Jumat, 06 Desember 2013

Foto-foto Candi Gununggangsir Pasca Rehabilitasi

PT Indofood
Candi Gununggangsir terdapat di desa Kebon Candi, Kecamatan Beji  Pasuruan Jawa Timur. Terletak di sebuah desa yang sejatinya akses menujunya tidak terlanpau sullit. Dari Jalur pantura Surabaya-Pasuruan lewat gempol terus kita susur ke arah timur. Semampainya di PT Indofood perusahaan mie terkemuka di Indonesia kita menyeberang, masuk desa Cangkring Malang ke selatan. Jalanannya sudah bagus, berpaving dan tidka dilewati kendaraan besar sehingga paving tidak mengalami kerusakan yang berarti. Di samping itu kanan kiri jalan masih asri, meskipun di pintu kampung telah dibangun pabrik paralon yang sangat besar sesudahnya kita jumpai pemandangan yang masih ndeso.

jalan masuk
 Perjalanan ke area candi kisaran 1 km. Tidak jauh bukan. Setelah melewati jalanan yang penuh dengan sawah dan rawa kita akan segera berjumpa dengan candi Gununggangsir. Tapi sebelum itu, ini gambar sawah yang saya maksud :
Para wanita desa yang lagi bercocok tanam

Jalan paving ke candi. kanan-kirinya banyak rawa
Nah, setelah itu, silakan nikmati candi Gununggangsir berikut :


Candi Gununggangsir dari sisi barat

Candi Gununggangsir dari arah barat daya

Pekerja sedang membersihkan candi gununggangsir

salah satu relief hasil pemugaran,

candi  gununggangsirdilihat dari arah tenggara

Candi Gununggangsir dari arah timur. Nampak pintu masuk

pintu masuk candi

Candi Gununggangsir dari arah timur laut

salah satu sudut candi

Pekerja membersihkan candi, banyak kolong-kolong di sana, duulunya mungkin ada arcanya

papan penanda candi

lihat pagarnya, mengenaskan

bu Nur Jannah. Sang juru kunci

Lingga Yoni. Terbelah di sudut halaman


Read more >>

Mencari Jalur Alternatif : Menghindari Macet di Kejapanan Gempol Pasuruan (Bagian 1)

Macet, adalah kata-kata yang sanagat tidak enak didengar apalagi dialami. Macet akan membuat kita bete.  Macet membuat kita naik tensi darah, apalagi suara klakson saut menyaut antarmobil dan motor. Macet akan membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Macet juga akan memakan banyak waktu. Solusinya, kita musti cari jalur alternatif yang dapat mempercepat perjalanan dan tentunya nyaman (kata terakhir jangan dihiraukan). Berikut ini dan beberapa hari ke depan saya akan membahas jalur alternatif yang dapat kita lalaui agar terhindar dari kemacetan di Kejapanan Gempol Pasuruan.

Macetnya Kejapanan
Kejapanan macet, ah sudah biasa. Itu ungkapan untuk saat ini. dahulu kala tidak demikian. Kejapanan macet hanya dirasakan tidak sampai sepuluh tahun terakhir ini. Jaman saya sekolah dan kuliah dulu tidak ada istilah Kejapanan mact. istilah itu muncul ketika meluapnya lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo dan tenggelamnya kases jalan tol yang menghubungkan Surabaya-Gempol. Mau tidak mau jalanan yang semua lengang karena truk-truk besar, bis dan mobil pribadi masuk tol semuanya sekarang lewat jalanan umum bergabung dengan kendaraan umum lainnya. Volume miningkat berlipat-lipat, sedang akses jalan tetap. Kemacetanpun melanda.
Awalnya kemacetan banyak tertumpuk di Porong dan Gempol. Saat itu memang jalur arteri lingkar barat yang menghubungkan Waru Gempol-dengan Jalan Tol Siring belum ada. Setelah adanya jalur tersebut kemacetan di Gempol memang hilang demikian juga di Porong.
Tetapi jangan gembira dulu, ternyata kemacetan itu oleh pak polisi di pindah ke Kejapanan. Ada beberapa sebab kenapa kemacetan di Kejapanan menjadi-jadi.
Girder baru, efeknya anda harus muter lagi 2 km
Pertama, Pertigaan Kejapanan ditutup. Semua akses jalan tidak diperkenankan melewati pertigaan tersebut. Baik yang dari Mojokerto ke Malang dan juga dari Surabaya ke Mojokerto. Konsekwensinya mobil atau motor yang dari Surabaya ke Mojokerto harus memutar ke bundaran Apollo (saat ini putaran dalam radius terdekat, misal di Kuburan Mlaten telah ditutup). Jika dirinci, Kejapanan - Apollo kurang lebih 2 km. Jadi pulang pergi tersebut adalah 4km. Bayangkan. 
Demikian juga yang dari Mojoketo-Malang, harus memutar ke utara. Dulu memang kita bisa memutar di Puskesmas Bandulan atau Pom Bensin. Setelah pembangunan jalur arteri, putarnya makin jaih yaitu di bundaran Waru - Gempol (bukan Waru CITO). Kalau dihitung sama juga 4 km putar. Namun seiring pemasangan girder di Jembatan layang bundaran tersebut putarnya digeser lagi ke barat. Kalau dulu di timur  Jembatan Sungai Porong, sekarang tidak boleh. BBagi yang mau ke Malang, muternya harus ke Porong dengan jarak tempuh hampir 2 km(1,8 km). Bayangkan lagi hanya untuk muter saja perlu jarak tempuh 8 km. Ini juga tidak menjamin perjalanan anda akan lancar, karena banyak faktor lain yang mendukung kemacetan.

Kedua, Penyempitan jalan di Kejapanan sendiri. Penyempitan jalan di Kejapanan disebabkan hal-hal berikut : jadi pangkalan becak dan juga memang jalannya sudah sempit. Pak becaknya jangan di salahkan, wong sana itu tempat strategis untuk cari penumpang.
Ketiga, Adanya putaran motor di beberapa titik. Jelas ini membuat macet juga. Apalagi ada polisi cepeknya. Sekarang istilahnya jadi keren. SUPELTAS = Sukareklawan Pembantu Lalu Lintas. tetapi kenapa kok membawa  timbah untuk meminta recehan seadanya.
Keempat, Jalanannya memang sudah sempit. Solusinya memang pelebaran jalan atau buat jalan baru
Kelima, Ada kendaraan mogok. Kalau ini yang terjadi siap-siap saja macet panjang.
Keenam, Yang punya jalan lewat. Terutama RI satu. Pernah jalanan ditutup lebih dari 2 jam. Mbok dipikir po'o....yang nyambut gae kate mlaku ta cak.

Bersambung



Read more >>

Bunga Bangkai di Gunung Perahu Watukosek

Gunung Perahu Watukosek selain dikenal rawan bagi bikers, karena banyak begal yang berkerliaran dan menjalankan aksinya disana ternyata juga memiliki pesona yang luar biasa. Di samping meupakan sebuah bukit yang eksotik yang nampak dari kejauhan dengan rupanya yang mirip perahu terbalik, banyak pohon dan batu-batu besar serta terdapat LAPN di atasnya dan juga gudang peluru, Gunung perahu juga memiliki spesies tanaman yang jarang dijumpai. Saya tidk menyebutnya langka karena mungkin tanaman ini tidak termasuk tanaman yang dilindungi keberadaannya. Sepintas kalau kita lihat tanaman tersebut mirip dengan bunga bangkai. Ya, Rafflesia Arnoldy.
Saya tidak tahu juga, apakah bunga ini serumpun dengan bunga bangkai tersebut. Tetapi kalau kita  cermati memang bentuknya sama. yang membedakan mungkin hanya ukurannya saja, dan tentunya baunya. Beikut gambar yang saya ambil ketika siang bolong menyusurinya :

