Langsung ke konten utama

Postingan

Ternyata Batu Kursi Menghadap Ke Gunung Penanggungan

Penemuan Batu Kursi di Lahan garap Tol Gempol-Pandaan Menyita perhatian banyak orang termasuk orang yang mau ngalap berkah dan paranormal. Mereka berduyun-duyun datang ke lokasi untuk menyaksikan langsung benda tersebut yang katanya mempunyai kekuatan magis. Ketika penulis mengambil gambar batu yang dimaksud, ternyata batu kursi menghadap ke arah barat dan tepat ke sisi kanan gunung Penanggungan. Saya bukan termasuk orang yang suka dengan ilmu othak athik gathuk namun saya juga tidak mengada - ada. Namun biar anda tidak penasaran maka disini saya postingkan gambar posisi batu yang menghadap ke gunung tersebut : Baca Juga : Foto-foto Batu Kursi di Lahan Garap Tol Gempol-Pandaan Batu Kursi & Batu Sholat : Peninggalan Arkeologi Ditemukan di Lahan Garap Tol Gempol-Pandaan

Foto-foto Batu Kursi di Lahan Garap Tol Gempol-Pandaan

Kemarin saya menulis tentang penemuan benda arkeologi di lahan garap Tol Gempol-Pandaan yang menyita perhatian banyak orang karena dibumbuhi dengan semangat magis yang cukup kentaal. Tulisan tersebut dapat dibaca disini. Dikarenakan kemarin saya tidak membawa kamera hasil jepretan saya maka berikut ini saya postingkan beberapa foto yang saya ambil kemarin : Batu Kursi Batu Sholatan Batu Bedug UPDATE : Batu in sekarang sudah dipindahkan entah kemana. Tidak ada apa-apa juga dalam proses pemindahannya. Makanya jangan percaya klenik

Batu Kursi & Batu Sholat : Peninggalan Arkeologi Ditemukan di Lahan Garap Tol Gempol-Pandaan

Kisaran Kabupaten Mojokerto sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit di masa lalu banyak meninggalkan benda-benda dan bangunan bernialai sejarah. Sebagian besar peninggalan sejarah yang di temukan di kawasan-kawasan tersebut dalam keadaan terkubur dalam tanah. Kemarin siang saat saya ada rapat di daerah Ngerong-Gempol saya diberitahu oleh salah seorang kawan akan penemuan batu kursi yang ada di lahan grarapan tol Gempol-Pandaan. Penasaran dengan berita yang disampaikan oleh kawan tersebut, maka saya memutuskan untuk melihat secara langsung mengingat lokasinya tidak terlampau jauh dari tempat saya rapat tadi. Kurang lebih 10 menit saya sampai ke Dusun Kedanten Desa Wonokoyo Beji yang merupakan lahan Garapan Tol tersebut. Memang pada saat itu jalan tol belum jadi. Proses pengerjaan hanya pada seputar pengerukan tanah yang digunakan untuk pondasi jalan. Batu Kursi Dalam proses pengerukan inilah ditemukan beberapa batu yang diyakini memiliki kekuatan ghaib. Namun disi...

Apa yang Dibawa Orang Hidup & Apa yang Dibawa Orang Mati ?

Hari Ahad kemarin, saya sempat diundang oleh seorang tetangga dalam rangka menerima tamu yang hendak melamar putri bersangkutan. Namanya proses lamaran memang dipenuhi dengan proses simbolik dan terkesan sakral sekali. Ketepatan pada saat itu saya diminta untuk menjadi pemandu acara dadakan. Sebuah profesi yang sering saya dapatkan dan saya memang enjoy untuk melaksanakannya kecuali dalam prosesi ini. Kenapa demikian ? hal ini disebabkan karena dalam prosesi ini banyak menggunakan adat jawa dan cenderung menggunakan Bahasa Jawa. Walaupun saya orang Jawa, dibesarkan di Jawa dan mungkin akan mati di Jawa, tetapi untuk urusan bahasa Jawa saya cenderung memakai bahasa Jawa Pasaran dan tidak mampu mengucapkan bahasa Jawa alus. Memang dari sananya saya bukan keturunan orang alus. Alhamdulillah acara prosesi lamaran sudah berakhir. Sebagai penutup maka hadirin disambut dengan tari piring. Alhamdulillah juga, menunya adalah Rawon. Salah satu menu favorit saya selain nasi goreng dan bakso...

