Senin, 25 Maret 2013

Tren Gowes dengan Becak






Pernah menonton film karton yang dilayarlebarkan, yang di dalamnya berkisah tentang kehidupan jaman batu. Meskipun jaman batu tetapi penguasaan teknologinya suda luar biasa. Ada kolam renang, gedung bioskop dan tentunya mobil. Tentu film ini hanyalah bualan belaka.Mobil yang ditampilkan tidaklah menggunakan teknologi mesin sebagaimana yang ada pada saat ini. Namun menggunakan tenaga manual aliasa kaki sebagai motor penggeraknya. Sedangkan roda yang dipakai adalah batang kayu yang berbentuk bulatan pada posisi depan dan belakang mobil. Di era ini ternyata model mobil buatan flinstone tersebut sedang booming. Mobil tersebut entah siapa yang memulai produksi, tapi yang jelas di daerah kota dan pedesaan ramai sekali digunakan sebagai sarana hiburan. Orang kemudian menyebutnya sebagai Becak Gowes.

Becak adalah kendaraan manual dengan tenaga dorong yang dhasilkan dari kayuan kaki tukang becak. Becak beroda tiga. Becak adalah angkutan jarak dekat. Banyak orang memanfaatkan becak untuk bepergian ke pasar atau daerah gang-gang sempit yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Ongkosnya variatif menurut jauh dekatnya jarak tempuh. Bisa juga ongkosnya dihasilkan dari deal antara penarik becak dan penumpangnya. Becak saat ini mendapat sedikit sentuhan modernisasi. Beberapa becak sudah dilengkapi dengan mesin penggerak sendiri. Jadi tidak lagi memanfaatkan tenaga kayu tukang becak yang kadang kala nafasnya turun naik. Mesin becak sendiri adalah mesin bermotor yang diperoleh dari kanibal kendaraan roda dua. Ada juga yang memakai mesin penggiling beras atau mesin pemotong rumput. Dengan adanya becak ini jarak tempuh menjadi lebih jauh dan tentunya waktu menjadi lebih singkat. Sedangkan sepeda adalah kendaraan konfensional biasa yang sama juga dengan becak. Tenaga yang digunakan adalah tenaga manusia.
Dengan hadirnya becak gowes tentunya akan menambah alternatif hiburan bagi rakyat. Becak gowes memang mengasikkan. Dari anak-anak sampai orang dewasa ikutan bergowes ria dengan becak gowes. Becak gowes dilengkapi dengan kemudi sebagaimana kendaraan roada empat. Haluannya pun sama. Becak gowes dilengkapi dengan warna warni lampu yang benderang yang khusus difungsikan di malam hari. Sound sistem yang ada di bagian belakang becak menambah marak gowes bersama ini. Alunan musik dangdut adalah pilihan wajibnya. Sungguh luar biasa.
Pemilik becak mufakat memakai tarif 10rb untuk sewa perjamnya. tarif ini berlaku siang hari. Khusus malam hari tarifnya meningkat menjadi 15rb dikarenakan menggunakan lampu yang memakai baterai. Jadi apa salahnya kita menghiburt diri dan sekaligus berolah raga. Go..go...wes





Read more >>

Kamis, 14 Maret 2013

Menengok Model Pernikahan Jaman Jahiliyah sampai modern

Jaman Jahaliyah jangan dimaknai bahwa masyarakatnya tidak mengenal peradaban. Jika kita membaca Sirah Nabawiyah, ternyata masyarakat Arab Jahiliyah adalah masyarakat yang memiliki peradaban yang lumayan mapan. Bisa dikatakan, unsur-unsur pemerintahan modern telah ada di peradaban mereka. Namun mengapa mereka dikatakan sebagai masyarakat yang Jahiliyah ? Ini lebih disebabkan pada pola tingka mereka dalam kehidupan yang sangat jauh dengan ajaran agama Ibrahim. Agama Ibrahim sendiri adalah agama moyang mereka yang telah dipegang teguh hampir berabad-abad secara turun-temurun. Namun pada akhirnya diselewengkan. Salah satunya adalah dalam masalah penyembahan dan tentunya pernikahan.
Pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Dalam Al Quran menyebut bahwa pernikahan adalah --mitsaqon gholidhoh--ikatan yang suci. Ikatan yang dibuat dengan prosesi ijab dan qabul. Ikatan yang menyatukan dua insan. Ikatan yang menghalalkan sesuatu yang haram. Ikatan penanda perpaindahan tanggung jawab dari seorang ayah dari seorang perempuan kepada suaminya. Ikatan yang menjadikan arsy Allah tergetar karenanya. Ikatan yang diridhohi Allah. Ikatan yang didoakan malaikat.
Namun semua itu tidaklah berlaku di jaman jahiliyah. Di jaman itu minimal mengenal 4 model pernikahan. Sebagaimana yang saya baca dalam buku di atas, model-model pernikahan ini dikisahkan oleh Ummul Mukminin Aisyah RA. sebagaimana berikut :
  1. Pernikahan dimana seorang lelaki mendatangi orang tua atau wali perempuan kemudian mengkhitbahnya. Setelah diterima, maka diadakanlah pernikahan  melalui ijab qabul dengan didahului membayar mahar yang disepakati.
  2. Yang kedua adalah model pernikahan dimana seorang perempuan bersuami apabila telah suci dari haidznya, maka sang suami memerintahkannya untuk mendatangi seorang lelaki dengan kriteria tertentu. Biasanya lelaki itu kaya, bangsawan, terhormat dan tentunya baik fisiknya. Setelah benar-benar postif hamil maka perempuan itu kembali ke suaminya. Selama prosesi itu sang suami tidak akan mencampuri isterinya samapai isterinya melahirkan. Harapan pernikahan model ini adalah akan didapatinya keturunan sebagaimana pria yang mencampuri isterinya tadi.
  3. Pernikahan Poliandri. Seorang perempuan akan menikahi beberapa orang lelaki. Jumlah lelaki dalam pernikahan poliandri bahkan sampai pada jumlah sepuluh lelaki. Setiap lelaki boleh bercampur dengan perempuan itu sampai perempuan itu hamil dan melahirkan. Jika perempuan itu melahirkan maka dipanggilnya kesemua lelaki itu dan akan ditunjuk siapa bapak jabang banyinya. Maka dialah bapak dari anak itu dan lelaki yang ditunjuk itu tidak berhak untuk menolaknya.
  4. Pernikahan dimana seorang wanita nakal memasang bendera di depan pintu rumahnya sebagai isyarat bahwa di sana ada seorang perempuan yang siap dikawin. Maka masuklah lelaki-lelaki yang ada dan bercampur dengan perempuan itu. Jika hamil dan melahirkan maka lelaki yang pernah berkumpul dengan perempuan itu dipanggil dan ditunjuk seorang di antara mereka sebagai ayah bayi itu. Lelaki yang ditunjuk tidak berhak menolak dan harus mau mengakuinya.
Di antara pernikahan - pernikahan itu kesemuanya telah dilarang dan dihapuskan ketika Islam datang kecuali yang pertama saja.

Pernikahan Jaman Modern
Jaman boleh berputar, kemajuan jaman juga demikian semakin cangggih. Ada yang berubah ada pula yang masih sama. Yang sama model pernikahan jaman Nabi ini masih lestari sampai sekarang. Namun ada  beberapa perkembangan model pernikahan baru  di jaman ini yang tidak ada di jaman Nabi SAW. Model pernikahan itu antara lain :
  1. Model pernikahan sejenis, Di jaman Nabi Muhammad SAW mungkin tidak ada. Namun di jaman Nabi Luth ini ada. Kaum yang mempraktekkan ini kemudian dimusnahkan Allah SWT. Di jaman modern ini pernikahan semacam ini mulai dilegalkan di beberapa negara. Boleh jadi, dengan alasan Hak Asasi Manusia (HAM), model pernaikahan ini akan dilegalkan di IIndonesia. Mudah-mudahan tidak.
  2. Model Pernikahan LKMD. Dulu di desa ada yang namanya Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa(LKMD). Sekarang ini mungkin sudah tidak ada. Singkatan LKMD ini di beberpaa pagelaran ludruk dan lawakan dijadikan bahan banyolan. Plesetan singkatan LKMD menjadi Lamaran Kari Meteng Disek (LKMD). Lamaran belakangan hamil duluan. Model ini marak saat ini. Semboyan  coba dulu baru beli seolah menghalalkan hal ini. Di tambah lagi dengan pedoman fikh yang membolehkan menikahkan wanita hamil asalkan yang menghamili yang menikahinya menambah runya persoalan. Akhirnya hamil duluan seolah jadi tren dan biasa dalam masyarakat. Padahal dahulu ini adalah aib keluarga.
  3. Pernikahan Tertangkap Basah atau Tertangkap Tangan. Waktu ditangkap barangnya masih basah. Hehehe...Atau waktu ditangkap barangnya masih dipegang oleh tangannya. Maksudnya terpergok warga dan satpam. Karena mencemarkan nama baik kampung, pasangan mesum ini kemudian diarak ke balai desa. Yang ekstrem sampai ditelanjangi kemudian dinikahkan oleh desa. Pernikahan semacam ini juga sering terjadi dalam masyarakatn. Jika salah satu pasangannya sudah berumah tangga, maka mereka tidak dinikahkan tetapi didenda dengan besaran tertentu untuk menimbulkan efek jerah kepada pelaku.
Itu bebrapa model pernikahan modern. Dan tentunya masih ada beberapa yang lain yang luput dari saya karena kurangnya referensi. Dan saya yakin betul, model pernikahan di jaman jahiliyah masih ada yang mempraktekkan walaupun secara sembunyi-sembunyi
Read more >>

Selamat Milad IMM, Jayalah IMM Jaya

Hari ini, 14 Maret 2013 adalah hari penting bagi anggota, kader dan juga alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau IMM meskipun saya yakin tidak semua anggota, kader maupun alumni mengingatnya. Penting karena hari ini adalah hari kelahiran gerakan mahasiswa di bawah payung persyarikatan Muhammadiyah. Penting karena dengan kelahirannya wadah perkaderan Muhammadiyah melalui jalur kemahasiswaan Indonesia dapat terwadahi. Penting karena dari rahim IMM ini juga kelak akan lahir-lahir pemimpin Persyarikatan di masa yang akan datang. Penting karena dengan adanya IMM perkaderan mahasiswa betul-betul aktif dan tergerakkan. Dan yang lebih penting bahwa kader yang dilahirkan dari IMM murni dari rahim Muhammadiyah bukan dari  rahim sewaan apalagi anak hasil adopsi atau anak yang tidak diharapkan. Walupun sejujurnya saya masih sangat curiga, masih banyak di antara person-person yang ada di Muhammadiyah yang belum dapat menerima kehadiran IMM sebagai bagian dari keluarganya.
Seiring dengan perkembangan waktu, gerakan mahasiswa ini sudah hampir berumur hampir setengah abad. Umur yang lumayan dibilang matang bagi sebuah organisasi. Usia yang dibilang mumpuni untuk menelurkan kader-kader yang benar-benar bermanfaat bagi kelangsungan laju Persyarikatan ke depan. kader-kader yang memiliki sumbangsih nyata bagi kejuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karenanya tidak salah seandainya saat ini saya menyampaikan selamat dan sukses bagi IMM. Mudah-mudahan IMM ke depan semakin jaya.
Terlepas dari itu saya sebagai salah satu alumni Ikatan akan memberikan beberapa urun rembug bagi kemajuan IMM ke depan. Tentu ini masih membuka ruang debat dan boleh didiskusikan. Seandainya pun usul saya dinilai kuran bermanfaat bagi rencana IMM strategis ke depan,saya persilakan untuk didelete saja. Berikut ini beberapa usulan saya. Mudah-mudahan bermanfaat :
  1. Kader IMM jangan jadi anak manja.  Sudah jamak diketahui IMM adalah anak organisasi Muhammadiyah. Meskipun statusnya adalah organisasi otonom yang mempunyai hak mengatur urusan internal tetap saja IMM akan terus menjadi anak Muhammadiyah karena label itu melekat di belakangnya. Secara ideologi dan nasab nyambung dengan Muhammadiyah yang merupakan organisasi dengan amal usaha terbesar di dunia. Karena saking besarnya inilah kadang kala melenakan IMM dalam laju gerakan. Apalagi IMM sudah dijadikan organisasi intra kampus berdasar qaidah PTM dan punya hak mendapat perwalian di kampus PTM. Kemanjaan kadang kala diwujudkan dengan mendapatkan beberapa akses kemudahan di linkungan kampus lebih-lebih pendaaan (khusus yang satu ini saya rasa masih belum maksimal) sehingga sebagian kader menggantungkan diri kepada kampus PTM dan enggan mengembangkan sayapnya di luar PTM. Meraka terlalu keenakan berada di zona nyaman. Lepaskan diri nama besar Muhammadiyah.
  2. Jangan jadi jago kandang. IMM besar di kampus PTM ini sudah biasa. Dan alangkah anehnya jika IMM mala tidak dapat berkembang dan dipersulit oleh pihak PTM. Jika ada yang demikian perlu dipertanyakan pola kebijakan perkaderan yang diusung oleh pihak PTM. namun lebih dari itu akan menjadi hal yang luar biasa andainya IMM besar dan berkembang di luar PTM. Ini yang kami tunggu. Jangan sekedar jago kandang.
  3. Jangan Terlampau Liberal. IMM sejatinya memiliki jenis kelamin yang jelas sebagai organisasi. memiliki manhaj gerakan tersendiri konsep keberagamaan. namun saya lihat belakangan banyak  teman-teman kader yang terpesona dengan pola gerakan dan pemikiran lain. padahal kalau mau jujur silakan pelajario ideologi sendiri dan perkuat. Jangan ikut-ikutan. Ciptakan produk jangan jadi plagiat. Khusus masalah bahasan keagamaan saya lihat sebagian kader memang banyak mengkaji pemikiran-pemikiran baik dari kalangan Islam maupun non Islam. kecenderunagn pun ada, seolah-olah pemikiran itu menjadi hukum pasti yang wajib diikuti dan diaksanakan. Padahal kalau saya cermati, sebagain besar pemikiran itu kalau tidak terlalu kiri ya liberal. Kenapa tidak berupaya mengkaji islam lebih dalam sebelum menkaji lainnya.
  4. Bekali Kader dengan kemampuan. Saya sudah jadi alumni IMM sepuluh tahunan. Namun di sepuluh tahun terakhir ini masih saja dihubungi adik-adik IMM. Saya senang saja komunikasi tetap terjalin dan saya merasa diorangkan. Tetapi yang menjadikan saya agak kurang enak jika saya diminta mengisi acara pengkaderan. Bukannya saya menolak, saya cukup senang selama waktu saya ada. Namun kelamaan, kayaknya saya menjadi langganan tetap. Ini yang saya tidak suka. Dulu tahun 2000. Ketika saya dan teman-teman IMM Sidoarjo mulai bergeliat sudah ada komitmen kami, bahwa kami harus mampu mandiri dalam setiap perkaderan. kalaupun kami tidak mampu harus dicarikan solusi. Pertama, kita disekolahkan ke Cabang IMM lain yang lebih maju. Ada kewajiban bagi yang disekolahkan untuk ngramut perkaderan di Cabang Sidoarjo sekembalinya dari sekolah itu. tentu dengan bekal yang telah didapat. Kedua, ada sekolah kader. Kita dibuatkan time schedule agenda sekolah kader ini. Satu kader akan diserahi tugas menyampaikan satu bahasan sebagai tutor dan akan diadakan bahasan bersama setelahnya. Dalam Sekolah kader ini yang menjadi tutor bergiliran. hasilnya lumayan. Paling tidak kami berani ngomong. Walaupun mungkin masih kosong. Lah ini yang kayaknya tidak diterapkan oleh kader-kader sekarang. Sedikit-sedikit bingung cari pembicara.
  5. IMM jangan malas membaca. Saya melihat ada kebiasaan ngomong tanpa ilmu di IMM. Kenapa ? Karena malas membaca. Baca saja malas apalagi beli buku. Namun jangan juga jadi kutu buka tanpa aksi nyata. Sekali-kali boleh demo. Kalau demo yang berani, yang kompak. Bawa bendera yang banyak dan besar-besar. Pasang pakai tiang yang tinggi. Kalau perlu lebih banyak benderanya daripada yang demo. Bolehlah sekali-kali lawan arus pemikiran. Dan yang penting, jadilah yang pertama.
  6. Jaling Hubunngan yang harmonis dengan PTM dan Muhammadiyah. Bagaimanpun juga mereka itu bapakmu .
Sekali lagi selamat milad IMM, semoga tetap jaya
Read more >>

Jumat, 08 Maret 2013

Aku Lagi Jengkel : Blogku Error

Aku lagi jengkel. Blogku Error. Ada beberapa aplikasi yang kupasang di templatenya yang kacau. Terutama masalah auto readmorenya. Kenapa kok tidak muncul meskipun sudah dipasang dan berjalan lancar-lancar saja hari-hari sebelumnya. Aku sendiri jadi bingung dimana salahnya. Padahal sudah saya teliti kembali dan letaknya sudah benar. Aku yakin betul tidak utek-utek masalah satu ini. Kenapa bisa ya ?
Saya jadi curiga dengan komentar tak bertuan kemarin yang masuk ke salah satu postinganku. Di sana dia nyatakan bahwa dia bla...bla...bla...sehingga saya biarkan saja sampai jumlahnya menumpuk bebrapa buah. Tadi sudah saya bersihkan. Gak suka juga dengan tulisannya yang bahasa Inggris kacau itu. Aku sendiri sih gak bisa cara Inggris, jadi cuek saja.
Tapi kembali ke topik. saya juga sudah coba template saya ke blog lainnya. Nyatanya berhasil. Berjalan dengan baik. Salahnya apa ya ? Apa saya punya dosa kali. Hehehehe...tentu siapa yang gak punya dosa. Tetapi apakah blog juga punya dosa sehingga gak bisa dipakai...wah..wah...wa..
Kali saja ada yang minat bantu ya ?
Read more >>

Selasa, 05 Maret 2013

Guru Kaya di yang Muda yang Bercinta

Guru kaya ? Gak lah. Cukup untuk sebulan? KAdang-kadang sih. Bisa beli mobil mewah ? Gaji berapa dan ngajar dimana ? Baju necis ? Iya sih. Masak lungset. Pakai Jean ? Haaa....guru apaan ? Ini adalah potret guru Indonesia. Bajunya necis. Sepatu Hitam, kdang kalai berpeci atau bersongkok. Memakai kendaraan roda dua kayak umar bakri. Tidak ada kesan kantong tebal. gajinya hanya cukup untuk sebulan dengan sedikit nabung di bank. Atau mala tidak punya tabungan karena uang habis buat bayar cicilan. Namun pemandangan berbeda akan kita dapat dari Sinetron yang Muda yang Bercinta (YMYB) yang tayang di RCTI pukul 5 sore. Guru disana digambarkan sebagai cowok keren, single, baju necis, pakai jean plus kacamata. Mobilnya bro, mobil sport yang harganya ratusan juta rupiah. Kadnag kala juga pakai motor sport dan tidak pernah pakai helm. 
Guru itu juga tidak pernah kedapatan masuk kelas. Ngajar nggak apalagi bikin RPP dan silabus. Mempersiapkan media dan alat peraga pendidikan. Jadi otomatis yang disorot selama sinetron tayang adalah halaman sebuah gedung yang disulap jadi sekolah bagi siswanya. Kehidupan pribadi guru yang seharusnya jadi contoh tidak ada sama sekali. Justeru sang guru terlibat cinta dengan anak didiknya dan rebutan sama cowok lain yang juga sama-sama naksir sama si cewek. Hehehe...klise sekali. Dan inilah potret sinetron kita.
Janganlah kita bohongi masyarakat. Saya malu sekali. Belum ada ceritanya  guru kaya macam di sinetron itu plus segala dandanannya. Mbok ya sang penulis skenario dan sutradara blusukan dulu ke sekolah dan melihat kehidupan guru bagaimana sebelum berusaha membuat sinetron. wassalam
Read more >>

Senin, 04 Maret 2013

Kurikulum 2013 dan PR Peningkatan Mutu Guru

Kurikulum 2013 tinggal selangka lagi akan diterapkan di sekolah-sekolah. Baik yang berada di naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dikomandani oleh Prof. M. Nuh maupun di Kementrian Agama dengan Komandaan Bapak Surya Darma Ali. Seolah sudah menjadi kebutuhan pokok bagi dunia pendidikan, kurikulum baru ini mau tidak mau akan segera diperlakukanmeskipun up-grade mutu guru belum dilaksankan. Sosialisasi kurikulum 2013 sudah dilakukan di berbagai tempat. Perguruan Tinggi, Lembaga-lembaga pendidikan dan tentunya di Dinas Pendidikan. Sebelumnya kurikulum ini sudah diujipublikkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaannya melalui Situs Kementerian Pendidikan. "Katanya" hasilnya cukup bagus. Banyak pihak yang respek dengan kurikulum anyar ini. Banyak dukungan yang mengalir dari berbagai pihak. Sisanya mungkin mereka yang kurang berkenan atau yang sudah terlanjur enjoy dengan kurikulum berlabel KTSP. Tetapi yang demikian ini jangan diharap akan terekspos. Mungkin sudah dibenamkan dalam jurang kepentingan. Hehehe...
Kembali ke Kurikulum 2013, Kurikulum ini sejatinya adalah kurikulum hasil refleksi dari kurikulum sebelumnya yang dirasa banyak kekurangan yang memang seharusnya ditambal sana-sini. Karena kurikulum sebelumnya banyak  yang bolong maka perlu ditambal. Karena bolongnya cukup banyak maka tambalannya banyak juga. Karena banyak tambalan mungkin oleh bapak menteri dirasa tidak elok lagi. Karena tidak elok, sudah selayaknya untuk diganti dengan baru. Kan tidak gaya seandainya kita masih menggunakan kurikulum yang penuh dengan tambalan dan koyak di sana - sini. Dari pada kesan kusam tetap menyertai kurikulum permakan itu, lebih baik bongkar saja kurikulum yang ada dengan kurikulum yang baru. Kesan elegan dan lebih fresh pasti akan tersaji dari kurikulum baru 2013. Harapannya tidak hanya kurikulum baru saja yang diberlakukan. Lebih dari itu, target-target kurikulum ini akan terpenuhi. Yang pasti adalah peningkatan mutu pendidikan Indonesia yang sebenarnya sedang terpuruk ke jurang degradasi dibanding dengan dunia pendidikan yang ada di belahan dunia lain.
Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tak terlepas dari peran serta guru. Ibaratnya menuju ke medan peperangan, guru adalah prajurit yang berada di garis terdepan yang siap menyerang atau menghadang musuh. Prajurit yang kuat dan cerdas serta memiliki semangat dan kemauan yang kuat akan menjadikan  musuh gemetaran dan takut lari tunggang langgang. Prajurit yang kuat akan menjadikan peperangan miliknya. Prajurit yang kuat dan cerdas akan mencapai kemenangan. Sebaliknya, prajurit yang lemah, jahil serta tidak memiliki semangay dan kemauan akan menjadikan dirinya ciut nyali. Pertempuran belum dimulai dia akan ketakutan dengan sendirinya. Kemungkinan besar dia akan lari menyelamatkan diri. Prajurit semacam ini akan mudah takluk dan diperdaya oleh musuh. 
Dari analog di atas. Saat ini diperlukan guru-guru dengan mentalitas sekuat baja. Yang bekerja dengan semangat dan kekuatan. Yang memiliki kecerdasan dan kemauan. Bukan guru yang loyo. Bukan guru yang malas untuk maju menjadi lebih baik. Tidak akan tercapai target yang memuaskan melainkan dengan ujung tombak yang betul-betul bermutu. Saya jadi teringat kata-kata teman saya semasa kuliah dulu. "Tidak mungkin seekor harimau yang garang akan melahirkan seekor anak kucing". Tidak mungkin akan lahir anak didik yang betul-betul sekuat macan jika induknya hanyalah seekor kucing comberan. Anak macan hanya akan dilahirkan oleh anak macan. Anak cerdas dan berprestasi hanya akan dilahirkan oleh anak guru yang cerdas dan berprestasi. Mungkin juga akan ada fantor X di beberapa kejadian. Namun tidak ada salahnya hal ini kita jadikan patokan demi kemajuan pendidikan kita.
