Langsung ke konten utama

Kapan Sosok seperti Gajah Mada Lahir Kembali di Negeri Ini ?

Gajah Mada
Pada hari Sabtu tanggal 29 September 2012 saya berkesempatan lagi untuk berkunjung ke salah satu warisan budaya bangsa Indonesia. Sebuah kompleks situs peninggalan sejarah yang diyakini dulunya adalah sebuah pusat peradaban maju yang pernah menguasai seluruh wilayah Nusantara bahkan Asia Tenggara. Jejak-jejak peninggalan sejarahnya pun dapat dilihat sampai ke Afrika tepatnya di Pulau Madagaskar sana. Sungguh sebuah kekuatan yang sangat besar yang tak dapat terbayangkan kegagahannya seperti apa. Namun jika kita hubungkan dengan realitas sejarah yang menyatakan bahwa nenek moyang kita adalah bangsa maritim dan memiliki kelebihan dalam dunia kelautan hal ini tidak seberapa mengherankan.
Di sana sana juga sempat membaca bunyi teks sumpah palapa yang agung yang pernah diucapkan manusia agung dari sebuah kerajaan besar. Siapa lagi kalau bukan Mahapatih Gajah Mada. saya katakan Agung karena mungkin sudah jarang atau tidak ada manusia jaman sekarang yang memiliki karakter semacam mahapati Gajah Mada ini. Bahkan kalau kita lihat realita saat ini rasanya sudah tidak ada manusia penerus Gajah Mada. 

Gajah Mada adalah sosok pemimpin yang idealis bahkan saya katakan ambisius. Idealis karena dia memegang teguh apa yang diucapkan karena ingin menyatukan Nusantara dalam payung Majapahit. Dapat dibayangkan betapa susahnya sumpah tersebut untuk dilaksanakan. Namun dia berani dan dibuktikan dengan prestasi. Saya katakan ambisius karena ambisi tersebut terkesan mustahil untuk ukuran masa itu. 
dan yang lebih mengagungkan bagi saya pada sosok saat ini adalah karena dia berani mengorbankan kebahagiaanya dalam rangka mencapai cita-citanya. Hal inilah yang tidak ada dalam sosok pemimpin negeri saat ini. Saat ini pemimpin tidak lagi memikirkan rakyatnya. Yang dipikirkan hanya kelompoknya saja. Bahkan yang lebih parah mereka hanya memikirkan perutnya saja. Bandingkan dengan gajah Mada yang relah tidak akan merasakan kenikmatan dunia jika belum bisa menyatukan Nusantara.
Saat ini belum lama jadi pejabat sudah berlomba-lomba mencari proyek untuk mengembalikan modalnya. Bukannya berjuang membangun negeri mewujudkan ambisi dengan meninggalkan kemewahan duniawi seperti Gajah Mada. jadi kapan sosok seperti Gajah Mada ini dilahirkan kembali di Bumi Pertiwi ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLAI SLAMET

Mohon maaf bagi kawan-kawana yang kurang paham dengan bahasa Jawa. kata di atas memang kata-kata dalam bahasa jawa. orang jawa menyebutnya sebagai unen-unen . kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih menjadi "Celaka tetapi Selamat". kontradiktif sekali, tetapi demikianlah orang jawa. satu sisi orang terkena bencana atau kecelakaan. namun si satu sisi orang tersebut selamat. kalau kita renungkan lebih dalam lagi ternyata ada makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Bencana atau kecelakaan atau juga kesialan memang sudah menjadi takdir yang tidak dapat kita hindari. bencana adalah kehendak Ilahi. tak seorang pun dapat menolaknya, termasuk yang nulis catatatn ini ketika mendapatkan blai   "kesialan" beruntun beberapa waktu yang lalu. orang jawa menerimanya sebagai sebuah keputusan Pencipta bagaimanapun keadaannya. namun dalam kondisi bersamaan, orang jawa mengatakan blai itu sebagai blai slamet   selama kesialan yang di dapa...

PB 14 : NILAI-NILAI ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL DARI BERBAGAI SUKU DI INDONESIA (BAGIAN 1)

  Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin yang berisi aturan dan tata nilai untuk segala manusia yang masih hidup di alam dunia agar terhindar dari kesesatan. Dengan menerapkan ajaran Islam, manusia dapat mencapai kedamaian, kemuliaan, keselamatan, kesejahteraan, aman, sentosa, bahagia, serta meraih kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat kelak. Hal tersebut disebabkan manusia mengemban amanah dari Allah Swt. sebagai Abdillah, Imaratul fil ‘Ardhi, dan Khalifatullah. Manusia sebagai hamba Allah yang senantiasa harus patuh untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Manusia juga berperan sebagai pemimpin di dunia yang kelak ditanyakan tentang kepemimpinannya, baik untuk dirinya sendiri, keluarganya, ataupun sebagai pemimpin umat. Manusia di dunia ini berperan sebagai “pengganti Allah” dalam arti diberi otoritas atau kewenangan oleh Allah kemampuan untuk mengelola dan memakmurkan alam ini sesuai dengan ketentuan Allah dan untuk mencari ridha-Nya. Dari ketiga fun...

SKI kelas 9 PB 3: Peran Walisongo Dalam Dakwah Islam di Indonesia

a. Pendidikan dan Pengembangan Keilmuan  sumber : pecihitam.org Syekh Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan Sunan Gresik mendirikan Pesantren di desa Gapura, Gresik, guna mendidik kader-kader pemimpin muslim yang andal.  Sunan Ampel mendirikan Pesantren Ampel Denta. Di antara murid-muridnya adalah Raden Paku, Raden Fatah, Raden Makdum Ibrahim, Syarifuddin, serta Maulana Ishaq. Jejak dakwah Sunan Ampel bukan hanya di Surabaya dan ibu kota Majapahit, tetapi juga meluas sampai ke daerah Sukadana, Kalimantan.  Dakwah awal Sunan Bonang dilakukan di Kediri yang menjadi pusat ajaran Bhairawa-Thantra dengan mendirikan masjid di daerah Singkal. Sunan Bonang terkenal sebagai tokoh yang piawai dalam berdakwah dan menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari fiqh, ushul fiqh, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, arsitektur, dan berbagai ilmu kesaktian. b. Seni-Budaya  Seni dan buday a  tertentu disesuaikan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Hal ini melalui proses...