Salah satu bunga yang sudah mekar

muncul di bawah pohon

baru kuncup



sudah mekar di tengah rerumputan

Read more >>

Senin, 25 November 2013

Nasib Guru : Dinista Gara-Gara TPP

Saya awali tulisan ini dengan judul Nasib Guru. Ya, tidak ada yang salah dengan judul itu. Nasib Guru. Karena saya menggunakan judul Nasib, seolah-olah dikonotasikan pada suatu keadaan dimana subyek berada dalam kondisi yang tidak mengenakkan, memprihatinkan dan kadang mendapat intimidasi dan perlakuan yang tidak pantas. Padahal kalau dilihat subyek yang dimaksud adalah guru. Padahal pada pandangan banyak orang guru saat ini diasosiasikan sebagai figur yang sudah mendapatkan kesejahteraan luar biasa. Gajinya dobel, namun banyak yang kinerjanya asal-asalan. Kerjanya cuma menunggu waktu pulang saja. Akhlaknya banyak yang bejat dan tidak bermoral. Pencabulan dan lain sebagainya. Padahal guru sudah digelontor dengan dana besar oleh pemerintah. Apa hasilnya ? Cuma dekadensi moral, seks bebas dan juga tawuran. "Inikah hasil kerjamu ?" Demikian ditulis oleh seorang aktivis LSM yang katanya antikorupsi dari Malang. Hehehe.....entah anti beneran atau anti kalau tidak dapat bagian....
Saya tidak memungkiri, saat ini payung hukum pemberian Tunjangan Profesi Pendidik sudah ada dan telah dilaksanakan. pada sebagian guru pada kenyataannya pemberian TPP sudah berlangsung lama. dari sini pula kesejahteraan mereka meningkat. Jangan heran pula jika mereka sudah punya mobil pribadi dan mampu naik haji. tak ada yang salah. dan tidak pula semestinya mereka selalu dirujuk kayak Umar Bakri yang kemana-mana harus pakai sepeda kumbang. Memang saat ini masih ada di pasaran sepeda kumbang ? Kalu si LSM punya, tolong bawah ke rumah satu saya mau beli....
Saya juga tidak menutup mata, kalau ada guru yang dapat TPP tetapi kinerjanya masih amburadul, asal-asalan. Kinerjanya tidak ada peningkatan, stagnan. Memang itu kenyataan. Tapi pertanyaannya ? Apa semuanya kayak begitu ? tentu tidak kan. Tentu dari sekian juta guru ada yang masih baik. Kinerjanya bagus, produktif dalam menulis dan tentunya tidak berfikiran kapitalis sebagaimana yang dituduhkan.
Lantas bagaimana dengan mereka yang kinerjanya tidak baik ? wah ini sih tugasnya bapak pengawas dan pimpinan mereka untuk membina, meng-upgrade bahasa kerennya supaya skill atau ketrampila yang dimiliki meningkat. Ibarat mesin saja perlu diservis apalagi guru ? Kalau hanya dicemo'oh saja ya tidak mendatangkan keuntungan bagi semuah pihak. Untuk guru, seharusnya memang harus sadar diri, merabah tengkuknya masing-masing. Namanya juga jaman bereubah, kalu tidak berubah ya mana bisa mengikuti perkembangan jaman
Terus bagaimana ya amoral ? Hehehehe....saya yakin cuma segelintir. Masak semua guru amoral. Lah lucu mbak. Kalaupun ada kan tidak semua. Kalaupun ada ya personnya, bukan profesinya. Sama halnya orang Islam, kristen yang maling kan tidak semuanya orang Islam atau Kristen Maling. Sama halnya jika ada anggota LSM yang suka "ngamen" baik di kantor pemerintahan dan juga menakuti kepala sekolah kan tidak semuanya kayak gitu. Mungknin hanya oknum saja. Karenanya kita harus sportif dalam menilai sesuatu. Tidak dapat kemudian kita nilai dengan cara generalisasi. Ingat loh, model generaluisasi dalam penelitihan ilmiah itu lemah loh.
Kemudian, "Inikah hasilmu ?"
Seolah-olah keadaan saat ini adalah buah karya guru saja. Orang yang ngomong begini kalau dia tidak berpendidikan gak masalah. Tapi kalau yang ngomong minimal sudah jadi orang tua, atau pernah kuliah ingin rasanya tak tapok pipine dengan mesrah. Kenapa ? Pertama, Kalau dia sudah berumah tangga dan dia punya anak, saya yakin pasti dia sering ngajari anak-anaknya sesuatu. sadar atau tidak. Pendidikan pertama dan utama kan dari orang tuanya, di rumah. jkalau pendidikannya baik yang sudah bisa dikatakana selangkah ditempuh insyaallah jadinya anak ke depan baik. Namun, jika sebaliknya. Orang tuanya gak ngreken blas anaknya ya pastilah anaknya sulit jadi orang baik. Anaknya ditinggal da cukup dipasrahkan sama pembantunya. Alamat. Apalagi bikinnya gak pake bismillah....Hehehe...
Kedua, Pendidikan juga terjadi di masyarakat dan pergaulan. Jika masyarakatnya baik, pergaulan dan temen-temannya baik ya mungkin sudah dua langkah ada dalam genggaman. Coba pernah nggak kita mengawasi pergaulan anak kita....
Ketiga, kemana anak sampean disekolahkan ? kemana mereka ngaji ? Kalau mereka ada penarikan biaya dan wajar jumlah dan prosedurnya, ya gak usah terlalau banyak dipersoalkan. Kalaupun katanya semua sudah dicover sama pemerintah ? Yang mana yang dicover tolong juga tunjukkan. Wong cuma iuran 30rb sebulan saja sudah dipersoalkan pake bawah wartawan dan LSM segala. Padahal kalau dihitung sehari kan cuma seribu. Selevel dengan kencing sekali di ponten. Coba bilang air yang digunakan [ponten dan tanah yang ditempati milik negara ?
----
Edisi spesial Hari Guru

