Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

Semua Tergantung Maqamnya

Nabi Muhammad pernah bersabda tentang suatu perkara yang diserahkan kepada bukan pakrnya, maka tunggu saja saatnya (kehancuran). Hal ini berlaku General. Semua unsur profesi jika tidak diserahkan pada orang yang punya  Maqam atau profesionalitas atas suatu pekerjaan maka alamat kehancuran yang akan  didapat. Seorang kawan terjatuh. Kakinya terkilir. Pada saat itu posisinya sedang berada di Yogyakarta. Ketika balik ke Jatim rentang waktunya sudah dua hari. Kaki semakin bengkak dan sulit untuk dibuat jalan, Solusinya, kakinya dipijit atau diurut. Satu orang didatangi. Namun hasilnya belum maksimal. Kemudian dipijitkan lagi sampi kepada empat orang. Ketika sampai ke empat orang ini, dianya mala tidka dapat jalan. Akhirnya atas solusi seorang teman lainnya dibawah ke suatu daerah yang disana ada seorang yang mumpuni dalam urusan tulang belulang. Jadilah dipijit lagi. Menurut sang ahli, ada tiga bagian tulang yang mengalami dislokasi. Dengan cekatan tulang belulang engkel kaki...

Bingung Arah Mata Angin

pernakah anda semua bingung akan arah....repotnya pas lagi mau sholat dan tidak tau arah kiblat. jadi bingung deh. seolah-olah mengahdap ke barat, eh...ternyata ke timur, utara atau selatan. akibatnya kita jadi guyonan orang yang paham arah. jika bingun pada saat siat hari kita masih terbantu sedikit dengan arah matahari. masalahnya kalau malam. sementara bintang dan bulan tidak ada. sampai saat ini fenomena bingung arah ini belum terpecahkan, sampe2 si mbha google yang katanya jenius pun tak dapat menjawabnya ? bagi mahasiswa yang gak lulus2 ini bisa jadi kajian skripsi

BLAI SLAMET

Mohon maaf bagi kawan-kawana yang kurang paham dengan bahasa Jawa. kata di atas memang kata-kata dalam bahasa jawa. orang jawa menyebutnya sebagai unen-unen . kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih menjadi "Celaka tetapi Selamat". kontradiktif sekali, tetapi demikianlah orang jawa. satu sisi orang terkena bencana atau kecelakaan. namun si satu sisi orang tersebut selamat. kalau kita renungkan lebih dalam lagi ternyata ada makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Bencana atau kecelakaan atau juga kesialan memang sudah menjadi takdir yang tidak dapat kita hindari. bencana adalah kehendak Ilahi. tak seorang pun dapat menolaknya, termasuk yang nulis catatatn ini ketika mendapatkan blai   "kesialan" beruntun beberapa waktu yang lalu. orang jawa menerimanya sebagai sebuah keputusan Pencipta bagaimanapun keadaannya. namun dalam kondisi bersamaan, orang jawa mengatakan blai itu sebagai blai slamet   selama kesialan yang di dapa...

Menghitung Hari di Penghujung 2012

Tahun ini akan berakhir. Tak lebih dari 3 pekan ke depan kita sudah masuk tahun baru 2013. Artinya kita akan meninggalkan tahun 2012. Umur akan bertambah tua dalam hitungan angka. Namun dalam hitungan Allah, jatah hidup kita semakin sedikit. Jika di awal kita ditakdir hidup sampai usia 60 tahun. Saat ini kita berusia 35 tahun, maka jatah hidup kita tinggal 25 tahun saja. Ini jika kita memang dijatah hidup sampai 60 tahun. Semua yang hidup tidak pernah mengetahui jatah hidup yang dimilikinya. Jika saja kita mengetahui maka kita sudah memepersiapkan diri jelang kematian kita.  Meski kita tidak mengetahui tentang jatah hidup kita, sebenarnya Allah sendiri telah banyak memberikan peringatan kepada kita agar jangan sekali-kali kita lengah dengan keberadaan kematian yang senantiasa ada di sekitar kita. Setiap saat dapat saja memanggil kita. Allah menyeruh kita untuk mawasdiri. Menghitung persiapan kita. Mana yang sudah pantas diandalkan sebagai bekal hidup, mana yang tidak. Karenany...

(Andai) Aku Dimakamkan Hari Ini

Anonim (Sumber: sebuah mailing list) Perlahan, tubuhku ditutup tanah, perlahan, semua pergi meninggalkanku, masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang, sendiri, menunggu keputusan... Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi, Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal, Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat, rekan bisnis, atau orang-orang lain, aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka. Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian, Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga, Tangan kananku menghibur mereka, kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan, tetapi aku tetap sendiri, disini, menunggu perhitungan ... Menyesal sudah tak mungkin, Tobat tak lagi dianggap, dan ma'af pun tak bakal didengar, aku benar-benar harus sendiri... Tuhanku, (entah dari mana kekuatan itu datang, setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya), jika kau beri aku satu lagi kesempata...

Dengan Bersyukur Semua Jadi Indah

Waktu SD saya selalu dibilangi sama guru saya, bahwa musim hujan itu jatuh mulai bulan Oktober sampai dengan April. Sedangkan untuk musim kemarau, jatuh mulai buulan April sampai dengan bulan Oktober. Begitu terus-menerus berputar dalam setiap tahunnya. Saya juga dikasih tahu bahwa di Indonesia hanya mengenal dua musim saja. Pertama Musim kemarau. Musim kemaraui adalah musim kering. Musim yang panas dan tidak ada hujan. Pada musim ini tumbuhan-tumbuhan ada yang meranggas menggugurkan dedaunannya untuk mengurangi panas atau penguapan. Hewan pun demikian, Banyak yang gerah dengan panasnya musim ini. Si Kerbau bahkan sampai berkubang di lumpur untyuk mendinginkan panas tubuhnya. Tidak hanya hewan dan tumbuhan, manusia juga merasa gerah dengan panasnya musim ini. Tidur tidak nyaman meski kipas sudah berputar pada kecepatan maksimal. Kecuali yang tergolong keluarga mampu, pastinya mereka bisa membeli AC untuk dipasang di rumahnya sehingga suhu ruangan tetap dingin. JIka sudah...

Usia Bertambah, Entah Sampai Kapan ?

Sahabat, dua hari lagi usia saya akan bertambah. Genap sudah menjadi 34 tahun. Tidak ada yang istimewa memang. Tidak ada persiapan khusus apalagi perayaan. Maaf juga jika saya tidak undang-undang. Bukannya saya mau mengadakan perayaan tetapi tidak ada dana. Bukan pula saya penganut madzhab anti ulang tahun yang ekstrim. Tidak. Tetapi bagi saya memang sekali lagi tidak ada yang istimewa dalam hal ini. Usia bertambah bukankah setiap tarikan nafas kita usia kita memang bertambah. Tidak usah menunggu diperingati setiap tahun untuk menandai bertambahnya usia kita. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, bulan dan seterusnya adalah pertandah bertambahnya usia. jadi mengapa harus diperingati setiap tahun ? Menggelitik memang, bagi saya yang tidak pernah diperingati hari ulang tahunnya mulai lahir samapai dewasa. Hanya dibanca'i saja sama bapak dan emak waktu selapan dulu. hehehe Alhamdulillah juga saya masih hidup sampai sekarang. Walaupun sejujurny...