Candi Kendalisodo : Pesona Kahyangan di Penanggungan

    KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Juru kunci merawat Candi Kendalisada yang berada di lereng Gunung Penanggungan, Trawas, Mojokerto, November 2011. Di gunung ini banyak sekali punden berundak yang merupakan tempat pemujaan pada zaman Empu Sindok dan Majapahit. Oleh: Idha Saraswati dan Amir Sodikin Dalam kitab kuno, Penanggungan itu justru puncaknya Mahameru. – Prof Agus Aris Munandar Gunung Penanggungan pernah dikenal sebagai sepenggal ”kahyangan” di tanah Jawa karena banyaknya situs pemujaan di gunung ini. Namun, berbagai peninggalan sejarah itu diabaikan dan keberadaannya semakin menyusut karena dicuri ataupun rusak karena tergerus waktu. VR van Romondt, arsitek sekaligus arkeolog Belanda yang pertama kali menelusuri Gunung Penanggungan dalam penelitian tahun 1936, 1937, dan 1940, menemukan 80 situs di Gunung Penanggungan. Namun, saat ini, yang tersisa hanya tinggal 46 situs. Sisanya hilang dicuri, terkubur longsoran, atau tertutup pepohonan. Gur...

Ini adalah Tulisan Terakhir Saya,

Salam hangat, Selamat malam, Assalamualaikum saudara-saudaraku. Sebelumnya saya mengucapkan syukur kepada Rabku Allah SWT atas segala kenikmatan yang telah dan akan aku rasakan di masa mendatang. Salawat dan salam semoga akan terus tercurahkan kepada Rasulullah Muhammasd SAW. Ini adalah tulisan terakhir saya. Dan mungkin anda tidak akan pernah lagi memca lagi tulisan saya yang lain karena suatu hal. Mungkin saya mulai jemuh menulis di blog atau saya menulis di blog yang lain. Atau yang sangat pasti saya memang sudah ditakdirkan untuk tidak dapat menulis lagi. Saya akui saya hari-hari ini mulai sampai pada titik jemuh dalam menulis blog. Dalam dua pekan ini tidak satu tulisanpun saya muat di blog saya. Mungkin ini adalah karena lebih disebabkan oleh faktor saya pribadi. Namun jika saya cermati, hidup ini aadlah sebuah siklus. Sebagaiamna sebuah siklus. Sklus itu awalnya jmuncul, membesar dan pada akhirnya mengalami penurunan dan mungkin sampai pada titik nadir. Saya tidak s...

Akan Kugendong engkau Sampai Ajal Memisahkan Kita

Malam ini, masih seperti malam-malam sepi lainnya, istriku mengirim sebuah cerita yang ia dapatkan dari ”Broadcast Blackberry Messenger-nya”. Menurutnya cerita ini sangat menyentuh dan Ia juga meminta menyebarkan cerita ini melalui jejaring sosial ataupun blog yang saya miliki. Jadi begini ceritanya.. Suatu malam ketika aku kembali ke rumah, istriku menghidangkan makan malam untukku. Sambil memegang tangannya aku berkata, “Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Istriku lalu duduk di samping sambil menemaniku menikmati makan malam dengan tenang. Tiba-tiba aku tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Kata-kata rasanya berat keluar dari mulutku. Aku ingin sebuah perceraian di antara kami, karena itu aku beranikan diriku. Nampaknya dia tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraanku, dia malah balik bertanya kepadaku dengan tenang, “Mengapa?” Aku menolak menjawabnya, ini membuatnya sungguh marah kepadaku. Malam itu kami tidak saling bertegur sapa. Dia terus mena...