Read more >>

Teror Masyarakat Pasuruan : Begal Motor

Pasuruan, adalah nama sebuah Kabupaten yang terletak di Tapal Kuda Jawa Timur. Sebagai wilayah tapal kuda, sebagian penduduknya adalah keturunan suku Madura yang dulu di jaman Majapahit pernah ekspansi bersamaan pembagian wilayah yang diminta Arya Wiraraja kepada Raden Wijaya karena berjasa membantu mendirikan Kerajaan Besar Majapahit. Namun, bukan berarti sebagian besar penduduknya sebagai peranakan Madura. Sebagain juga bersuku Jawa sebagai mana wilayah Pasuruan bagian barat. Wilayah Pasuruan sebenarnya sangat strategis. Askes ke Ibukota Propinsi dari arah timur selalu melewati Pasuruan. Demikian juga wilayah Malang dan sekitarnya. Namun sayang, akses yang demikian, kemuddian rusak karena adanya bencana lumpur lapindo di Sidoarjo. Mau tidak mau, karena berbatasan langsung dengan Sidoarjo dampaknya juga turut dirasakan oleh Pasuruan. Salah satunya adalah macet.
Kembali kepada topik. Sepanjang tahun 2012-2013, Pasuruan menjadi wilayah yang sangat rawan dengan kejahatan terutama Begal motor. Banyak diberitakan di media massa bagaimana komplotan begal beraksi menggunakan gaya rider touring. Berjalan di jalanan beriringan 3 sampai empat motor sport. Dandanannya pun demikian, mirip pengendara touring dengan membawa lampu senter merah sebagai lampu komando. Mereka menyusuri wilayah Pasuruan mulai dari Pasuruan timur di Grati sampai Pasuruan Barat di Watukosek. Mulai Utara di Gempol sampai Pasuruan Selatan di Purwodadi. Kejahatan ini dilakukan tak mengenal waktu demikian juga mangsa. Boleh jadi kejahatannya dilakukan di pagi hari ketika banyak orang bekerja lalu lalang dijalanan. Mangsanya pun demikian, mulai dari anak sekolah, pelajar sampai pekerja. Beberapa kejadian juga dialami oleh petugas keamanan (TNI dan polisi)

Read more >>

Jumat, 22 November 2013

Pada Suatu Pagi

Inilah ekspresi dua putraku kala pagi hari di depan rumah. Ada yang belajar, ada juga yang asyik naik sepeda. Sementara itu, beberapa bungan sudah mulai mekar dan merekah

Belajara aahhhh

Metal men

aummmmm

Hallo brooo

lapooo pren, melok ta ?

