Jumat, 30 November 2012

Dengan Bersyukur Semua Jadi Indah

Waktu SD saya selalu dibilangi sama guru saya, bahwa musim hujan itu jatuh mulai bulan Oktober sampai dengan April. Sedangkan untuk musim kemarau, jatuh mulai buulan April sampai dengan bulan Oktober. Begitu terus-menerus berputar dalam setiap tahunnya. Saya juga dikasih tahu bahwa di Indonesia hanya mengenal dua musim saja. Pertama Musim kemarau. Musim kemaraui adalah musim kering. Musim yang panas dan tidak ada hujan. Pada musim ini tumbuhan-tumbuhan ada yang meranggas menggugurkan dedaunannya untuk mengurangi panas atau penguapan. Hewan pun demikian, Banyak yang gerah dengan panasnya musim ini. Si Kerbau bahkan sampai berkubang di lumpur untyuk mendinginkan panas tubuhnya. Tidak hanya hewan dan tumbuhan, manusia juga merasa gerah dengan panasnya musim ini. Tidur tidak nyaman meski kipas sudah berputar pada kecepatan maksimal. Kecuali yang tergolong keluarga mampu, pastinya mereka bisa membeli AC untuk dipasang di rumahnya sehingga suhu ruangan tetap dingin. JIka sudah tidak betah di rumahpun mereka bisa boyongan dari rumah untuk menginap di villa keluarga ataupun di hotel yang berada di daerah dataran tinggi. Tentu hal ini mudah karena semuanya ada. Berbda dengan yang setiap hari harus bermandikan keringat untuk mencari sesuap nasi. Irama demikian harus tetap diterima karena sudah menjadi lagu kehidupannya. Petani, nelayan, kuli bangunan, sopir angkutan dan sebagainya adalah perwakilan dari mereka. Memang sudah nasib. Namun kalau disyukuri tentu akan menjadi indah. Karena bagaimanapun dengan bersyukur semuanya akan menjadi indah.
Kedua musim hujan. Dingin dan menggigil. Enaknya ada di rumah. Bercengkrama dengan keluarga dengan sedikit suguhan kopi hangat dan gorengan. Bermalas-malasan bercanda dengan keluarga. Namun susah juga, jemuran belum kering. Besok kerja pakai baju apa. Apalagi di musim ini sering terjadi banjir jika hujan lebat. Bisa susah juga. Membersihkan rumah. Mengamankan barang-barang berharga atau menghindarkan diri dan keluarga dari penyakit. Ribet juga. Apaagi ancaman tanah longsor, badai dan sebagainya. Miris jika kita bayangkang. Jika sudah begini Inginnya musim kering saja.
Itulah manusia. Suka berkeluh kesah. Suka ingkar nikmat yang diberikan Allah meskipun nikmat itu cuma-cuma. Termasuk di dalamnya saya. Memang untuk bersyukur sangat sulit. Ampuni kami ya Rabb
Judul: Dengan Bersyukur Semua Jadi Indah; Ditulis oleh Riyono Putra Penanggungan; Rating Blog: 5 dari 5
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Dengan Bersyukur Semua Jadi Indah
Ditulis Oleh Riyono Putra Penanggungan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Dengan Bersyukur Semua Jadi Indah ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar