mempertemukan 2 kesebelsan yaitu Flaying Garuda berhadapan dengan Minyak Wangi. Dalam pertandingan yang digelar kemarin Playing Garuda Krikilan lebih unggul 3-2 dari Minyak Wangi. Sebelumnya perebutan posisi ketiga yang mempertemukan Perseda Dateng dengan Gala Raya dimenangkan oleh Perseda dateng dengan skor mencolok 7-0. Terlepas dari semua bentuk kecurangan dan permainan kotor dalam dan luar lapangan. Baik yang dilakukan oleh semua oknum, mulai pemain, pelatih official bahkan wasit sekalipun ada beberapa hal menarik dari sebuah sepak bola. Pertama, Sepak bola adalah agama baru yang muncul dan menguat di era abad 21. Yang mampu membangkitkan emosi manusia sampai taraf ketaatan yang melampaui ketidakwajaran sekalipun. Kedua, Sepak bola nyata-nyata mampu menyatukan setiap komponen bangsa. namun dalam satu sisi yang lain dapat membuat sket-sket  antaraanak bangsa. Dengan kata lai...

Agama Baru Itu Bernama Sepak Bola

Abad 21 telah kita masuki. Banyak orang berpendapat bahwa abad ini banyak orang berbondong-bondong mencari ketenangan spiritual. Setelah pada abad sebelumnya orang telah terlena dengan falsafah komunis dan juga kapitalis. Mengganggap Tuhan telah mati dan kebahagiaan hanya diukur dengan pencapaian materi, maka pada abad ini akan terjadi sebaliknya. Kegersangan spiritual akan menuntun manusia kembali kepada fitrahnya. Kemana lagi jika tidak kembali kepada agama dan mencari kebenaran Tuhan. Pendapat ini bisa dianggap benar. Namun juka bisa dianggap salah. Dianggap benar karena pada saat ini tren keagamaan manusisa meningkat. Rumah ibadah terutama masjid ramai didirikan. Seminar-seminar serta kegiatan tabligh masalah agama kerap kali dilakukan. Pakaian pun demikian, banyak orang kemudian menggunakan simbol-simbol agama dalam kehidupan. Semua jika dibuat generalisasi akan mengindikasikan bahwa pola keberagamaan manusia pada abad ini meningkat tajam. Jika semula orang acuh terhadap agama,...

Muludan : Sebuah Tradisi

Saat saya SD, setipa kali momentum 12 Rabiul awal sekolah selalu menyelenggarakan kegiatan. Paling sering adalah kegiatan pengajian yang diisi oleh guru agama di sekolah itu. Kegiatan lain hampir tidak ada kecuali kegiatan makan buah yang dibawa dari rumah masing-masing. Buah-buah tersebut sebelumnya dikumpulkan dulu di kantor kemudian dibagi kembali ke siswa supaya merata. Dalam benak kami siswa SD saat itu, ini hanyalah akal licik guru-guru saja agar dapat dipilih dan disisihkan buah yang bagus untuk dibawa pulang. Su'udhon sih, dan memang itu kenyataannya. Walapun murid-murid telah membawah buah yang bagus-bagus dan jumlahnya tidak sedikit. Ketika dibagi kembali biasanya buah-buah kelas menengah ke bawah. Kemana buah kelas atasnya ? Mana anggur merahnya ? Mana apel fujinya ? kok kita hanya dapat bagian pisang meluluh....hehehe Hal inilah yang kemudian membuat sebagian dari kita galau. Kayak pak pres kita ya ? pakai kata Galau segala. Sehingga ada niat tak baik timbul dalam sa...

Usia Bertambah, Entah Sampai Kapan ?

Sahabat, dua hari lagi usia saya akan bertambah. Genap sudah menjadi 34 tahun. Tidak ada yang istimewa memang. Tidak ada persiapan khusus apalagi perayaan. Maaf juga jika saya tidak undang-undang. Bukannya saya mau mengadakan perayaan tetapi tidak ada dana. Bukan pula saya penganut madzhab anti ulang tahun yang ekstrim. Tidak. Tetapi bagi saya memang sekali lagi tidak ada yang istimewa dalam hal ini. Usia bertambah bukankah setiap tarikan nafas kita usia kita memang bertambah. Tidak usah menunggu diperingati setiap tahun untuk menandai bertambahnya usia kita. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, bulan dan seterusnya adalah pertandah bertambahnya usia. jadi mengapa harus diperingati setiap tahun ? Menggelitik memang, bagi saya yang tidak pernah diperingati hari ulang tahunnya mulai lahir samapai dewasa. Hanya dibanca'i saja sama bapak dan emak waktu selapan dulu. hehehe Alhamdulillah juga saya masih hidup sampai sekarang. Walaupun sejujurny...