Pancawarna

Pancawarna mekar

Asoka rontok

Berasuta





Read more >>

Sumber Gadung : Wisata Murah Memberi Makan Ikan di Kolam

Tamasyah, rekreasi, piknik adalah deretan istilah untuk menggambarkan bahwa kita sedang bepergian ke suatu tempat guna menghilangkan penat. Asosiasinya tempat tersebut sangat bagus, sejuk, indah, masuknya harus bayar dengan uang, kalau perlu mahal. Biasanya letaknya sangat jauh dan harus ditempuh berjam-jam dengan kendaraan. Pernyataan itu benar tapi keseluruhannya. Intinya kita cuma refresh saja setelah penat seharian dengan beragam aktivitas. Kalu hal demikian yang kita setujui, dengan biaya murah dan terjajangkau  bisa kita coba berwisata ke Kolam Ikan Sumber Gadung di Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Mojokerto.
Letaknya dekat dengan Pusdik Brimob Watukosek. Setalah sampai di masjid Pusdik silakan masuk ke utara jalan ada jalan desa wates. Sekira 500 meter kita sampai di sana. Apas aja yang ada di sana kita uraikan berikut ini :
Pintu Masuk Lokasi
Jangan lupa beli sentrat untuk pakan ikan
ikon sumber gadung
Joglo tempat Istirahat
Salah satu mata air
kasih makan ikan
prusutan
bandulan
kolam ikan
jenis ikan koi
bandulan
mandi ah.....
pegel
 


Read more >>

SDIT Al Munawwar : Sekolah Minimalis Artistik

Tanggal 12 Nopember 2013, saya berkesempatan untuk mengikuti Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD Negeri/Swasta untuk terakhir kalinya. Ya, terakhir. Karena setelah ini saya secara definitif tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah dimana saya bertugas, SD Muhammadiyah 1 Gempol atau SD MUTU. Sebagai pengganti saya, Persyarikatan telah mengangkat kepala sekolah baru. Khusus pelantikan sebenarnya telah dilangsungkan tanggal 19 Oktober 2013. Jadi, secara definitif saya sebenarnya sudah dominisoner. Namun, karena sertijab molor sampai hari ini, kegiatan kepalas ekolah tetap saya harus laksanakan. termasuk di dalamnya adalah menghadiri rapat dan tanda tangan yang hubungannya dengan kepala sekolah.
Kembali ke MKKS tadi. MKKS kali ini diselenggarakan di SD swasta di kecamatan Gempol. Yang namanya swasta, maka akan ada kesamaan nasib dan juga kesamaan perjuangan. Nasib bahwa sekolah kami bukanlah sekolah pemerintah. Nasib bahwa guru-guru kami bukanlah guru-guru PNS. Nasib bahwa kami harus berjuang memajukan pendidikan. Perjuangan yang sama untuk menegakkan kalimah Allah melalui wadah pendidikan.
SD yang saya maksud adalah SDIT Al Munawwar (huruf 'w'nya dobel) yang terletak di desa Kepulungan Kecamatan Gempol. SD ini adalah SD swasta yang dikelolah oleh yayasan. Namanya SDIT, sering kali orang akan mengasosiasikan dengan salah satu partai yang berlambang bulan sabit singkur-singkuran. Namun, prasangka itu sama sekali tidak benar. Menurut kepala sekoalhnya, Ibu Ainun Choiriyah, sesungguhnya SD ini tidak ada sangkut pautnya dengan partai satu ini. Mereka mandiri dan bersifat non partai.
Ada yang menarik dari sekolah ini. Letaknya memang masuk dan menjorok ke dalam sebuah lokal pendidikan. Sisi depan khusus diperuntukkan bagi PAUD dan TK Al Munawwar. Jumlah siswanya lumayan banyak. Di sisi tengah atau utara dari TK, ada sebuah bangunan masjid yang cukup besar. saya tidak tahu nama masjidnya. Baru, di sisi utara atau kompleks paling akhir bangunan SDIT Al Munawwar berdiri. Bangunan SDnya sungguh unik dan menarik. Bagi saya pribadi sangat salut dengan model bangunan yang ada. Sebenarnya, dengan modal yang ada ini SD ini mampu untuk tampil beda dan bersaing dengan sekolah negeri yang ada di sekitarnya. Tinggal promosi dan pendekatan saja.
Bangunan SDIT Al Munawwar terdiri atas 2 bangunan utama. Bangunan pertama adalah ruang kelas yang terleatk paling utara. Kesan saya pertama melihatnya adalah bahwa bangunan ini adalah bangunan awal yang dibuat untuk ruang pembelajaran siswa. Gedung ini bersifat semi permanen. Atapnya terbuat dari semacam almini tapi bentuknya lengkung. Penyangga seng tersebut adalah rangkah besi. Rangka besi tersebut ditopang oleh beton pada sudut-sudut bangunan. Dinding bangunan sepintas terbuat dari triplek yang dicat dengan corak yang variatif. Ventilasi udaranya cukup besar dan memang dibuat tanpa jendela sehingga angin dari rerimbunan bambu di sekitar kelas dapat leluasa masuk. Pada bangunan ini terdapat 3 kelas yang disket dengan triplek juga. Meski kesannya minimalis, tapi disain yang ditampilkan cukup detail dan apik. Tidak ada kesan murahan pada bangunan yang dihasilkan. Kelasnya bersih. Pajangan hasil karya siswa ditempel dengan baik.

Bangunan berikutnya adalah bangunan kelas juga. Ketika pertama saya datang bangunan inilah yang menjadi sorotan pertama saya. Kebetulan memang, rapat siang ini ditempatkan di banguna ini. Saya melihatnya bangunan ini adalah bangunan baru. Hal ini saya lihat dari kondisi bangunan yang relatif masih sangat bagus. Senada dengan bangunan pertama, bangunan ini sangat mengusik hati saya. Disain yang apik dan tidak murahan akan kita dapati ketika melihatnya. Saya berfikiran, pasti bukan orang sembarangan yang mampu mendisainnya. Hanya orang yang sudah paham masalah bangunan dan sisain yang mampu menggambar dan merealisaikan dalam bentuk bangunan. kalau hanya tukan saja mustahil mampu menghadirkan nuansa seperti ini. 

Bangunan ini lebih berkesan lux daripada mainimalis. Bentunya yang terbuat dari bahan bambu menambah kesan asri bangunan ini. Atap memang masih memakai bahan yang sebenarnya sudah tidak direkomendasikan untuk bangunan publik (asbes keluntung). Namun pada tiang penyangganya terbuat dari kayu kelapa yang sudah dibentuk. Dinding-dindingnya terbuat dari bambu yang ditata membentuk motof tertentu. Jika kita amati, motif yang digunakan adalah motif jajaran genjang dengan diagonal. Jendela-jendela ruangan ini lost sehingga angin bebas keluar masuk. Sisi barat bangunan juga demikian.
Yang meanrik lagi adalah sisi lantainya. Lantai bangunan ini berbeda dengan lantai bangunan pertama yang permanen dan menggunakan ubin. Lantai bangunan kedua memakai kayu. Apa tidak dimakan rayap ? Tidak, lantai tersebut bersifat rumah panggung. Kelas ini sebenarnya didisain sebagai bangunan panggung. Pondasi bangunan berada di stren kali kapulungan yang kemudian dibuatkan tanggul. Pembuatan tanggul beton tersebut sekaligus membuatkan landasan untuk bangunan kelas ini yang bersifat panggung. Kekhawatiran dimakan rayap sedikit terkurangi. Tinggal perawatannya saja. 
Bangunan ini sebenarnya terdiri atas dua ruang kelas yang disket dengan anyaman bambu yang bisa dibongkar pasang. Saya melihatnya, proses bongkar pasangnya mudah karena setiap dinding dan sket dipasangi grendel atau slot yang sewaktu-waktu dapat dilepas dengan mudah. Tinggal lepas kemudian goangkat beberapa orang pria, beres. Namun sayangnya, mayoritas gurunya adalah kaum hawa. Hehehe...
Begitulah pengalaman ke SDIT Al Munawwar. Mudah-mudahan dapat terus berkembang dan berbuat banyak guna masarakat dan agama


-
Read more >>