Minggu, 27 Juli 2014

Parcel,

Alhamdulillah lebaran sudah hampir tiba. Tinggal hitungan jam sudah akan terdengar gema suara takbir berkumandang. Sahut-menyahut dari satu mesjid ke mesjid lain. Dari satu Musholla ke Musholla yang lain. Suara gembira tiada terkira akan kita dengarkan. Suara kemenangan akan kita panjatkan. Sebulan penuh kita puasa. Sekarang kita berahri raya. Susah-susah dahulu bersenang kemudian. Jangan kebablasan. SObat, hari raya identik dengan kesenangan. Makanan yang melimpah ruah, meski tak jarang kita enggan menyentuhnya. Ada aroma bosan dan ketidaktertarikan akan rasa untuk menicicipinya. Meskipun jujur, makanan makanan tersebut jarang kita temui selain di hari raya. Kemudian juga pakaian, mewah tentunya. Kurang afdhol rasanya jika tidak memakai pakaian yang baru. Kurang sip, kurang elegan. Demikian juga segala aksesorisnya, mulai sepatu, sandal, kopya, jilbab dll. Kembali ke Makanan, kue dan minuman lebaran. Alhamdulillah, tahun ini saya mendapatkan rejeki dari Allah berupa parcelan.
Di hari raya sebelumnya juga saya mendapatkannya. Tahun ini juga demikian. Mudah-mudahan yang memberi mendapatkan balasna yang lebih baik dari Allah SWT.
Ketika saya buka ad macam-macam isinya. Mulai roti biskuit, gula, kopi, krispi. Ada juga sebuah sarung yang dapat dugunakan di hari raya. Merknya juga lumayan. Ada minuman cocopandan. Ini kesenangan anak-anak. Malahan tadi ada yang ngasih pisang. Alhamdulillah. Sari apel juga saya dapt dari seorang wali murid. Ada beras dan kain satu stel dari lainnya. Ada sekotak parcel dari sahabat yang lumayan sukses di bidang jual beli. 
Dari koperasi juga ada voucer belanja senilai 125 ribu. Ditambah voucer rutin 50 ribu jadi 175rb. Belanja tidak lihat harga, jadi nomboki 60 rb. Ndak masalah. Masih dapat tabungan hari raya. Lumayan meski tidak besar.
Kembali ke parcel. Mungkin dari sisi nilai tidak besar. Namun, dari segi tali silaturrahim sungguh luar biasa. Benar Islam, sambunglah silaturrahim niscaya akan engkau dapat rejeki. Jika  ada yang tidak senang dengan kita jangan lantas dijauhi. Tetap dekati. Bawakan sesuatu. Niscaya persaudaraan akan tetap terjalin. Kalaupun tidak, serahkan kembali kepada Allah. Allah yang dapat membolak-balik hati manusia.
Jadi sekecil apapun yang kita dapat. Tetap sekuri. Mudah-mudahan rejeki yang kita dapat akan semakin barokah dan ditambah oleh Allah SWT.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engakau dustakan ?
Judul: Parcel, ; Ditulis oleh Putra Penanggungan; Rating Blog: 5 dari 5
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Parcel,
Ditulis Oleh Putra Penanggungan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Parcel, ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar