Rabu, 04 Juni 2014

Bagaimana Hukumnya Beramal dengan Harta yang Tidak Halal

Suatu malam saya berbelanja kain di sebuah toko kain terkenal di Porong. Biasa, hanya untuk membelian seragam sekolah teman-teman SD Muhammadiyah 1 Gempol yang memang sebentar lagi akan mengadakan perpisahan. Rencananya, pada perpisahan kelas VI tersebut seragam baru akan dipakai. Guna memburu waktu penjahitan kurang dari sebulan bahan dibagi. Sehingga kemungkinan waktu perpisahan sudah kompak berseragam.
Kainpun telah dipilih. Atasan batik warna merah bata. Sekilas kubaca, Batik Cibulan nomor sekian sekian. Gambar bagus kayak batik Sidomukti Papringan Magetan. Tapi jauh memang secara kualitas. Wong ini harganaya 45rb berbanding 130rb. Gak masalah lah. Bawahan kuambilkan warna merah gelap. klop.
Ada pemandangan menarik kala saya berbelanja. Sirine polisi emraung di depan toko. Kulihat oh, ada motor patroli berhenti kemudian seorang petugas masuk untuk belanja kain. Lamat-lamat kudengar percakapan polisi itu dengan pramuniaga. Ternayata polisi itu mengambil kain hijau yang panjangnya sekitar 3,5 meter saja.
Rasa penasaran saya tanya. "buat apa pak ?"
Polisi itu menjawab. "Oh, untuk sket jamaah musholla"
Saya jawab " ohhhh...kirain untuk keranda mayat...Hehehehe"
Polisi ini kemudian berkata "Kerjaan saya kan memang buatmangkel orang pak, Makanya supaya bersih saya belanja yang beginian"
Gumanku "HHHMmmmMMMm......mudah2an uang yang dipakai halal bukan hasil sogokan (uang damai)...sama saja amal dengan barang haram...bagai wudhu dengan air kencing"
Read more >>