Jumat, 07 September 2012

Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 2)

Khusus masalah penciptaan, referensi saya dalam mengkritisi keyakinan GN adalah dengan mengguakan keyakinan saya sendiri yaitu Islam. dan adapun sumber yang digunakan dalam Islam sebagai rujuan tidak lain adalah kitab sucinya, Al Quran. Mengimani Al Quran berarti mengimani apa yang ada di dalamnya juga tanpa terkecuali sebagai kabar haq yang datangnya dari Allah SWT. Menafikkan satu ayat saja dalam Al quran berarti juga menafikkan keseluruhan kandungan Al Quran bahkan menafikkan Allah.
Memang GN beranggapan bahwa mereka adalah grup yang tidak membahas SARA. Tetapi ketika mereka mempunyai pandangan dan pandangan itu jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan saya, saya tidak boleh membahasnya. kalau kita cermati dengan seksama keyakinan GN, kita juga dapatkan bahwa mereka sejatinya juga mengusung paham keneragamaan tertentu yang sudah ada di Indonesia. Saya tidak usah menyebutkan agama tersebut, tetapi kalau kawan pernah membaca di GN maka kawan akan temukan istilah-istilah yang identik dengan sebuah agama seperti dewa, kahyangan, moksa dan lain-lain
Di sisi lain,  bukankan GN sendiri sudah mengatakan bahwa ajaran Islamlah sebagai ajaran baru yang datang ke tanah air sebagai biang kemunduran peradapan Nusantara dan ngambeknya sang eyang mereka yaitu Sabdo Palon. Sabdo Palon sendiri kabarnya melarikan diri ke timur yaitu Bali. Terakhir mereka momong orang-orang barat sehingga orang-orang barat menjadi maju seperti pada saat ini. Seolah hendak menjilat ludah sendiri, padahal mereka mengatakana bahwa orang-orang barat adalah bangsa munyuk alias kera. Pertanyaan besarnya, kok mau-maunya Sabdo Palon momong bangsa Munyuk ?

Asal Usul Alam Raya 

Keyakinan GN beranggapan bahwa dunia seisinya berawal dari sebuah telur. Hehehe...Kalau hal ini saya juga pernah mendengarnya dari kisah pewayangan. Lebih afdholnya kawan-kawan baca sendiri saja dongengnya www.lakubecik.org. Memang agak aneh, GN menolak referensi yang katanya sudah banyak yang dobol. Tetapi mereka juga pakai referensi sendiri yang ada dan dipahami orang banyak tentu dengan sedikit modifikasi.
Untuk urusan telor menelor saya gak akan bahas di sini. saya akan bahas bagaimana saat saya diajarkan guru SD saya tentang asal muasal alam semesta ini. 
Sekarang, mungkin ada di antara kita yang ingin tahu bagaimana Al-Quran menjelaskan tentang terbentuknya alam semesta ini. Dalam Quran surat Al-Anbiya (surat ke-21) ayat 30 disebutkan:

أَوَلَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ ڪَانَتَا رَتۡقً۬ا فَفَتَقۡنَـٰهُمَا*ۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ*ۖ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ (٣٠)
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
Lalu dalam Quran surat Fussilat (surat ke-41) ayat 11 Allah berfirman:
ثُمَّ اسۡتَـوٰۤى اِلَى السَّمَآءِ وَهِىَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلۡاَرۡضِ ائۡتِيَا طَوۡعًا اَوۡ كَرۡهًا ؕ قَالَتَاۤ اَتَيۡنَا طَآٮِٕعِيۡنَ‏ ﴿۱۱
“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.
Beberapa hal yang mungkin mengejutkan bagi para pembaca Al-Quran di abad ini adalah fakta tentang ayat-ayat dalam Al-Quran yang menyebutkan tentang tiga kelompok benda yang diciptakan(Nya) yang ada di alam semesta yaitu benda-benda yang berada di langit, benda-benda yang berada di bumi dan benda-benda yang berada di antara keduanya. Kita dapat menemukan tentang hal ini pada beberapa surat yaitu
surat To-Ha (surat ke-20) ayat 6 :
لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَمَا تَحۡتَ الثَّرٰى‏ ﴿۶
“Kepunyaan-Nya lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah”
Lalu dalam surat Al-Furqan (surat ke-25) ayat 59 yang artinya:
اۨلَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰى عَلَى الۡعَرۡشِ *ۛۚ اَلرَّحۡمٰنُ فَسۡـَٔـــلۡ بِهٖ خَبِيۡرًا‏ ﴿۵۹
“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa…”
Juga dalam surat Al-Sajda (surat ke-32) ayat 4 yang artinya:
اَللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰى عَلَى الۡعَرۡشِ*ؕ مَا لَكُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ مِنۡ وَّلِىٍّ وَّلَا شَفِيۡعٍ*ؕ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوۡنَ‏ ﴿۴
“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa…”
Dan surat Qaf (surat ke-50) ayat 58 yang artinya:
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ*وَّمَا مَسَّنَا مِنۡ لُّغُوۡبٍ‏ ﴿۳۸﴾
“Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan”
Nah ternyata di Al-Quran(600an) udah ada tentang penciptaan alam semesta dalam 6 masa, tapi kenapa baru ketauan sekitar taun 1920 lebih sama Om Hubble dan Mas Albert .
Beda kan dengan pemahaman yang GN usung

Masalah Nenek Moyang Manusia 
GN berkeyakinan bahwa manusia, khususnya orang Nusantara, lebih sempit lagi Jawa adalah Turunan Dewa yang ngejahwanta ke bumi. Ngejahwanta adalah turun ke bumi. saya pernah sedikit diskusi dengan salah satu admin masalah ini dan kebetulan dia muslim. saya tanya apa percaya dengan masalah manusia keturunan dewa. Katanya dia pervaya. saya tanya siapa dewa itu. Dia jawab dewa itu semacam malaikat di dalam ajaran Islam.Wadu, dewa = malaikat. Berarti malaikat punya anak turun. Malaikat punya nafsu dong ? hehehe...makin nglantur saja.
baik berikut ini ulasan Al Quran tenatang asal usul manusia :
a) Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup
b) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri).
c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.
Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dijelaskan secara terperinci melalui firmanNya :
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14). 
Sesungguhnya masih banyak ayat lain yang menjelaskan asal-usul manusia. Jadi saya sarankan kawan-kawan muslim baca dulu Al Quran sebelum kawan-kawan baca-baca buku lain terutama yang bersumber dari keyakinan lain.
Jadi beda kan dengan pemahaman kawan-kawan GN tentang  asal-usul manusia dengan islam yang bersumber dari Quran. Bagi kawan-kawan muslim sejatinya anda sebaiknya kembali ke al Quran sebagai tuntunan hisup anda. Buka kepada buku yang dikarang manusia, terlebih buku tersebut jelas-jelas mengandung ideologi atau ajaran agama lain (bersambung)
baca Juga :


Judul: Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 2) ; Ditulis oleh Riyono Putra Penanggungan; Rating Blog: 5 dari 5
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 2)
Ditulis Oleh Riyono Putra Penanggungan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 2) ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar