Langsung ke konten utama

Cara Membuat Media Pembelajaran (bagian 4) ; Flashcard (kartu pengingat)

Tulisan saya sebelumnya telah membahas 3 media pembelajaran yang dapat dilaksanakan di kelas. Sekarang saya akan berbagi satu diskripsi lagi. Semoga dapat bermanfaat bagi semua pengunjung, guru dan praktisi dunia pendidikan tanah air.



DISKRIPSI MEDIA PEMBELAJARAN

I . Identitas
      1.   Nama Media                           : Flashcard (kartu pengingat)
      2.   Mata Pelajaran                        : Al-Qur’an
      3.   Satuan Pendidikan                  : SD
  1. Kelas / Semester                      : II/ Ganjil
  2. Standar Kompetensi   : 8. Membiasakan Perilaku Terpuji.
  3. Kompetensi Dasar       : 8.1 Perilaku hormat dan santun terhadap guru.
  8.2 Perilaku sopan dan santun terhadap tetangga.
  1.  Tujuan Pembelajaran :
    1. Siswa mampu mencontohkan perilaku hormat dan santun terhadap guru.
    2. Siswa mampu menampilkan perilaku sopan dan santun terhadap tetangga.
 II.Teknik Pembuatan Media
  1. Menentukan jenis media yang akan dibuat, yaitu visual.
  2. Mencari bahan pembuatan media, antara lain kertas buffalow.
  3. Menyiapkan alat pembuatan media berupa penggaris, gunting, silet dan alat tulis.
  4. Menggunting Kertas Buffalow sebanyak 10 lembar.
  5. Menempelkan gambar pada kertas buffalo.
  6. Menentukan langkah-langkah penggunaan media jenis flashcard.
  7. Menentukan kriteria penilaian.

III. Langkah-langkah penggunaan

  1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok
  2. Kartu yang berisi gambar diacak.
  3. Anggota kelompok bersama-sama mencermati gambar dengan benar
  4. Setelah dicermati dengan benar siswa diharapkan dapat menceritakan gambar yang ada dan  membedakannya dengan melihat kartu sebagai media pengingat ( flashcard).
  5. Masing-masing kelompok berlomba menceritakan gambar .
  6. Mintalah salah satu penanggung jawab kelompok untuk menjelaskan hasil menyusunnya dan sekaligus membacanya.
  7. Kemudian mintalah komentar dari kelompok lainnya.
  8. Kelompok yang paling cepat dan benar akan mendapatkan point tertinggi.
  9. Berikan apresiasi setiap hasil kerja murid.
  10. Lakukan klarifikasi, penyimpulan dan tindak lanjut.

Keterangan : wujud media terlampir

                                                                                                            Gempol, 16 Juli 2010

            Mengetahui
            Kepala SD Muhammadiyah 1 Gempol                                   Pembuat Media




            RIYONO, S.PdI                                                                     RIYONO, S.PdI

Baca juga :



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLAI SLAMET

Mohon maaf bagi kawan-kawana yang kurang paham dengan bahasa Jawa. kata di atas memang kata-kata dalam bahasa jawa. orang jawa menyebutnya sebagai unen-unen . kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih menjadi "Celaka tetapi Selamat". kontradiktif sekali, tetapi demikianlah orang jawa. satu sisi orang terkena bencana atau kecelakaan. namun si satu sisi orang tersebut selamat. kalau kita renungkan lebih dalam lagi ternyata ada makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Bencana atau kecelakaan atau juga kesialan memang sudah menjadi takdir yang tidak dapat kita hindari. bencana adalah kehendak Ilahi. tak seorang pun dapat menolaknya, termasuk yang nulis catatatn ini ketika mendapatkan blai   "kesialan" beruntun beberapa waktu yang lalu. orang jawa menerimanya sebagai sebuah keputusan Pencipta bagaimanapun keadaannya. namun dalam kondisi bersamaan, orang jawa mengatakan blai itu sebagai blai slamet   selama kesialan yang di dapa...

PB 14 : NILAI-NILAI ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL DARI BERBAGAI SUKU DI INDONESIA (BAGIAN 1)

  Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang berisi aturan dan tata nilai untuk segala manusia yang masih hidup di alam dunia agar terhindar dari kesesatan. Dengan menerapkan ajaran Islam, manusia dapat mencapai kedamaian, kemuliaan, keselamatan, kesejahteraan, aman, sentosa, bahagia, serta meraih kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat kelak. Hal tersebut disebabkan manusia mengemban amanah dari Allah Swt. sebagai Abdillah, Imaratul fil ‘Ardhi, dan Khalifatullah. Manusia sebagai hamba Allah yang senantiasa harus patuh untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Manusia juga berperan sebagai pemimpin di dunia yang kelak ditanyakan tentang kepemimpinannya, baik untuk dirinya sendiri, keluarganya, ataupun sebagai pemimpin umat. Manusia di dunia ini berperan sebagai “pengganti Allah” dalam arti diberi otoritas atau kewenangan oleh Allah kemampuan untuk mengelola dan memakmurkan alam ini sesuai dengan ketentuan Allah dan untuk mencari ridha-Nya. Dari ketiga fun...

SKI kelas 9 PB 3: Peran Walisongo Dalam Dakwah Islam di Indonesia

a. Pendidikan dan Pengembangan Keilmuan  sumber : pecihitam.org Syekh Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan Sunan Gresik mendirikan Pesantren di desa Gapura, Gresik, guna mendidik kader-kader pemimpin muslim yang andal.  Sunan Ampel mendirikan Pesantren Ampel Denta. Di antara murid-muridnya adalah Raden Paku, Raden Fatah, Raden Makdum Ibrahim, Syarifuddin, serta Maulana Ishaq. Jejak dakwah Sunan Ampel bukan hanya di Surabaya dan ibu kota Majapahit, tetapi juga meluas sampai ke daerah Sukadana, Kalimantan.  Dakwah awal Sunan Bonang dilakukan di Kediri yang menjadi pusat ajaran Bhairawa-Thantra dengan mendirikan masjid di daerah Singkal. Sunan Bonang terkenal sebagai tokoh yang piawai dalam berdakwah dan menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari fiqh, ushul fiqh, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, arsitektur, dan berbagai ilmu kesaktian. b. Seni-Budaya  Seni dan buday a  tertentu disesuaikan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Hal ini melalui proses...