Secara pribadi, saya melihat ada beberapa faktor yang menjadi PR bagi Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama dalam mengatasi mutu guru. Saya juga melihat hal ini selangka demi selangka sudah dicarikan jalan keluar dan solusinya. Namun tak sedikit solusinya itu jauh panggang dari api. Berikut ini beberapa permasalahan mengenai peningkatan mutu guru.
  1. Masalah perkuliahan atau gelar akademik. Bukan rahasia lagi jika banyak di antara guru-guru kita menggunakan ijazah aspal sebagai bekal dia menjadi pendidik. Ijazah yang dimaksud bisa jadi seorang guru memang tidak pernah menjalani perkuliahan, tetapi ujug-ujug dia mempunyai ijazah S-1. Hal semacam ini sudah banyak. Ada oknum tersendiri yang secara sengaja melanggar hukum dengan berjualan Ijazah palsu. Meskipun ijazah tersebut asli ketika dikroscek ke Perguruan Tinggi bersangkutan, karena tidak di dapat dengan prosedur yang benar maka dapat dikatakan ijzah tersebut abal-abal. Kedua aspal dapat juga diartikan karena yang bersangkutan memang berkuliah namun perkuliahan tersebut adalah perkuliah jarak jauh dan hanya bersifat kuliah tunggu. Kuliah hari Sabtu dan Minggu. Kuliah jarak jauh jamak kita ketahui sudah dilarang oleh pemerintah. Namun dibeberapa daerah kita masih dapati banyak PT dari daerah lain yang membuka cabang perkuliahan jarak jauh di daerah lain. Sudah kuliahnya hanya hari Sabtu dan Minggu, masih ada juga yang hanya ditempu satu sampai dua tahun sudah lulus S-1 asalkan banyarnya penuh. Dalih yang dipakai biasanya memang untuk membantu guru untuk mencapai gelar S-1 dengan mudah. Sebuah dalih klasik dan inilah salah satunya yang membantu menghancurkan dunia pendidikan kita.
  2. Masalah Sertifikasi. Sertifikasi adalah upaya pemberian gelar guru profesional kepada seorang pendidik dengan proses tertentu. Ada yang lulus portofolio. Ada juga yang lulus PLPG. Ada pula yang menempuh ujuan ulang karena tidak lulus PLPG meskipun sampai dua kali. Khusus masalah PLPG apalagi portofolio saya melihatnya sangatlah terlalu dini melihat seorang guru hanya dari segebok dokumen dan atau penataran 10 hari saja. Keprofesionalan seseorang haruslah dinilai dengan proses panjang. Melibatkan serangkaian test standarisasi yang dilakukan oleh para ahli. Ada yang lulus dan tidak lulus. Ada pemantauan dan akreditasinya di kemudian haru. Sehingga guru yang sudah lulus tidak kemudian ongkang-ongkang kakimenikmati rangkain proses sertuifikasi dengan bermandi uang TPP. Padahal seharusnya TPP digunakan untuk meningkatkan kualitas personalnya. Kenyataannya ? Namun saya sangat bersyukur, pemerintah merespon dengan cepat. Proses sertfikasi ke depan digantikan dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Meskipun demikian, ada masalah lain yang muncul berkenaan dengan PPG ini, yaitu bagi mahasiswa yang sedang atau telah menempuh pendidikan di Fakultas keguruan. Dalam program pendidikan profesi guru atau PPG akan banyak sekali materi perkuliahan yang tumpang tindih di dalamnya dengan yang di dapat di bangku perkuliahan. Banyak usulan masuk, salah satunya kenapa tidak sekalian program PPG include dengan program perkuliahan S-1 dengan tambahan durasi waktu tempuh pendidikan atau penambahan SKS. Ada juga solusi perbaikan pendidikan dengan program UKG atau Ujian Kompetensi Guru yang dilakukan dalam rangka memetakan memampuan guru. Pesertanya mereka yang sudah bergelar Guru profesional. Hasilnya Cukup mengenaskan. Masak guru profesional tidak lulus UKG. Perlu dipertanyakan.
  3. Masalah Kompetensi. Tadi saya singgung masalah kompetensi guru yang tidak lulus dari UKG. Padahal mereka adalah guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi.  Kompetensi dihasilkan melalui proses pendidikan dan pelatihan. Seharusnya menuju kurikulum anyar ini pemerintah memperhatikan betul kesiapan guru untuk menyambutnya. Salah satunya adalah dengan mengadakan upgrading kemampuan guru secara bertahap dan berkesinambungan. Guru perlu dicharge kemampuannya. Jangan hanya menyiapkan sistem saja tetapi operatornya tidak paham sistem kerja mesin itu sendiri. Hasilnya saya yakin 1000 % selama tidak ada up-grade kemampuan guru. Prestasi atau mutu pendidikan akan sama saja. Kurikulum akan menjadi barang bersejarah peninggalan Bapak Menteri. Ehhh,... dulu menteri ini pernah ninggal kurikulum ini loh. Hehehe
  4. Masalah Moral. Tadi saya katakan bahwa hanya macan yang akan melahirkan macan. Karakter guru akan ditiru si anak didik. Jika guru bagus maka bagus pula produknya. Jika guru jelek, yakinlah produknya juga akan jelek. Penitikberatan kurikulum 2013 salah satunya adalah masalah moral guru. Jangan sekali-kali seorang guru berbuat yang jelek. Sifat anak yang cenderung imitasi akan berusaha meniru segenap yang dilihatnya, terutama perbuatan guru. Jika anak berusaha belajar merokok, jangan-jangan sang guru kedapatan merokok di depan siswa. Cobalah pemerintah dan masyarakat melakukan pengawasan terhadap guru-guru yang ada di Indonesia. Jika ada yang melanggar tata susila laporkan saja kalau perlu pecat dia. Pemerintah jangan sekali-kali menutupi masalah yang ada apalagi berusaha mengamankannya. Sebagai contoh dimasukkan BKD. Dikotak di sana. Bukankah tindakan susila merupakan pelanggaran berat menurut PP 53 tahun 2010.
  5. Masalah Disiplin. Semua tahu orang sipil adalah makhluk yang kurang disiplin dibanding militer. Termasuk di dalamnya kinerja Pegawai sipil. Jauh sekali dengan militer. Bahkan dengan buruh pabrik saja jauh. Banyak guru yang berangkat siang pulang pagi. Ini masalah kedisiplinan yang sangat serius yang harus diatasi oleh pemerintah. Beban kerja sudah diatur 37.5 jam per minggu. Seharusnya dapat dilaksanakan dengan baik jika ingin pendidikan maju. Nyatanya ? jauh dari idealisme yang ada. Jaman makin canggih. Absen tanda tangan sudah tidak jaman. Manusia makin busuk. Banyak yang memanipulasi dengan titip atau sekedar merekap saja tiap bulannya. Tidak ada salahnya dicoba absen pakai sidik jari. Biar makin keren. Dijamin tidak akan dapat titip absen. Tetapi proyek sidik jarinya jangan dikorupsi juga ya ?
  6. Masalah Ekonomi. Banyak guru yang terbelit masalah ekonomi. Guru banyak hutang. gaji belum diberikan hutang sudah menunggu sebagi cicilan. Di berbagai tempat bahkan ada yang minus. Kok bisa ? Bisa saja. Karena ada pimpinan yang membubuhkan tanda tangan untuk cari kredit di bank-bank dan koperasi. Tidak ada regulasi yang mengatur. Sekian harus dikembalikan ke rumah sekian untuk cicilan. Al hasil ramai-ramailah mereka berhutang tanpa mengindahkan apakah mereka dapat membayarnya. Jatuh tempo tak ada uang untuk buat belanja. Guru sibuk cari hutangan lagi. Gali lubang tutup lobang. Buka sibuk mempersiapkan diri untuk mendidik siswa di rumah mala sibuk cari penutup hutang. 
  7. Masalah Penguasaan IT. Guru seharusnya corong terdepan perubahan. Penguasaan teknologi komunikasi dan internet harusnuya dikuasai betul oleh guru. Komputer dan internet selalu menyajikan berita terbaru dalam dunia pendidikan. Dengan menguasai IT tentu akan sangat membantu dalam segenap proses pendidikan. Namun tak jarang seorang guru gagap dengan IT. Guru tidak sanggup mengoperasikan komputer apalagi menggunakan internet. Pernah suatu kali ada razia di sekolah X. HP siswa diamankan untuk diperiksa isinya. Apakah ada muatan pornografinya atau tidak. Ketika guru hendak membukanya ternyata guru tidak sanggup. Jangankan memeriksa, membuka keylocknya saja tidak bisa. Hehehe....
Mungkin ini beberapa masalah yang harusnya diperhatikan pemerintah untuk mensukseskan kurikulum baru ini. Selamat datang kurikulum baru. Selamat bergabung bersama kami. Mudah-mudahan engkau tidak hanya sekedar numpang lewat. Bravo dunia pendidikan !

Read more >>