Jumat, 30 November 2012

Ternyata Duduk Saja Juga Capek

Seharian duduk juga bikin capek. Bahkan boleh dikata capeknya barangkali mengalahkan capeknya kerja kuli bangunan atau kuli angkut pelabuhan. Luar biasa capeknya. Jika pun nanti pulang kerja dipijit sama sama cak Denggung pun tidak akan hilang capeknya. Dibelikan jamu diramuan Madura saja juga akan terasa capek. Hehehe...ini kata saya yang kerjanya banyak duduk. Kata mereka yang kesehariannya bekerja keras berpeluh-peluh beda lagi. Enak ya kerja sampean mas. Cuma duduk-duduk seharian. Tidak kena terik matahari. Kulit tidak terpanggang. Baju rapi. Bau tetap harum walau seharian kerja. dan yang pasti bayaran utuh tiap bulan walaupun ada sekian hari yang absen.
Beda dengan saya yang kerja seharian. Membanting tulang memeras keringat. Kulit gosong bau apek karena terpanggang sepanjang hari hanya untuk mencari sesuap nasi. Jika tidak ada yang nyuru maka juga tidak kerja,. Jika tidak kerja maka mau makan apa anak-anak saya ?
Hemmmm.....ternyata bener. Kita cenderung mengeluh tanpa pernah melihat yang levelnya masih di bawah kita. Syukur...alhamdulillah. Hari ini saya masih bernafas di saat sebagian ngos-ngosan karena kejar setoran. Alhamdulillah, walaupun kantor saya tidak berAC namun cukup teduh untuk berlindung di saat saudara-saudara saya kepanasan dan juga kehujanan. Alhamdulillah, tadi pagi istri bisa masak walaupun hanya ikan pindang dan tempe saja plus sambel kacang panjang. Jika saya cermati masih banyak kayaknya yang tadi pagi tidak sempat atau tidak ada sarapan. 
Alhamdulillah ya Allah, saya masih bisa ngeblog......tetangga saya sebelah saja tidak tau apa itu blog.
Read more >>

Di Mojokerto, Masjid dan Musholla Saja Dapat Bantuan LIstrik

Di Kabupaten Mojokerto, tempat tinggal saya yang lama dan juga baru. Lama karena dulu saya pindah dari Mojokerto mengikuti istri di Pasuruan dengan rentang waktu yang cukup lama. Dikatakan baru karena saya baru saja pindah lagi lke Kabupaten Mojokerto sekitar satu tahunan. Pada saat ini Kabupaten Mojokerto dengan Bupatinya Mustofa Kemal Pasya menerapkan terobosan baru yang telah berjalan pada tahun kedua. Setiap masjid dan mushollah di wilayah Kabupaten Mojokerto berhak mendapatkan bantuan tarif dasar listrik atau TDL. 
Pada awalnya bantuan TDL hanya diberlakukan untuk masjid saja dengan nominal yang relatif kecil. RP. 180.000 per tahun. Pertahun ya jangan sampai salah sebut menjadi per bulan. namun dalam perkembangannya, di tahun kedua bantuan TDL meningkat hampir 800 %. Jika semuala hanya seratus delapan puluh ribu rupiah menjadi Rp. 1.200.000/tahun. Logikanya dalam satu bulan setiap masjid di Mojokerto akan mendapat bantuan seratus ribu rupiah dari pemerintah kabupaten. Khusus mushollah yang ada di Kabupaten Mojokerto akan mendapat bantuan separuh dari masjid alias enam ratus ribu rupiah.
Namanya bantuan tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi. Ada beberapa item antara lain :
1. Surat Permohonan bantuan
2. Susunan Takmir
3. RAB
4. Sertifikat waqaf (surat keterangan desa)
5. KTP penanggung jawab
6. Rekening bank Jatim atas nama masjid atau mushollah (bukan perorangan)
7. NPWP ketua
8. Surat Pernyataan penggunaan bantuan (materai 6000)
9. Pakta Integritas (materai 6000)
10. Kuitansi (materai secukupnya)

jadi sepuluh kompionen ini yang harus dipenuhi. Jika sudah silahkan langsung disetor ke Pem Kab Mojokerto karena akan segera dicairkan. Selamat untuk para takmir masjid dan mushollah. Mudah-mudahan bantuan yang sedikit ini bermanfaat. dan selamat juga untuk Pemkab Mojokerto, semoga terobosan ini ditiru oleh daerah-daerah lain di tanah air.

MoNggo mampir di GUBUG SAYA

Read more >>

Dengan Bersyukur Semua Jadi Indah

Waktu SD saya selalu dibilangi sama guru saya, bahwa musim hujan itu jatuh mulai bulan Oktober sampai dengan April. Sedangkan untuk musim kemarau, jatuh mulai buulan April sampai dengan bulan Oktober. Begitu terus-menerus berputar dalam setiap tahunnya. Saya juga dikasih tahu bahwa di Indonesia hanya mengenal dua musim saja. Pertama Musim kemarau. Musim kemaraui adalah musim kering. Musim yang panas dan tidak ada hujan. Pada musim ini tumbuhan-tumbuhan ada yang meranggas menggugurkan dedaunannya untuk mengurangi panas atau penguapan. Hewan pun demikian, Banyak yang gerah dengan panasnya musim ini. Si Kerbau bahkan sampai berkubang di lumpur untyuk mendinginkan panas tubuhnya. Tidak hanya hewan dan tumbuhan, manusia juga merasa gerah dengan panasnya musim ini. Tidur tidak nyaman meski kipas sudah berputar pada kecepatan maksimal. Kecuali yang tergolong keluarga mampu, pastinya mereka bisa membeli AC untuk dipasang di rumahnya sehingga suhu ruangan tetap dingin. JIka sudah tidak betah di rumahpun mereka bisa boyongan dari rumah untuk menginap di villa keluarga ataupun di hotel yang berada di daerah dataran tinggi. Tentu hal ini mudah karena semuanya ada. Berbda dengan yang setiap hari harus bermandikan keringat untuk mencari sesuap nasi. Irama demikian harus tetap diterima karena sudah menjadi lagu kehidupannya. Petani, nelayan, kuli bangunan, sopir angkutan dan sebagainya adalah perwakilan dari mereka. Memang sudah nasib. Namun kalau disyukuri tentu akan menjadi indah. Karena bagaimanapun dengan bersyukur semuanya akan menjadi indah.
Kedua musim hujan. Dingin dan menggigil. Enaknya ada di rumah. Bercengkrama dengan keluarga dengan sedikit suguhan kopi hangat dan gorengan. Bermalas-malasan bercanda dengan keluarga. Namun susah juga, jemuran belum kering. Besok kerja pakai baju apa. Apalagi di musim ini sering terjadi banjir jika hujan lebat. Bisa susah juga. Membersihkan rumah. Mengamankan barang-barang berharga atau menghindarkan diri dan keluarga dari penyakit. Ribet juga. Apaagi ancaman tanah longsor, badai dan sebagainya. Miris jika kita bayangkang. Jika sudah begini Inginnya musim kering saja.
Itulah manusia. Suka berkeluh kesah. Suka ingkar nikmat yang diberikan Allah meskipun nikmat itu cuma-cuma. Termasuk di dalamnya saya. Memang untuk bersyukur sangat sulit. Ampuni kami ya Rabb
Read more >>

Kamis, 29 November 2012

Kenapa Tabung Gas 3 KG Sering Meledak

Tebak-tebakan yuk !!!!....ada pertanyaan menarik. Kenapa ya tabung gas yang 3 kg paling sering meledak ? Apa karena proses pembuatannya yang menyalahi prosedur ? Apakah bahannya yang tidak sesuai denga spek ataukahmemang ada yang salah dengan tabung gas 3 kg tersebut. Sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban tentunya. Mengingat korban yang ditimbulkan akibat tabung gas 3 kg ini sudah banyak. Tidak hanya korban harta benda melankan sampai nyawa.
Ternyata menurut pantaun saya pribadi meletusnya tabung 3 kg ini tidak disebabkan oleh faktor yang krusial melainkan hanya kesalahan pemilihan warna cat saja. Kenapa demikian ?
Pertamina selaku pihak yang bertanggungjawab akan hal ini memang salah warna. Pertamina sebagaimana kita ketahui memilih warna hijau untuk produk gas tabung 3 kg. Padahal sudah jelas hal ini berbahaya karena rentan meletus. Coba simak lagu berikut :

Balonku ada lima
rupa rupa warnanya
hijau kuning kelabu
merah mudah dan biru
meletus balon HIJAU......dooooor !!!!!

Warna apa coba yang meletus ?????
Read more >>