Senin, 25 November 2013

Nasib Guru : Dinista Gara-Gara TPP

Saya awali tulisan ini dengan judul Nasib Guru. Ya, tidak ada yang salah dengan judul itu. Nasib Guru. Karena saya menggunakan judul Nasib, seolah-olah dikonotasikan pada suatu keadaan dimana subyek berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan, memprihatinkan dan kadang mendapat intimidasi dan perlakuan yang tidak pantas. Padahal kalau dilihat subyek yang dimaksud adalah guru. Padahal pada pandangan banyak orang guru saat ini diasosiasikan sebagai figur yang sudah mendapatkan kesejahteraan luar biasa. Gajinya dobel, namun banyak yang kinerjanya asal-asalan. Kerjanya cuma menunggu waktu pulang saja. Akhlaknya banyak yang bejat dan tidak bermoral. Pencabulan dan lain sebagainya. Padahal guru sudah digelontor dengan dana besar oleh pemerintah. Apa hasilnya ? Cuma dekadensi moral, seks bebas dan juga tawuran. "Inikah hasil kerjamu ?" Demikian ditulis oleh seorang aktivis LSM yang katanya antikorupsi dari Malang. Hehehe.....entah anti beneran atau anti kalau tidak dapat bagian....
Saya tidak memungkiri, saat ini payung hukum pemberian Tunjangan Profesi Pendidik sudah ada dan telah dilaksanakan. pada sebagian guru pada kenyataannya pemberian TPP sudah berlangsung lama. dari sini pula kesejahteraan mereka meningkat. Jangan heran pula jika mereka sudah punya mobil pribadi dan mampu naik haji. tak ada yang salah. dan tidak pula semestinya mereka selalu dirujuk kayak Umar Bakri yang kemana-mana harus pakai sepeda kumbang. Memang saat ini masih ada di pasaran sepeda kumbang ? Kalu si LSM punya, tolong bawah ke rumah satu saya mau beli....
Saya juga tidak menutup mata, kalau ada guru yang dapat TPP tetapi kinerjanya masih amburadul, asal-asalan. Kinerjanya tidak ada peningkatan, stagnan. Memang itu kenyataan. Tapi pertanyaannya ? Apa semuanya kayak begitu ? tentu tidak kan. Tentu dari sekian juta guru ada yang masih baik. Kinerjanya bagus, produktif dalam menulis dan tentunya tidak berfikiran kapitalis sebagaimana yang dituduhkan.
Lantas bagaimana dengan mereka yang kinerjanya tidak baik ? wah ini sih tugasnya bapak pengawas dan pimpinan mereka untuk membina, meng-upgrade bahasa kerennya supaya skill atau ketrampila yang dimiliki meningkat. Ibarat mesin saja perlu diservis apalagi guru ? Kalau hanya dicemo'oh saja ya tidak mendatangkan keuntungan bagi semuah pihak. Untuk guru, seharusnya memang harus sadar diri, merabah tengkuknya masing-masing. Namanya juga jaman bereubah, kalu tidak berubah ya mana bisa mengikuti perkembangan jaman
Terus bagaimana ya amoral ? Hehehehe....saya yakin cuma segelintir. Masak semua guru amoral. Lah lucu mbak. Kalaupun ada kan tidak semua. Kalaupun ada ya personnya, bukan profesinya. Sama halnya orang Islam, kristen yang maling kan tidak semuanya orang Islam atau Kristen Maling. Sama halnya jika ada anggota LSM yang suka "ngamen" baik di kantor pemerintahan dan juga menakuti kepala sekolah kan tidak semuanya kayak gitu. Mungknin hanya oknum saja. Karenanya kita harus sportif dalam menilai sesuatu. Tidak dapat kemudian kita nilai dengan cara generalisasi. Ingat loh, model generaluisasi dalam penelitihan ilmiah itu lemah loh.
Kemudian, "Inikah hasilmu ?"
Seolah-olah keadaan saat ini adalah buah karya guru saja. Orang yang ngomong begini kalau dia tidak berpendidikan gak masalah. Tapi kalau yang ngomong minimal sudah jadi orang tua, atau pernah kuliah ingin rasanya tak tapok pipine dengan mesrah. Kenapa ? Pertama, Kalau dia sudah berumah tangga dan dia punya anak, saya yakin pasti dia sering ngajari anak-anaknya sesuatu. sadar atau tidak. Pendidikan pertama dan utama kan dari orang tuanya, di rumah. jkalau pendidikannya baik yang sudah bisa dikatakana selangkah ditempuh insyaallah jadinya anak ke depan baik. Namun, jika sebaliknya. Orang tuanya gak ngreken blas anaknya ya pastilah anaknya sulit jadi orang baik. Anaknya ditinggal da cukup dipasrahkan sama pembantunya. Alamat. Apalagi bikinnya gak pake bismillah....Hehehe...
Kedua, Pendidikan juga terjadi di masyarakat dan pergaulan. Jika masyarakatnya baik, pergaulan dan temen-temannya baik ya mungkin sudah dua langkah ada dalam genggaman. Coba pernah nggak kita mengawasi pergaulan anak kita....
Ketiga, kemana anak sampean disekolahkan ? kemana mereka ngaji ? Kalau mereka ada penarikan biaya dan wajar jumlah dan prosedurnya, ya gak usah terlalau banyak dipersoalkan. Kalaupun katanya semua sudah dicover sama pemerintah ? Yang mana yang dicover tolong juga tunjukkan. Wong cuma iuran 30rb sebulan saja sudah dipersoalkan pake bawah wartawan dan LSM segala. Padahal kalau dihitung sehari kan cuma seribu. Selevel dengan kencing sekali di ponten. Coba bilang air yang digunakan [ponten dan tanah yang ditempati milik negara ?
----
Edisi spesial Hari Guru

Read more >>

Teror Masyarakat Pasuruan : Begal Motor

Pasuruan, adalah nama sebuah Kabupaten yang terletak di Tapal Kuda Jawa Timur. Sebagai wilayah tapal kuda, sebagian penduduknya adalah keturunan suku Madura yang dulu di jaman Majapahit pernah ekspansi bersamaan pembagian wilayah yang diminta Arya Wiraraja kepada Raden Wijaya karena berjasa membantu mendirikan Kerajaan Besar Majapahit. Namun, bukan berarti sebagian besar penduduknya sebagai peranakan Madura. Sebagain juga bersuku Jawa sebagai mana wilayah Pasuruan bagian barat. Wilayah Pasuruan sebenarnya sangat strategis. Askes ke Ibukota Propinsi dari arah timur selalu melewati Pasuruan. Demikian juga wilayah Malang dan sekitarnya. Namun sayang, akses yang demikian, kemuddian rusak karena adanya bencana lumpur lapindo di Sidoarjo. Mau tidak mau, karena berbatasan langsung dengan Sidoarjo dampaknya juga turut dirasakan oleh Pasuruan. Salah satunya adalah macet.
Kembali kepada topik. Sepanjang tahun 2012-2013, Pasuruan menjadi wilayah yang sangat rawan dengan kejahatan terutama Begal motor. Banyak diberitakan di media massa bagaimana komplotan begal beraksi menggunakan gaya rider touring. Berjalan di jalanan beriringan 3 sampai empat motor sport. Dandanannya pun demikian, mirip pengendara touring dengan membawa lampu senter merah sebagai lampu komando. Mereka menyusuri wilayah Pasuruan mulai dari Pasuruan timur di Grati sampai Pasuruan Barat di Watukosek. Mulai Utara di Gempol sampai Pasuruan Selatan di Purwodadi. Kejahatan ini dilakukan tak mengenal waktu demikian juga mangsa. Boleh jadi kejahatannya dilakukan di pagi hari ketika banyak orang bekerja lalu lalang dijalanan. Mangsanya pun demikian, mulai dari anak sekolah, pelajar sampai pekerja. Beberapa kejadian juga dialami oleh petugas keamanan (TNI dan polisi)

Read more >>

Jumat, 22 November 2013

Pada Suatu Pagi

Inilah ekspresi dua putraku kala pagi hari di depan rumah. Ada yang belajar, ada juga yang asyik naik sepeda. Sementara itu, beberapa bungan sudah mulai mekar dan merekah

Belajara aahhhh

Metal men

aummmmm

Hallo brooo

lapooo pren, melok ta ?

Pancawarna

Pancawarna mekar

Asoka rontok

Berasuta





Read more >>

Sumber Gadung : Wisata Murah Memberi Makan Ikan di Kolam

Tamasyah, rekreasi, piknik adalah deretan istilah untuk menggambarkan bahwa kita sedang bepergian ke suatu tempat guna menghilangkan penat. Asosiasinya tempat tersebut sangat bagus, sejuk, indah, masuknya harus bayar dengan uang, kalau perlu mahal. Biasanya letaknya sangat jauh dan harus ditempuh berjam-jam dengan kendaraan. Pernyataan itu benar tapi keseluruhannya. Intinya kita cuma refresh saja setelah penat seharian dengan beragam aktivitas. Kalu hal demikian yang kita setujui, dengan biaya murah dan terjajangkau  bisa kita coba berwisata ke Kolam Ikan Sumber Gadung di Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Mojokerto.
Letaknya dekat dengan Pusdik Brimob Watukosek. Setalah sampai di masjid Pusdik silakan masuk ke utara jalan ada jalan desa wates. Sekira 500 meter kita sampai di sana. Apas aja yang ada di sana kita uraikan berikut ini :
Pintu Masuk Lokasi
Jangan lupa beli sentrat untuk pakan ikan
ikon sumber gadung
Joglo tempat Istirahat
Salah satu mata air
kasih makan ikan
prusutan
bandulan
kolam ikan
jenis ikan koi
bandulan
mandi ah.....
pegel
 


Read more >>

SDIT Al Munawwar : Sekolah Minimalis Artistik

Tanggal 12 Nopember 2013, saya berkesempatan untuk mengikuti Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD Negeri/Swasta untuk terakhir kalinya. Ya, terakhir. Karena setelah ini saya secara definitif tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah dimana saya bertugas, SD Muhammadiyah 1 Gempol atau SD MUTU. Sebagai pengganti saya, Persyarikatan telah mengangkat kepala sekolah baru. Khusus pelantikan sebenarnya telah dilangsungkan tanggal 19 Oktober 2013. Jadi, secara definitif saya sebenarnya sudah dominisoner. Namun, karena sertijab molor sampai hari ini, kegiatan kepalas ekolah tetap saya harus laksanakan. termasuk di dalamnya adalah menghadiri rapat dan tanda tangan yang hubungannya dengan kepala sekolah.
Kembali ke MKKS tadi. MKKS kali ini diselenggarakan di SD swasta di kecamatan Gempol. Yang namanya swasta, maka akan ada kesamaan nasib dan juga kesamaan perjuangan. Nasib bahwa sekolah kami bukanlah sekolah pemerintah. Nasib bahwa guru-guru kami bukanlah guru-guru PNS. Nasib bahwa kami harus berjuang memajukan pendidikan. Perjuangan yang sama untuk menegakkan kalimah Allah melalui wadah pendidikan.
SD yang saya maksud adalah SDIT Al Munawwar (huruf 'w'nya dobel) yang terletak di desa Kepulungan Kecamatan Gempol. SD ini adalah SD swasta yang dikelolah oleh yayasan. Namanya SDIT, sering kali orang akan mengasosiasikan dengan salah satu partai yang berlambang bulan sabit singkur-singkuran. Namun, prasangka itu sama sekali tidak benar. Menurut kepala sekoalhnya, Ibu Ainun Choiriyah, sesungguhnya SD ini tidak ada sangkut pautnya dengan partai satu ini. Mereka mandiri dan bersifat non partai.
Ada yang menarik dari sekolah ini. Letaknya memang masuk dan menjorok ke dalam sebuah lokal pendidikan. Sisi depan khusus diperuntukkan bagi PAUD dan TK Al Munawwar. Jumlah siswanya lumayan banyak. Di sisi tengah atau utara dari TK, ada sebuah bangunan masjid yang cukup besar. saya tidak tahu nama masjidnya. Baru, di sisi utara atau kompleks paling akhir bangunan SDIT Al Munawwar berdiri. Bangunan SDnya sungguh unik dan menarik. Bagi saya pribadi sangat salut dengan model bangunan yang ada. Sebenarnya, dengan modal yang ada ini SD ini mampu untuk tampil beda dan bersaing dengan sekolah negeri yang ada di sekitarnya. Tinggal promosi dan pendekatan saja.
Bangunan SDIT Al Munawwar terdiri atas 2 bangunan utama. Bangunan pertama adalah ruang kelas yang terleatk paling utara. Kesan saya pertama melihatnya adalah bahwa bangunan ini adalah bangunan awal yang dibuat untuk ruang pembelajaran siswa. Gedung ini bersifat semi permanen. Atapnya terbuat dari semacam almini tapi bentuknya lengkung. Penyangga seng tersebut adalah rangkah besi. Rangka besi tersebut ditopang oleh beton pada sudut-sudut bangunan. Dinding bangunan sepintas terbuat dari triplek yang dicat dengan corak yang variatif. Ventilasi udaranya cukup besar dan memang dibuat tanpa jendela sehingga angin dari rerimbunan bambu di sekitar kelas dapat leluasa masuk. Pada bangunan ini terdapat 3 kelas yang disket dengan triplek juga. Meski kesannya minimalis, tapi disain yang ditampilkan cukup detail dan apik. Tidak ada kesan murahan pada bangunan yang dihasilkan. Kelasnya bersih. Pajangan hasil karya siswa ditempel dengan baik.

Bangunan berikutnya adalah bangunan kelas juga. Ketika pertama saya datang bangunan inilah yang menjadi sorotan pertama saya. Kebetulan memang, rapat siang ini ditempatkan di banguna ini. Saya melihatnya bangunan ini adalah bangunan baru. Hal ini saya lihat dari kondisi bangunan yang relatif masih sangat bagus. Senada dengan bangunan pertama, bangunan ini sangat mengusik hati saya. Disain yang apik dan tidak murahan akan kita dapati ketika melihatnya. Saya berfikiran, pasti bukan orang sembarangan yang mampu mendisainnya. Hanya orang yang sudah paham masalah bangunan dan sisain yang mampu menggambar dan merealisaikan dalam bentuk bangunan. kalau hanya tukan saja mustahil mampu menghadirkan nuansa seperti ini. 

Bangunan ini lebih berkesan lux daripada mainimalis. Bentunya yang terbuat dari bahan bambu menambah kesan asri bangunan ini. Atap memang masih memakai bahan yang sebenarnya sudah tidak direkomendasikan untuk bangunan publik (asbes keluntung). Namun pada tiang penyangganya terbuat dari kayu kelapa yang sudah dibentuk. Dinding-dindingnya terbuat dari bambu yang ditata membentuk motof tertentu. Jika kita amati, motif yang digunakan adalah motif jajaran genjang dengan diagonal. Jendela-jendela ruangan ini lost sehingga angin bebas keluar masuk. Sisi barat bangunan juga demikian.
Yang meanrik lagi adalah sisi lantainya. Lantai bangunan ini berbeda dengan lantai bangunan pertama yang permanen dan menggunakan ubin. Lantai bangunan kedua memakai kayu. Apa tidak dimakan rayap ? Tidak, lantai tersebut bersifat rumah panggung. Kelas ini sebenarnya didisain sebagai bangunan panggung. Pondasi bangunan berada di stren kali kapulungan yang kemudian dibuatkan tanggul. Pembuatan tanggul beton tersebut sekaligus membuatkan landasan untuk bangunan kelas ini yang bersifat panggung. Kekhawatiran dimakan rayap sedikit terkurangi. Tinggal perawatannya saja. 
Bangunan ini sebenarnya terdiri atas dua ruang kelas yang disket dengan anyaman bambu yang bisa dibongkar pasang. Saya melihatnya, proses bongkar pasangnya mudah karena setiap dinding dan sket dipasangi grendel atau slot yang sewaktu-waktu dapat dilepas dengan mudah. Tinggal lepas kemudian goangkat beberapa orang pria, beres. Namun sayangnya, mayoritas gurunya adalah kaum hawa. Hehehe...
Begitulah pengalaman ke SDIT Al Munawwar. Mudah-mudahan dapat terus berkembang dan berbuat banyak guna masarakat dan agama


-
Read more >>

Kamis, 21 November 2013

Ini yang Membuat Musim Hujan, Kita Betah di Rumah.

Musim hujan telah tiba. Setiap siang dan sore biasanya akan turun hujan dengan intensitas yang berbeda. Ada kalanya hujan deres disertai petir dan angin kencang. Suasana mencekam ditambah listrik di rumah padam. Ada kalanya juga hujan sedang. Dalam hitungan menit sudah redah sedia kala. Kadang pula hujan gerimis mengundang, yang kerasan berjam-jam tidak kunjung redah. Semuanya bagi orang beragama adalah anugerah. Ada kenikmatan yang senantiasa dapat kita petik di balik kejadian. Ada pelajaran yang dapat kita ambil dibalik sebuah peristiwa.
Demikian halnya dengan hujan. Apapun status hujan yang ada. Ada pelajaran dan juga anugerah yang dapat kita ambil. Sekalipun kiranya hujan menjadikan banjir melanda. Atau hanya sekedar rintik-rintik belaka.
Saya sebagai bapak, sebagai suami akan banyak tinggal di rumah ketika suasana hujan. Akan berada di samping istri. Tidur keruntelan dengan anak-anak. Meskipun jika dilihat jam dinding belum menunjukkan jam istirahat. Suasananya memang, yang menjadikan hujan nyaman untuk bercengkrama bersama orang terkasih. 
Apalagi bagi kita orang Indonesia yang doyang nyemil. Suasana hujan akan terasa lebih enak dinikmati dengan santapan-santapan yang hangat. Baikitu makanan berat yang mengenyangkan, atau hanya sekedar makanan ringan sebagai cemilan.
Ada banyak variasi makanan yang dapat dijadikan menu bersantap kala hujan. Bisa kolok pisang atau hanya sekedar gorengan. Bisa juga krupuk petis yang nikmat yang digoreng pasir. Kalau kita punya dana berlebih, bisalah kita mencegat abang bakso yang lewat depan rumah. Jujur saya yakin, mereka senantiasa menanti panggilan kita. Daripada keluar rumah, mending si abang saja yang dipanggil.
tak lupa pula, secangkir kopi atau teh hangat. bagi saya lebih nikmat jika diselingi wedang jahe. Selamat musim hujan. Siapkan selimut yang tebat.
Teruslah waspada
Read more >>

Rabu, 20 November 2013

Menata Kembali Blog : Efek Penggantian Email Utama dan Mengganti Penulis Blog

Sungguh tidak dapat saya banyangkan. Niatan saya untuk mengganti email utama blog saya yang semula menggunakan akun yahoo berdampak buruk. Semula, saya memang menggunakan akun yahoo sebagai akun utama saya di blogger. Akun itu jauh bahkan pertama kali saya gunakan sebelum yahoo memperlakukan aturan harus menggunakan akun gmail dan adanya google+. Pada saat google memperlakukan aturan harus menggunakan akun gmail dan adanya google plus, maka secara otomatis akun saya yang tidak memakai gmail diberi akun gmail dari google. Sedangkan akun yahoo yang saya miliki masih dapat saya gunakan login ke blogger sebagaimana biasanya. Sebelumnya juga saya sudah membuat akun gmail yang saya tempatkan sebagai akun skunder saya. Di blogger, akun gmail itu saya jadikan penulis di blog. Jadi di samping saya memiliki email utama, saya juga memiliki akun alternatif yang jg berfungsi sebagai akun penulis di blog saya.
Dalam perjalanannya, saya merasa tidak ada yang salah dengan akun gmail saya yang dikasih oleh google. Saya merasa ada kesalahan beberapa minggu yang lalu ketika ejaan akun saya kurang satu huruf. Iya, cuma satu huruf. Namun bagi saya hal tersebut sungguh sangat mengganggu sekali. Dari sinilah kemudian saya mengcoba browsing di internet bagaimana caranya mengubah admin blog. Ternyata caranya mudah cuma menjadikan akun skunder saya sebagai admin dan menjadikan email primer saya sebagai penulis.
Tidak berhenti disana saja. Saat itu saya juga menonaktifkan dan menghapus email utama dan mengganti dengan akun skunder. Saya juga menghapus akun google plus saya dan menggantinya dgn yang skunder. Alamatnya saya tidak punya lingkaran di sana.
Dampak buruk lainnya foto-foto yang sudah saya posting dalam postingan sebelumnya juga ikutan hilang. Waduh pusing minta ampun. Akhirnya yang rugi juga saya. Kembali saya ambil laptop. Saya benahi kembali blog saya.
Read more >>

Senin, 11 November 2013

Bola, Tontonan Segala Usia

Usai sudah kompetisi sepakbola antarkampung di desa Watesnegoro kec. Ngoro Mojokerto. Puncak final mempertemukan 2 kesebelsan yaitu Flaying Garuda berhadapan dengan Minyak Wangi. Dalam pertandingan yang digelar kemarin Playing Garuda Krikilan lebih unggul 3-2 dari Minyak Wangi. Sebelumnya perebutan posisi ketiga yang mempertemukan Perseda Dateng dengan Gala Raya dimenangkan oleh Perseda dateng dengan skor mencolok 7-0.
Terlepas dari semua bentuk kecurangan dan permainan kotor dalam dan luar lapangan. Baik yang dilakukan oleh semua oknum, mulai pemain, pelatih official bahkan wasit sekalipun ada beberapa hal menarik dari sebuah sepak bola.
Pertama, Sepak bola adalah agama baru yang muncul dan menguat di era abad 21. Yang mampu membangkitkan emosi manusia sampai taraf ketaatan yang melampaui ketidakwajaran sekalipun.
Kedua, Sepak bola nyata-nyata mampu menyatukan setiap komponen bangsa. namun dalam satu sisi yang lain dapat membuat sket-sket  antaraanak bangsa. Dengan kata lain, sepak bola dapat menyatukan namun juga dapat mencerai berai suatu bangsa
Ketiga,  Sepak Bola adalah olahraga murah meriah dan dapat dimainkan dimana saja dan oleh siapa saja.
Keempat, Sepak Bola adalah tontonan semua orang tanpa memandang status sosial, usia, jenis kelami apalagi agama.
Kelima,  dan ini penting. Tak perlu anda piawai bermain bola hanya skedar untuk dapat menjadi komentator bola.
Read more >>

Jumat, 08 November 2013

Sidang Isbat Penentuan Tahun Baru Hijriyah 1435 H

Hari ini Ahad tanggal 3 Nopember 2013 digelar sidang isbat penentuan tahun baru Hijriyah 1435 H. Sidang itu cukup serius meskipun sesekali diselingi gelak tawa peserta sidang. Bergiliran ormas satu dengan ormas lain menyampaikan pandangannya. Acara yang digelar mulai pukul 17.00 WIB itu diawali dengan pembacaan surat Al Fatihah yang dipimpin sekjen Bimas Islam Kemenag RI. Dalam sambutannya dia meminta masyarakat terutama umat Islam agar tenang dan menunggu saja apa yang akan diputuskan Kemenag. Apakah akan tahun baruan besok atau lusa. Hal ini mengingat, pantauan hilal yang dilakukan oleh Badan Rukyat Hilal di beberapa titik di Tanah Air belum selesai. Beberapa wilayah barat Indonesia masih melakukan pantaun dengan harapan dapat menyaksikan hilal meskipun ketinggian hilal versi Imkan Rukyat berkisar minus dua derajat di bawah ufuk. Jadi dengan kata lain mustahil untuk dapat dirukyat. Hanya satu ormas yang tidak hadir dalam sidang itu dan menjadi gunjingan peserta.
Selesai sudah semua ormas telah memberikan pandangan tentang hasil rukyat hilal di beberapa titik. Hampir semua mufakat tidak melihat hilal karena mereka yakin bahwa hilal tidak mungkin dirukyat dengan mata telanjang. Berdasar masukan ormas dan hasil observasi rukyat hilal di beberapa titik tersebut, akhirnya  Bapak Menteri Agama memutuskan Tahun Baru Hijriyah jatuh pada hari Selasa tanggal 5 Nopember 2013. Bilangan bulan Dzulhijjah menurut Bapak Menteri harus dibulatkan 30 hari. Dan Hari raya jatuh 2 hari kemudian. Suasana seketika cair. Tepuk tangan dan Sholawat bergema. Semua hadirin diminta ke ruang sebelah untuk ramah tamah. Telah disediakan hidangan untuk santap malam bersama.
Sementara itu, di Cakung salah satu ormas berbeda dengan pemerintah. Mereka mengaku telah melihat hilal dengan ketinggian 3 derajat. Lama hilal terlihat sekitar 23 detik di atas ufuk setelah matahari terbenam. Karena kecewa 2 kali tidak diakui pemerintah akhirnya mereka memilih untuk tidak melaporkannya. Akhirnya mereka tahun baruan sendiri pada hari seninnya. 
Berbeda dengan Muhammadiyah, mereka telah menetapkannya jauh-jauh hari. Mereka juga tidak mengikuti sidang isbat yang diselenggarakan pemerintah. Kata seorang Profesor, mereka memilih mufarroqoh alias memisahkan diri dari jamaah dan melakukan bid'ah dengan mengusung wujudul hilal.

-------
Cerita fiktif. hanya untuk hiburan saja
Read more >>

Kamis, 07 November 2013

Ketika Goyang Mewabah

Video Goyang Cesar Yuk Kita SahurHari ini aku masuk kelas. Kelas yang kutuju adalah kelas VI SD Muhammadiyah 1 Gempol. Jumlah muridnya tidak banyak hanya 27 siswa. Perbandingan prosentase putra dan putrinya seimbang antara 45 % putri dan 55 % putra. Semua adalah anak-anak yang mulai menapaki usia remaja. Masa akil baligh sudah dialami di antara sebagaian mereka. Kulihat dari potongan dan suara saja sudah bisa kutebak. Sebelumnya merke menungguku di depan kelas. Duduk-duduk bergerombol sambil menghabiskan jajanan yang mereka beli sebelum bel berbunyi. Ada juga yang berbagi secuil makanan ringan itu. Kubiarkan dulu sebentar sampai habis yang mereka makan. Tak sampai semenit mereka sudah masuk kelas, berisap dan dilanjutkan dengan berdoa.
Ada pemandangan menarik ketika mereka berjalan beriringan menuju kelas. Jalan mereka aneh, khusus untuk siswa laki-laki. Jalan yang seolah-olah ada yang salah dengan cara berjalan mereka. Jalan yang seolah-olah dibuat-buat dengan berirama. Ketika saya cermati lebih lanjut ternyata ada suara nyanyian yang mengiringi. Saya tidak tahu betul lagu apa itu. Ternyata jalan mereka memang sambil bergoyang atau berjoget. Ah, anak-anak apa yang dilihat itu yang diperbuat.
Setelah salam kuperintahkan untuk membuka juz amma. Satu surat kupinta untuk mereka baca. Surat Al Fajr. Lumayan panjang memang. Sambil menunggu tenang sekaligus mengawali hari dengan sesuatu yang baik. Membaca Al Quran.
Kembali ke goyang. Saya pelajaran dengan bertanya. "Siapa gurumu ?"\
Sontak semua menjawab "Pak Riyono"
"Salah !" jawabku
Anak-anak bingung dan saling pandang. Mereka merasa sudah menjawab benar tetapi saya menganggapnya salah
"Gurumu adalah Televisi. Gurumu adalah Cesar. Gurumu juga Kereta malam. Gurumu Bang Jali dan juga Caur-caur (Campur-campur)". Selorohku.
""Karena apa yang diajarkan mereka jitu untuk kaliantiru. Ingat jika suatu saat mereka mengajarkanmu untuk jatuh sumur, maka akan kalian ikuti" Tegasku
Fenomena Goyang lagi marak di layar TV. Setiap stasiun TV seolah berlomba bikin goyangan. Ada goyangan A, B, C dan D. Intinya semuanya sama, sekedar goyang saja. Kemudian goyangan itu dijadikan ikon acara. Padahal di negeri ini, kalau mau jujur, warganya adalah warga yang latah. Jika ada seorang yang berhasil dengan kreativitasnya maka yang lain akan berlomba-lomba meniru hal yang sama. Sama juga dengan goyangan. Satu TV sukses, yang lainnya ikut buta. Sampai pada akhirnya penonton bosan. Saat itulah mereka akan ditinggalkan.
Read more >>

Rabu, 06 November 2013

Agama Baru Itu Bernama Sepak Bola

Abad 21 telah kita masuki. Banyak orang berpendapat bahwa abad ini banyak orang berbondong-bondong mencari ketenangan spiritual. Setelah pada abad sebelumnya orang telah terlena dengan falsafah komunis dan juga kapitalis. Mengganggap Tuhan telah mati dan kebahagiaan hanya diukur dengan pencapaian materi, maka pada abad ini akan terjadi sebaliknya. Kegersangan spiritual akan menuntun manusia kembali kepada fitrahnya. Kemana lagi jika tidak kembali kepada agama dan mencari kebenaran Tuhan.
Pendapat ini bisa dianggap benar. Namun juka bisa dianggap salah. Dianggap benar karena pada saat ini tren keagamaan manusisa meningkat. Rumah ibadah terutama masjid ramai didirikan. Seminar-seminar serta kegiatan tabligh masalah agama kerap kali dilakukan. Pakaian pun demikian, banyak orang kemudian menggunakan simbol-simbol agama dalam kehidupan. Semua jika dibuat generalisasi akan mengindikasikan bahwa pola keberagamaan manusia pada abad ini meningkat tajam. Jika semula orang acuh terhadap agama, maka pada abad ini mereka kembali kepadanya.
Namun, di sisi lain seahrusnya kita merasa prihatin. Keprihatinan kita terutama menyangkut kualitas beragama itu sendiri. Meminjam istilah Amien Rais, pola tauhid manusia tidak berdampak secara sosial. Kita lihat orang berbondong-bondong memakai simbol agama, naik haji, sholat, mengerjakan puasa serta mendirikan rumah ibadah, Namun secara haqiqi semuanya hanya menyangkut kebutuhan keberagamaan personal saja. Pola keberagamaan manusia abad ini tidak menyentuh level yang lebih umum, misalnya pola peribadatan membekas dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Terbawa dalam iklim kerja dan membentuk masia beragama tidak hanya pribadi tetapi juga sosialnya.
Kita lihat buktinya, mereka yang katanya beragama toh pada akhirnya tertangkap korupsi, tertangkap tidur dengan wanita yang bukan isterinya. Menerima suap, menyuap dan lain sebagainya sebagai bentuk perlakuan keji.

Agama Abad 21
banyak orang memandang sejatinya agama abad 21 bukanlah kebangkitan agama samawi ataupun agama bumi. Ternyata kebangkitan agama yang dimaksud adalah sesuatu yang dapat menyatukan. Sesuatu yang dapat menghipnotis manusia untuk melakukan sesuatu meski dalam keadaan payah sekalipun. Mampu mendatangkan manusia ke suatu negeri dengan dana pribadi yang tak ternilai. Membuat manusia bersikap ekstrem dalam pembelaan. Jangankan harta, nyawa mereka pertaruhkan.
Ternyata agama yang mampu membangunkan manusia dari tidurnya pada dini hari hanya untuk sekedar nonton TV itu bernama sepak bola. Iya, sepak bola. Boleh percaya atau tidak.Gara-gara bola semuanya bisa dinomorduakan. Apalagi hanya sekedar persoalan agama. Sholat misalnya,
Padahal kalau mau jujur, sejatinya sepakbola adalah romantisme masa kecil seseorang. Bereebut sesuatu, menendangnya dan kemudian berteriak kegirangan. Kalau mau jujur, mengapa harus berebut sebuah bola. Beri saja mereka satu satu biar tidak terjadi perkelahian di antara mereka.
Ya, agama itu bernama bola. Ayo nanti jam 2 bangun. Ada liga champion Chelsea.......
Read more >>

Membandingkan Guru vs Buruh : Serupa Tapi Tak Sama

Ada sebuah status teman yang berprofesi serupa dengan saya, "GURU" yang menggelitik pikiran saya. Menggelitik karena kalau dipikir logis ada benarnya. Namun, ketika dipikir lagi juga ada salahnya. Beliau membandingkan dua profesi yang nampak sama dan juga berbeda, guru dan buruh. Sama karena mereka sama-sama pekerja profesional yang membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup dia. Berbeda karena pendapatan yang mereka terima tidak sama (tentu guru yang dimaksud bukanlah seorang PNS melainkan guru honorer). Untuk buruh dengan status tetap, maka sebulan gaji yang didapat diperkirakan di atas 1,5 juta. Namun, bagi guru yang statusnya honorer maupun swasta maka pendapatan per bulannya adalah tidak sampai 500 rb rupiah.
Dari sanalah beliau kemudian menuliskan status sebagai berikut :

"Demo buruh dan mogok nasional menuntut gaji sesuai dgn kebutuhan hidup layak ???
Buruh harus belajar lagi ke Guru honorer, mereka tidak pernah menuntut gaji sesuai dengan kebutuhan hidup layak berapapun yang ia terima, selalu di syukuri dan menerimanya dengan Ikhlas ???"

Ada beberapa point yang dapat kita kritisi dalam status di atas. Mohon maaf saya tidak sedang mengadili seseorang. Namun, saya mencoba untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya :
  1. Demo menuntut Kebutuhan Hidup Layak. Tak ada yang salah dalam kalimat ini. Menurut saya memang harus demikian. Hukum Indonesia memang seperti ini. Pemerintah tidak akan merubah suatu ketetapan jika kita hanya berdiam diri. Demikiran juga UMR akan tetap pada bilangan yang sama jika buruh tidak menyuarakan suaranya. Di sini dituntut kekompakan. Perasaan takut PHK, intimidasi, dirumahkan dan lain-lain harus dijauhkan. Intinya kita satu untuk semua, semua untuk satu. Ini yang membedakan guru sama buruh. Guru masih memandang citra dia sebagai manusia ikhlas yang karena keikhlasannya digaji berapaun dia mau. Sebuah paradigma yang semestinya sudah didaurulang.
  2. Buruh harus belajar lagi ke Guru honorer. Buruh saya yakin bukan manusia yang tidak berpendidikan. Mereka juga mengenyam pendidikan sebagaimana guru. Sayangnya mungkin hanya sebagian saja yang sarjana sisanya SLTA. Namun demikian jangan dianggap mereka manusia bodoh. Mereka berkumpul, bersyarikat dan beraduh argumen dalam rapat. Mereka juga punya logika, bisa menganalisis sebagaimana guru. Karenanya mereka dapat menghitung berapa nilai rupiah yang pantas untuk mereka dapat sebagai bekal membakar tungku di rumah sebulan penuh. Beda dengan guru honor, mereka tidak sanggup untuk menghitung itu. Berapa duit pun mereka terima. Yang penting ikhlas. Akhirnya selama seminggu mereka makan nasi, sisanya mereka makan ikhlas. Jadi siapa sekarang yang mesti belajar sama siapa. Buruh sama guru atau guru sama buruh ?
  3.  mereka tidak pernah menuntut gaji sesuai dengan kebutuhan hidup layak berapapun yang ia terima, selalu di syukuri dan menerimanya dengan Ikhlas ???" Ah, ini menurut saya omong kosong. Kenapa ? Belum apa penelitian yang membandingkan nilai rupiah yang diterima guru dengan besaran syukur dan ikhlas mereka. Bisa jadi kalau diteliti keihklasannya saya yakin prosentase keikhlasannya akan sangat kecil. Syukurnya akan sangat minim. Sisanya tidak akan syukur dan tidak akan ikhlas. Pertanyaannya: Kenapa mereka tetap setia terhadap profesi guru honor meskipun rupiah yang diterima kecil ? Ada beberapa kemungkinan : pertama, Karena ada iming - iming atau ingin menjadi PNS di kemudian hari. Jika tidak demikian mereka ada harapan untuk mendapat sertifikasi jika sudah lulus PLPG. Nominalnya besar. Hampir menyamai UMR. Kedua, tidak ada lagi pekerjaan lain yang mereka dapat. TErpaksa daripada nganggur jadi guru saja meskipun gajinya  kecil. Sambil nunggu-nunggu suatu saat atau batu loncatan. Buktinya banyak sarjana ekonomi, kehutanan dan lain-lain jadi guru yang notebene bukan faknya. Ketiga, Tidak kreatif untuk membuat lapangan pekerjaan baru.  Mau jadi buruh malu karena sudah terlanjur jadi sarjana. keempat, Mereka (guru) tidak punya nyalih untuk turun jalan dan mogok mengajar sebagaimana buruh. Kelima, dan mudah-mudahan ini bener.  Mereka ikhlas menjadi guru dan bersyukur berapapunyang didapat karena Allah. Dan inilah orang-orang yang cocok menghuni surga. Bravo Guru, Bravo Buruh
Read more >>

Ulat Bulu, Kecil Tapi Menakutkan

Ulat Bulu, adalah sebuah hewan yang ukurannya kecil. Dengan diameter tak lebih dari satu centimeter dan panjang maksimal 8 cm hewan ini mampu membuat merinding orang yang memandangnya. Bagi hewan lainnya pun demikian. Jarang kita temui ada hewan pemangsa serangga yang terang-terangan memangsa ulat bulu. Ulat bulu, hewan kecil tapi menakutkan. Tak terkecuali bagi yang phobi terhadapnya.
Ada banyak faktor yang membuat orang phobi terhadap ulat bulu. Salah satunya mungkin memang tampangnya yang cukup sangar sehingga membuat orang takut. Atau mungkin juga karena ulat ini mempunyai bulu-bulu halus yang mampu membuat orang kegatelan karenanya. Bulu-bulu halus ini memang mengandung zat tertentu yang jika tersentuh kulit maka kulit itu akan iritasi dan bentol sana sini. Karenanya mungkin banyak orang merasa geli dan takut dengan ulat bulu.
Tapi ini hanya sebagian orang saja. Banyk juga orang yang tidak takut dengan ulat bulu. Karenanya untuk antisipasi jangan sampai kena bulunya terlebih dulu dibunuh. Penyingkiran ulat bulu memang perlu jika sudah menjadi wabah akan berbahaya. Di daerah Probolinggo contohnya, ketika ulat ini mewabah maka akan sampai mengganggu aktivitas banyak orang. Masuk kerumah dan tempat ibadah. Orang keluar rumah juga akan pikir - pikir.
Tapi tahukah kita, sesungguhnya ulat hanya sebuah proses metamorfosis belaka. Lambat laun ulat itu akan menjadi kepompong dan akhirnya setelah bersemedi sekian lama berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Saya tidak tahu persis berapa waktu yang dihabiskan oleh ulat untuk menjadi ulat, kemudian waktu untuk menjadi kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu.
Intinya proses itu memang tidak kita ketahui.Umumnya kita melihatnya jijik dan serta merta memusnahkannya. Bahkan tak jarang pohon tempat dia berda turut dimusnahkan. Akhirnya tempat semula yang sejuk menjadi panas lantaran tiada lagi tempat berteduh. Sekali menyelam sambil minum air. Sekali membasmi ulat, hilang pula pepohonan. Ketika itu barulah kita menyesal. Kenapa pohonnya ikut dimusnahkan ?
Penyesalan memang datangnya akhir.
Read more >>

Senin, 04 November 2013

Berdoa di Media Sosial. Salah Alamat

Sering kita baca dalam sebuah status di media sosial Semacam Facebook atau Twiter misalnya "Bismillahirrahmanirrrahim, mau berangkat kerja". Atau adakalahnya "Alhamdulillah, selesai juga". Atau bahkan yang lebih dari itu kayak "Ya Allah, mudahkanlah jalan bagi hamba". Status macam beginian banyak kita dapati ditulis sahabat, rekan atau orang lain yang berteman dengan kita meskipun kadang kita tidak tahu siapa dia sesungguhnya. Maklum kejar target pertemanan. Hehehehe...
Baiklah, menurut saya pribadi, dan tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain. Kesannya status semacam ini salah alamat. Inti status seperti ini, mungkin ya mungkin si penulis mau berbagi dengan teman tentang aktivitas dan guratan jiwa. Kondisi emosi dan juga harapan dia. Tetapi sayangnya salah alamat. Maunya berdoa tetapi bukan kepada yang layak untuk dipanjati doa. Harusnya kepada tuhannya. Eh mala berdoa sama FB. Mau curhat sama Tuhan, eh mala diobral sembarangan.
Makanya jangan salah alamat. Bukan Lebay loh
Read more >>

Hidup Kita Jangan Sampai DIpengaruhi Oleh Orang Lain dalam Bersikap

Ari Ginanjar Agustian Pelopor ESQ, adalah orang yang sangat piawai dalam memberi motivasi. Dalam buku-bukunya banyak sekali pelajaran penting yang dapat kita ambil hikmahnya. Pun demikian dalam setiap pelatihan ESQ yang diadakannya selalu banyak peminatnya. Meskipun, menurut saya biaya investasinya cukup mahal. Terlepas  dari segenap kritik dan juga fatwa dari Majelis Ulama Malaysia yang menyatakan bahwa ajaran ESQ banyak kandungan gado-gado agama, jujur kita akui motivasi yang diberikan oleh Ari Ginanjar mampu memberikan motivasi dan perubahan pada bvanyak orang dan juga perusahaan.
Kisah menarik baru-baru saja saya baca dalam salah satu fan page Ari Ginanjar yang berkisah tentang dua orang yang sedang berbelanja di sebuah toko buku. Kebetulan penjaga toko buku adalah orang yang bertipe menjengkelkan dalam melayani customer. Dia acuh tak acuh dan cenderung tidak menghiraukan pelanggan. Terang saja seorang pelanggan di antara dua orang tersebut tersinggung dan memutuskan untuk tidak jadi berbelanja buku di sana. 
Namun tidak demikian dengan orang kedua. Meskipun dia tidak dilayani dengan baik dan cenderung diacuhkan dengan sikap penjaga toko dia sanatai saja. Dia tidak tersinggung dan tetap bersikap ramah. Berbalik 180 derajat dengan pelayanan yang diberikana kepadanya. Hal inilah yang menjadikan pelanggan pertama merasa heran dengan pribadi yang kedua.
"Kenapa kamu enjoy saja dengan penjaga toko. Padahal dia bersikap kurang simpatik kepada kita" tanya pelanggan pertama.
"Oh, Saya tidak ingin sikap hidup saya dipengaruhi oleh orang lain" Jawab pelanggan kedua.
"Maksudnya ?" tanya penggan pertama seraya heran karena tidak memahami maksud jawaban dari pelanggan kedua.
"Begini, kalau ada orang lain jahat kepada kita. Janganlah kita balas dengan kejahatan. Kalau ada orang lain jutek dengan kita jangan pula kita balas dengan sikap lebih jutek lagi. Ketika kita balas demikian berarti sikap kita telah dipengaruhi oleh orang lain. Jadilah diri kita sendiri. Bersikap sesuai dengan diri kita sendiri" Jawabnya.
Kadangkala ada orang lain bersikap jahat, kita bals lebih jahat. Ada orang pelit terhadap kita, maka akan kita balas lebih pelit lagi. Hal ini menurut Ari Ginanjar kita telah dipengaruhi orang lain dalam bersikap. Janganlah kita menjadi pelit lantaran orang lain berksikap pelit. Saya jadi teringat sebuah ungkapan dari para ustadz ketika ceramah, Kalau ada orang yang pelit, jangan kita bals pelit. Saban hari kirimi saja dia dengan amakanan atau apa. Insyaallah dia akan baik kepada kita.
Janganlah Sikap kita dipengaruhi orang lain.
Read more >>

Sabtu, 02 November 2013

Awal Ramadhan dan Idul Fitri 1435 H berdasarkan Almanak Muhammadiyah 2014

Awal Ramadhan dan Idul Fitri adalah dua hari yang banyak menyita energi kaum muslimin di belahan dunia khususnya Indonesia. Banyak energi dan juga finansial yang terbuang gara-gara hari ini. Lebih dari itu kerapkali diwarnai aduh argumen bagi mereka yang merasa dalilnya benar dalam penetapan hari ini. Hujat-menghujat acapkali diarahkan kepada golongan yang berseberangan. Alamatnya jelas, menyerang Muhammadiyah yang punya patokan sendiri yang berbeda dengan kebanyakan ormas maupun pemerintah.
Muhammadiyah menggunakan hisab Haqiqi Wujudul Hilal atau WH untuk penetapan dua hari ini. Hanya dengan perhitungan matematis saja Muhammadiyah sudah yakin akan kebenarannya. Sehingga Muhammadiyah tidak akan pernah melakukan rukyat untuk membuktikan hal munculnya hilal di ufuk barat di akhir bulan. Jauh-jauh hari Muhammadiyah pun sudha dapat menentukan agenda terbaiknya karena kedua hari itu sudah dapat ditentukan.
Berbeda dengan pemerintah dan sebagian ormas lainnya yang masih berpedoman pada rukyat. Mereka akan disibukkan dengan intip-mengintip hilal di penghujung bulan. Kepastian pun belum di dapat sebelum detik. Itu pun belum cukup, masih ada sidang isbat yang melibatkan berbagai unsur ormas dan pemerintah. Kesaksian saja tidak cukup untuk menjadi putusan. Acapkali kesaksian dimentahkan dalam sidang ini dan diabaikan. Sehingga putusan berbeda dengan kesaksian di lapangan. Kesulitan lainnya pasti dirasakan masyarakat yang simpang siur dengan kepastian. Jadi besok apa lusa. Hal ini juga dikarenakan sidang isbat yang tidak praktis dan menghabiskan banyak waktu dan tentunya biaya. 
Berikut ini Awal Puasa dan Hari Raya 1435 H berdasar Almanak Muhammadiyah 2014 :
  1. Awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu 28 Juni 2014. Kemungkinan besar awal Ramadhan akan berbeda antargolongan dan pemerintah mengingat tinggi hilal saat matahari terbenam tanggal 27 Juni 2014 hanya berkisar 0, 31 derajat untuk markaz Yogyakarta. Pemerintah besar kemungkinan baru akan melaksanakan puasa di hari Ahad tanggal 29 Juni 2014.
  2. Hari Raya Idul Fitri atau 1 syawal 1435 H jatuh tanggal 28 Juli 2014 bertepatan dengan hari Senin. tinggi Hilal di Yogyakarta saat itu 3, 37 derajat di atas ufuk saat matahari terbenam tanggal 27 Juli 2014. Berarti Menurut Hisab WH Muhammadiyah puasa genap 30 hari. Mengingat besaran derajat hilal hanya 3 derajat, ada kemungkinan hari raya bisa berbeda.
  3. Idul Adha jatuh pada tanggal 4 Oktober 2014 bertepatan dengan hari Sabtu. Besar kemungkinan Idul Adha akan berbeda antara Muhammadiyah dan Pemerintah karena tinggi hilal diatas ufuk pada tanggal 1 Dzulhijjah ganya sekitar 0, sekian derajat saja.
Demikian info awal puasa dan hari raya menurut kalender Muhammadiyah. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Read more >>

Inilah, Hari Libur Sepanjang Tahun 2014

Liburan adalah suatu yang menyenangkan. Meskipun tidak kemana-mana jika kita libur cukup membuat badan refresh juga. Liburan cukup dinanti. Seseorang dapat menggunakan masa libur untuk berbagai kegiatan. Yang muda-mudi dapat janjian dengan dambaan hati. Yang berkeluarga dapat pula berkumpul bersama keluarganya. Sedang yang masih lajang bisa digunakan untuk kegiatan lain bersama rekan seperjuangan. Mulai mendaki gunung, olahraga sampai tamasyah. Tak ada salahnya dan memang itulah fungsi liburan. Membuat suasana tegang di pekerjaan menjadi rileks sesaat.
Sepanjang tahun 2014, berdasarkan catatan almanak ada beberapa tanggal merah yang dapat dijadikan agenda untuk membuat kegiatan liburan mendatang. Beberapa di antaranya malah beruntun bersifat Harpitnas alias Hari Kecepit Nasional. Berikut ini hari-hari libur sepanjang 2014 :
  1. Tanggal 1 Januari 2014, Tahun baru Masehi. Rame-ramenya liburan. Mulai tua, mudah, kakek, nenek yang berkeluarga samapi yang singgel ikut-ikutan dalam perayaannya.
  2. Tanggal 14 Januari 2014. Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan hari selasa dan masuk hitungan  Harpitnas. Biasanya orang-orang kantoran mengambil cuti bersama pada tanggal 13nya atau hari Senin. Komplit deh liburan 4 hari mulai Sabtu. Khusus Guru dan Dosen "Haram "hukumnya ikut cuti,
  3. Tanggal 31 Januari 2014 bertepatan dengan hari jumat adalah Hari Raya IMlex, Go Xi Pa Cay...hehehe. Sabtunya Harpitnas lagi.
  4. Tanggal 31 Maret 2014 Hari Raya Nyepi pas jatuhnya hari Senin. Sambung liburnya,
  5. Tanggal 18 April 2014 bertepatan dengan hari Sabtu adalah Hari Libur Wafat Isa Al Masih. Kecepit lagi,
  6. 1 Mei 2014, adalah Hari Buruh Nasional. Selamat Buruh perjuanganmu membuahkan hasil. Yang lain sekalian nuntut juga dibuatkan hari libur. Biar kalender makin banyak merahnya.
  7. 15 Mei 2014 bertepatan hari Kamis adalah Hari Raya Waisak
  8. Tanggal 27 Mei 2014 dan 29 Mei 2014, bertepatan dengan hari Selasa dan Kamis. Adalah rentetan libur yang cukup panjang selang selingnya. Enaknya memang cuti saja seminggu full. Pertama adalah ISra' Mi'raj dan yang kedua adalah Libur Kenaikan Isa Al Masih.
  9. 28-29 Juli 2014, Libur Hari Raya Idul Fitri. Perkiaraan saya liburan khusus siswa sekolah sampai dengan hari Sabtu tanggal 2 Agustus 2014. Senin tanggal 4 sudah mulai masuk kembali.
  10. 17 Agustus 2014 adalah HUT RI. Sayangnya pas hari Ahad
  11. 5 Oktober 2014, Pas hari Ahad lagi Libur Hari Raya Idul Adha. Khusus sekolah Islam biasanya liburnya di tambah pas puasa Arafah dan Hari Tasyrik
  12. 25 Oktober 2014. Libur Tahun Baru Islam. Bukan termasuk Harpitnas. Tapi enak bagi siswa bisa libur  doble
  13. 25 Desember. Hari Natal. Plus 26 nya libur cuti bersamabagi kantoran. Genap deh libur 4 hari.
Demikianlah, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.
Read more >>

Prediksi Gerhana Bulan dan Matahari Sepanjang Tahun 2014 Menurut Almanak Muhammadiyah

http://534628764.r.cdn77.net/gallery/images/IPTEK%20%26%20MULTIMEDIA/gerhana-matahari-total.jpgGerhana, baik bulan maupun matahari adalah peristiwa langka. Kejadiannya akan menjadi daya tarik bagi kita yang menjumpainya. Gerhana bulan akan sangat menarik disaksikan di malam hari. Gerhana Matahari adalah kejadian luar biasa dalam kehidupan. Apalagi jika gerhana matahari total. Jarang sekali terjadi dalam kehidupan kita. Saya sendiri pernah menjumpainya ketika masih kanak-kanak. Sampai saat ini ketika usia sudah menginjak 35 tahun, belum sekali pun gerhana matahari total saya jumpai. Sehingga keberadaan gerhana akan senantiasa dinanti dan diabadikan sebagai momen langka dalam kehidupan.
Menurut almanak Muhammadiyah tahun 2014, sepanjang tahun ini tidak banyak terjadi gerhana baik bulan maupun matahari. Demikian pula gerhana yang akan melintasi wilayah nusantara hanya seagian saja yang dapat disaksikan. Berikut ini beberapa hitungan gerhana yang akan terjadi sepanjang 2014 menurut kalender Muhammadiyah. Mengenai akurasi hanya Allah yang tahu :
  1. Gerhana Bulan Total. Selasa, 15 April 2014. Gerhana mulai 11.54. Puncak gerhana pukul 14.46. dan berakhir pukul 17.38. (Secara otomatis WIB hanya menyaksikan akhir gerhana saja. Tidak ada syariat sholat gerhana di sini)
  2. Gerhana Matahari Cinicin. Selasa, 29 April 2014. Mulai gerhana pukul 10.53. Tengah Gerhana pukul 13.00 dan berakhir pukul 15.14. Hanya sebagian wilayah Indonesia yang dapat menyaksikan. Daerah mana saja ? Tidak ada keterangan dalam almanak tersebut.
  3. Gerhana Bulan Total. Rabu, 8 Oktober 2014. Mulai pukul 15.16. Tengah gerhana 17.55 dan berakhir 20.34. Gerhana ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia
  4. Gerhana Matahari Sebagian. jumat, 24 Oktober 2014. Mulai pukul 02.23-06.52. Tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.
Disamping peristiwa tersebut di almanak Muhammadiyah juga disebutkan posisi matahari tepat di atas kakbah. Momen tersebut digunakan untuk meluruskan kiblat umat Islam. Kapan kejadian itu :
  1. Rabu, 28 Mei 2014 pukul 16.18
  2. Selasa, 15 Juli 2014 Pukul 16.27


Read more >>

Jumat, 01 November 2013

Berwisata Pantai Bajul Mati dan Gua Cina (bagian 4) : Potensi Pantai yang Digarap Setengah Hati

http://intisari-online.com//media/images/7010_pantai_balekambang_tanah_lot-nya_malang_.jpgWisata Pantai di Kabupaten Malang selama ini didominasi oleh Pantai Bale Kambang dan Ngliyep. Kedua pantai ini adalah representatif dari destinasi wisata pantai yang ada di Malang. Boleh dikatakan kalau seseorang bicara pantai di Malang, atau hendak melancong dengan tujuan wisata pantai pastilah yang akan dituju adalah ke dua pantai ini. Kedua pantai ini memang lebih dahaulu ditemukan dan digarap. banyak pula sisi eksotis pada kedua pantai ini. Bale Kambang mempunyai keunikan pada pasirya yang berwarna putih serta adanya pura di pulau karang. Untuk menuju pura tersebut telah disambungkan jembatan yang mulus. Sehingga pengunjung akan dengan mudah sampai ke sana tanpa perlu bersusah payah. Jika dilihat dari pasirnya maka akan serupa dengan Prangtritis atau Kuta, namun jika dilihat dari pura itu, maka Bale Kambang lebih menyerupai Tanah LOt yang ada di Bali.
Namun akhir-akhir ini banyak orag mulai mencari sesuatu yang baru. Seiring dengan dibukanya dua onyek pantai, yaitu Gua Cina dan Bajul Mati maka menjadi alternatif baru dalam mendatangkan wisatawan.
Namun sayangnya hal ini belum dibarengi dengan promosi besar-besaran ke khalayak ramai. Akibatnya pengunjung yang datang hanya wisatawan domestik lingkup jatim saja. Itu pun info yang didapat melalui getuk tular dari mulut ke mulut. Satu orang pernah kesana kemudian memberi tahu yang lain bahwa disana ada obyek baru dan layak untuk dinikmati.
Berangkat dari itu kayaknya Pemkab Malang sudah mulai berbuat. Buktinya akses ke dua tempat ini sudah mulai dikebut. Mudah2an kemudian akses lainnya akan menyusul.

Read more >>