Rabu, 03 Oktober 2012

Ngaji Habis Maghrib, Kebiasaan yang telah Lama Tenggelam

Suasana Ngaji Malam
Dulu, waktu saya masih anak-anak mengaji atau ngaji adalah sebuah kewajiban yang harus kami lakukan setiap hari. Ngaji saat itu dilaksanakan pada malam hari ketika usai menuanaikan Sholat Maghrib. Meskipun Ngajinya sesudah Sholat Maghrib kami biasanya berangkat lebih awal untuk bersama-sama berjamaah di masjid.
Namun, pada perjalanannya karena jumlah santri yang semakin banyak, maka para pengurus masjid dan para pendidik memutuskan untuk memindahkan lokasi mengaji yang semula di masjid ke rumah penduduk. Salah satu alasannya memang untuk efisiensi. Namun, saya saat itu sadar betul bahwa mengaji habis maghrib waktunya sempit di samping kami sebagai anak-anak suka membuat kegaduan pada saat pelaksanaan berjamaah. Jadi wajar ketika ngajinya dipindah habis maghrib di rumah penduduk.
Saya masih ingat betul ngaji saat itu bertempat di tiga lokasi rumah penduduk. Untuk Dateng Selatan area jalan raya ngajinya difokuskan di rumah Pak Met. Saya sudah lupa siapa mengajar kala itu. Karena saat itu saya tidak ikut mengaji di Rumah Pak Met. Untuk area utaranya di rumah Mbok Poniah. Yang ngajar ngaji saat itu adalah suaminya dan beberapa beberapa anaknya. Untuk lingkungan Dateng tengah atau RT 03 tempatnya di rumahku. Yang mengajar ngaji adalah anak-anak remas dikomandani Paklekku Sugiantoro.
Namun, rumahku bukanlah satu-satunya tempat atau lokasi ngaji. Lokasi ngaji pernah berpindah-pindah. Pernah di rumah mbak Hur anak dari H. Imron Rosyidi almarhum guru sekolah STMku dulu. Kemudian juga pernah dipindah ke eks gedung SMP YPI Baiturrahman Dateng di belakang rumah H. Imron.
Terakhir ngaji maghrib kala itu adalah saat di rumah Pak Alex. Pak Alex adalah seorang polisi. Rumah itu kuingat adalah rumah Pak Rokib yang dijual. Karena rumah ini tidak ditempati maka digunakan sebagai tempat ngaji untuk anak-anak plus markas Remaja Masjid At taqwa II. Saat itu saya sudah remaja dan menjadi salah satu pengajar di TPQ.
Rumah terakhir yang saya sebutkan tadi sekarang kondisinya mengenaskan kerena sudah tidak ditempati lagi. Saya tidak tau sebabnya. terakhir saya dengar rumah ini dijual tapi belum ada pembeli. Banyak kenangan di rumah ini.Salah satunya adalah kegiatan Tapak Suci yang dilaksanakan disana. Saya juga ingat dulu jarang pulang ke rumah dan paling sering tidur di sana di samping di rumah Cak Tomo. Di sampin suka menginap ke sana, kami juga suka mencari codotan buah mangga malam-malam saat musim mangga. 
Mencari codotan sebenarnya adalah istilah untuk mengambil buah mangga yang sudah matang. Ada dua cara yang bisa kita lakukan, pertama adalah dengan memegang dan yang kedua adalah dengan memandang. Buah mangga ketika sudah matang betul cara mengetahuinya adalah dengan cara memegang bagian ujung bawahnya. Jika sudah lunak atau gembuk maka dijamin sudah matang. Dengan cara ini kita akan diwajibkan memanjat pohon. Dan cara inilah yangs ering saya lakukan saat itu.
Cara kedua adalah dengan cara memandangnya. Mangga yang sudah masak warnanya gelap dan kusam agak kebiru-biruan. Bagian gagangnya sudah mulai menguning. Bagi yang ahli sangat mudah untuk mengetahuinya.
Namun semua kenangan itu sudah tidak ada. Kebiasaan mengaji waktu maghrib sudah sirna oleh perkembangan zaman. Saat ini sudah jarang masjid atau mushollah yang menyelenggarakan ngaji habis maghrib. Kebanyakan anak sekarang mengajinya ke TPQ bukan ke masjid lagi. Meskipun satu kompleks dengan masjid tetapi pelaksanaanya sebagian besar adalah sesudah asar. 
Padahal kalau kita mau jujr mengaji seusai maghrib ada beberapa keuntungan. Anak akan terhindar dari tanyangan TV, anak-anak akan terbiasa sholat berjamaah di masjid atau mushollah. Hal ini berbeda dengan yang mengaji usai asar. Anak juga akan punya keberanian pulang walaupun sudah malam hari. dan yang terpenting menumbuhkan perasaan cinta masjid atau mushollah dan menjadikan masjid atau mushollah sebagai pusat kegiatan mereka.
Sekarang.....apa tidak lebih baik mengajinya kembali habis maghrib saja
Judul: Ngaji Habis Maghrib, Kebiasaan yang telah Lama Tenggelam; Ditulis oleh Riyono Putra Penanggungan; Rating Blog: 5 dari 5
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Ngaji Habis Maghrib, Kebiasaan yang telah Lama Tenggelam
Ditulis Oleh Riyono Putra Penanggungan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Ngaji Habis Maghrib, Kebiasaan yang telah Lama Tenggelam ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar