Rabu, 20 Juni 2012

Renungan : Masih Perlukah Kita Rayakan Kelulusan kita ?


Belum sebulan euforia kelulusan berkumandang seantero Indonesia Raya. Kelulusan menempuh jenjang pendidikan mulai dari level pendidikan menengah atas (SMA sederajat) sampai dengan level terendah (SD sederajat) kecuali TK. Semua larut dalam kegembiaraan atas prestasi yang telah direngku (lepas dari adanya jurus dewa mabuk yang dilakukan). Tidak berlebihan memang, karena prestasi tersebut merupakan titik klimaks pengorbanan yang telah dilakukan selama bertahun dengan menghabiskan banyak tenaga lebih-lebih dana.

Banyak cara dilakukan untuk  memandang anugerah tersebut. Ada yang positif dan banyak pula yang negatif. Yang positif dapat dilakukan dengan melakukan sujud syukur atau minimal mengucapkan kalimat tahmid "Alhamdulullahirabbilalamin". kalimat yang kelihatan sepeleh namun besar dan berat timbangannya. Sepeleh karena tidak banyak orang yang mampu dan mau untuk mengucap kalimat pendek ini. Berat karena kalimat ini adalah bacaan tasbih yang bernialai pahala bagi yang membaca. Orang yang lidah dan hatinya biasanya bersyukur akan mudah mengucapkannya. Tetapi bagi yang tidak biasa, Jangan harap akan mudah mengucap kalimat ini. Kita juga bisa undang anak-anak tetangga kanan kiri, anak-anak yatim dan teman-teman, sekali-kali ajak mereka makan-makan. Bisa di rumah atau kalau kita punya dana bisa ke warung-warung yang ada. Kegiatan positif lainnya dapat dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku pelajaran yang selama ini dibeli untuk disumbangkan ke sekolah. Buku-buku tersebut dapaat dipergunakan kembali untuk adik-adik kelasnya yang secara keuangan dan keilmuan memang sangat mebutuhkan. Di samping buku-buku, kita juga bisa menyumbangkan barang-barang lainnya yang memang tidak digunakan lagi seperti seragam, sepatu dan lain-lain. Memberi akan mendatangkan kebahagiaan. Kebahagiaan bagi yang diberi lebih-lebih bagi yang memberi.

Disamping kegiatan positif banyak pula kegiatan negatif yang dilakukan siswa yang lulus UN. di jalan-jalan banyak kita jumpai pawai kendaraan bermotor dengan kenalpot blong. Suara hingar bingar deruh kendaraan membuat bising pengguna jalan lain. Belum lagi ada pelanggaran hak bagi pengendara lain akibat kemacetan yang mereka lakukan. Tak jarang kegiatan tersebut berujung kecelakaan. Disamping pawai acap kali kegiatan itu ditunggangi dengan menenggak miras ataupun Narkoba. Ketika kelulusan siswa wilayah sebuah kabupaten di Jawa Timur, Banyak siswa yang berpawai dan menuju tempat wisata di sebuah lereng pegunungan yang juga banyak dijumpai villa-villa yang disewakan dengan harga miring. Pelajar baru lulus tersebut banyak yang menginap di sana. Laporan dari toko-toko swalayan dan apotek, ada dua jenis barang yang laris manis ketika ada pengumuman kelulusan UN yaitu : miras dan kondom. Kenapa ?

Berfikir Positif
Kelulusan adalah suatu anugerah dari Allah. Anugerah yang sangat besar. Sudah benar jika kita menyikapinya dengan banyak bersyukur di dalamnya. Dan adalah sebuah pengingkaran ketika kita tidak mensukurinya. Jadi mari kita berfikir positif akan hal ini dan juga bertindak positif akan anugerah ini.
Kelulusan berarti kita akan menapaki jalan dengan level yang lebih tinggi. Pelajar SD akan melanjutkan ke SMP. Pelajar SMP akan ke SMA. dan pelajar SMA akan kuliah atau bekerja. tentu kesemuanya akan berpulang pada kesanggupan kita semua, lebih-lebih masalah dana.
Bagi pelajar SMA, jika kita punya dana mungkin dapat melanjutkan kuliah ke jenjang perguruan tinggi yang kita suka. Mulai dari negeri dengan program unggulan sampai swasta dengan mencocokkan kemampuan. Atau kita bisa daftar ke kepolisian/TNI. Rahasia umum tidak usah dibahas masalah pendaaan. Itu bagi yang punya dana.
Bagi yang tidak punya dana ? ini masalahnya. Tidak mungkin kita selamanya akan menjadi benalu yang bergantung pada kedua orang tua kita. Kita pasti akan sadar diri dan berusaha untuk mencari penghasilan dengan mencari kerja. Mencari kerja bukan perkara sulit di era ini. Tenaga kerja sekarang tidak lebih dihargai dengan harga kontrak bulanan, tenaga harian dan outsourching. Dan untuk mencarinya juga tidak gampang tanpa kita punya link sendiri.
Dan ketika kita tidak dapat pekerjaan ini maka sudah pasti kita akan mendapat predikat pengangguran baru. Pengangguran terdidik lulusan SMAN atau SMAS ini.  so, mari berfikir dan bertindak yang positif. mudah-mudahan kita dapat tambahan rejeki sebagaimana yang difirmankan Tuhan.


Judul: Renungan : Masih Perlukah Kita Rayakan Kelulusan kita ?; Ditulis oleh Riyono Putra Penanggungan; Rating Blog: 5 dari 5
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Renungan : Masih Perlukah Kita Rayakan Kelulusan kita ?
Ditulis Oleh Riyono Putra Penanggungan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Renungan : Masih Perlukah Kita Rayakan Kelulusan kita ? ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar