Jumat, 02 Oktober 2015

Berlibur Ke Tanjung Papuma (Bagian I) : Meluncur ke Tanjung Papuma

Malam itu, kami tidur pulas. Rombongan yang mencapai bilangan 40 orang lebih terbagi dalam lima kamar yang ada. Sebagian tidur ala kadarnya di ruang tamu dan ruang keluaga. ada pula yang tidur di teras dan juga musholla. Kebetulan saya mendapatkan jatah satu kamar tidur di sisi belakang rumah. Terpisah dari bangunan utama. Di sana ada dua kamar berhadapan. Di antaranya terdapat satu kamar mandi luar yang dgunakan untuk bersi diri. Sisi depan terdapat taman yang lumayan hijau dengan rumput gajah dan beberapa pepohonan tama yang baru saja di tanam. Udara cukup dingin. Meskipun tanpa kipas dan AC anak-anak dapat tidur dengan pulas.
Esok harinya seusai sarapan, kami siap-siap meluncur ke Tanjung Papuma. Setelah berpamitan kami lajukan kendaraan beriringan. melewati Jalanan Kecamatan Jenggawah kemudian sampai Ambulu. Jalanan relative sangat sepi. Jalanan pun sangat mulus. Ketika sampai jalan masuk pantai Papuma, mulai terasa kami bergoyang. Jalanan banyak ranjau, Lobang dan rusak dimana-nama. Timbul pertanyaan, Kemana Pemkab sebagai pemilik daerah ?
Setelah 3 km kami bergoyang di atas kendaraan sampailah kami di gerbang Pantai Papuma. Petugas yang berpenampilan satpam sudah menghadang laju kendaraan dan melongokkan kepala ke dalam mobil. Menghitung jumlah penumpang. Semua penumpang dipukul rata tak peduli dewasa maupun balita. Semua kena Rp 17.500,00 per kepala. Sebuah angka yang sangat mahal hanya untuk sekedar wisata pantai.
Mulailah kami masuk dan mengikuti jalanan menanjak dan curam. Kendaraan sampai harus masuk gigi satu saja untuk dapat melewati jalanan ke Papuma. tidak sampai 1 km kami sampai ke tempat parkir yang kemudia jalanan terbagi dua dengan satu lajur jalanan saja menuju pantai. Pemandangan sangat gersang. Untung masih tertutupi dengan masih banyaknya pohon besar hijau di kawasan ini.
Kawasan pantai ini sudah banyak tersentuh pembangunan. Banyak homestay di sana yang disewakan. Harga sewanya lumayan fantastis. mulai dari Rp. 450.000,00 per kamar. Cukup untuk makan siang kami semua. Hehehe...
Dan inilah hasilnya...











Read more >>

Berlibur Ke Tanjung Papuma (Bagian I) : Mampir dan Bermalam di Villa Tatik

Jember, adalah salah satu kota di sisi timur Propinsi Jawa Timur. Terkenal juga sebagai kota pendidikan karena banyaknya Perguruan Tinggi di sana. Jember juga maju dai segi agraris dan tentu pula wisata.
Sebelumnya saya tidak pernah sama sekali menginjakkan kaki di Jember. Untuk nama memang sudah familier. namun, untuk kunjungan dan mengeksploitasi keindahannya hamper nol persen saya lakukan selama hidup. Karenanya, ketika ada tawaran untuk ke Jember, langsung saya sambut dengan antusias.
Kami berombongan 4 mobil, namun di perjalanan kami tercerai berai. Perjalanan ke Jember sebenarnya sangat melelahkan. Hampir lima jam, kami terombang ambing dalam mobil. Jalanan pantura mulai Bangil sampai Probolinggo kurang bagus. Banyak ranjau di sepanjang perjalanan. Hal ini banyak dikeluhkan oleh isteri dan anak-anak. Ketika kendaraan masuk wilayah Lumajang pun demikian. Jalanan hanya terdiri atas dua lajur saja. Cukup untuk dua kendaraan dari arus yang berlawanan. Kecepatan kendaraan pun harus dikurangi. Belum lagi medan yang berkelok dan menanjak. Ketika mobil angkutan berat lewat tanjakan maka dapat dipastikan kemacetan tak terbendung. Hal inilah yang kemudian banyak memakn waktu perjalanan.
Namun syukurlah, daerah lumajang dan jember amnya masih asri. Banyak lahan kosong dimana-mana. Pepohonan pun masih banyak menemani perjalanan kami. Hijaunya alam sangaat kentara. Hutan dan sungai masih banyak kami jumpai di sana. Hampir jam 8 malam kami sampai dan beristirahat di rumah Bu tatik, salah satu teman guru di sekolah kami.


 
Read more >>