Kamis, 14 Agustus 2014

Lomba Makan Krupuk, Tidak Sesuai dengan Syariat Islam

Kemerdekaan RI yang jatuh tanggal 17 Agustus selalu diisi dengan berbagai kegiatan. Salah satunya lomba-lomba. Ada panjat pinang, pukul bantal, balap kelereng, sepak bola bersarung dan tentunya makan kerupuk.Tentu semua lomba tersebut tujuannya untuk hiburan. Jika dihitung hadiahnya tidak seberapa. yang penting bergembira dan bersenang-senang semeriah mungkin di hari Kemerdekaan RI.
banyak yang tidak sadar di antara kita, sesungguhnya jika ditilik dari syariat Islam, budaya lomba makan kerupuk itu sendiri jauh dari syariat Islam. Lomba makan kerupuk tidak Islami. Memang kesannya galak. Biasa aja kali. 
Islam sesungguhnya adgama paripurna. Agama yang sempurna. Semua aspek kehidupan di atur di dalamnya. termasuk di dalamnya dalam hal makan. Ada aturan bagaimana Islam menganjurkan umatnya dalam makan dan minum :
  1. Makan tujuannya untuk menambah energi.
  2. Makan tidak boleh dengan tangan kiri,apa lagi hanya sekedar dengan mulut tanpa dipegang tangan. Sama dengan sapi
  3. Makan diharuskan dengan terlebih dahulu membaca doa.
  4. Makan tidak dengan berdiri
  5. Makan tidak boleh terlalu kenyang
  6. Makan tidak boleh terburu-buru. Harus dikunyah.
dari beberapa poin di atas saja sudah dapat kita ketahui, ternyata lomba makan krupuk jauh dari nilai Islam.
Lomba dan memperingati Kemerdekaan boleh saja. Asalkan jangan sampai kita jauh dari Allah dengan melanggar syariaatnya. Mudah-mudahan kita selalu diberi petunjuk.
Judul: Lomba Makan Krupuk, Tidak Sesuai dengan Syariat Islam; Ditulis oleh Putra Penanggungan; Rating Blog: 5 dari 5
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Lomba Makan Krupuk, Tidak Sesuai dengan Syariat Islam
Ditulis Oleh Putra Penanggungan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Lomba Makan Krupuk, Tidak Sesuai dengan Syariat Islam ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar