kawan, kemarin saya sudah kisahkan bahwa dua hari yang lalu saya mengantarkan mantenan ke daerah Blitar. saya juga berkisah tentang prosesinya yang memang agak sedikit berbeda dengan tradisi masyarakat saya. saya kisahkan juga saya sempat mampir ke makam orang besar negeri ini, Bung Karno.
Pagi ini kawan, saya dikagetkan suara ibu-ibu yang datang ke pedagang sayur dan ikan sebelah rumah. Mereka sambat rumahnya kotor berdebu. Saya belum tahu sebabnya. Tahu-tahu ternyata rumah saya juga demikian. Efek letusan itu sampai juga di tempatku.
Saya teringat Quran Surat Al Qoriah yang mengabarkan tentang kiamat. apabila
bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat) (1)
dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya (2)
dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?" (3)
pada hari itu bumi menceritakan beritanya, (4)
karena Sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu)
kepadanya. (5)
Memang ini bukan kiamat besar, ini hanya kiamat kecil. Namun kedahsyatannya dapat kita rasakan sedemikian rupa. Apalagi nanti kiamat besar, subhanallah.
 |
Ngoro Mojokerto Kena debu Gn Kelud |
 |
Atap rumah di Ngoro Mojokerto Kena debu Gn Kelud |
 |
Pohon kesayangan saya, Matoa pun tertutup debu |
 |
Kalau ini bak kontrol |
 |
jalan raya di Ngoro Mojokerto Kena debu Gn Kelud |
 |
jalan raya di Ngoro Mojokerto Kena debu Gn Kelud |
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah meninggalkan komentar pada blog ini.