Sabtu, 20 Oktober 2012

Catatan Akhir Pekan : Amalan & Keutamaan Dzulhijjah

Mulai saat ini saya berusaha untuk membuat sebuah catatan akhir pekan. Sebuah tulisan ringan saja tidak perlu berat-berat. Isinya gado-gado. Yang penting saya punya kemauan untuk menulis saja. Karena menulis adalah pekerjaan sulit. Jika semangat menulis itu tidak dipupuk maka akan layu bahkan mati. Jika sudah demikian maka akan sulit untuk dibangkitkan kembali.
Akhir pekan ini kita sudah masuk bulan Dzulhijjah atau bulan Haji. Dalam bulan ini ada sebuah 3 syariat besar bagi kaum muslimin dimanapun berada. Syariat -syariat ini memiliki keutamaan-keutamaan bagi yang mau melaksanakannya. Saya tidak mau mengulas jauh menganai hal tersebut. Namun saya hanya menunjukkan syariat-syariat tersebut kemudian mari bersama-sama kita terapkan dalam kehidupan kita. Tentu dengan harapan, semoga kita akan mendapatkan keutamaan dari amalan yang akan kita kerjakan. Dan jika pun kita belum mampu menunaikannya, semoga kita diberi Allah kesempatan untuk dapat mewujudkannya.

Pertama, dalam bulan ini ada syariat Haji. Ibadah haji adalah satu dari rukun Islam. Mengerjakannya wajib bagi yang mampu. Mampu dimaknai tidak hanya mampu secara finansial saja. Akan tetapi mampu dalam semua aspeknya. Baik itu teknis maupun non teknisnya. Teknis adalah mampu dalam ritualnya. Kesiapan mental yang kita miliki. Non teknis akan berhubungan dengan kesanggupan finansial. Ibadah haji saat ini paling tidak menghabiskan dana sekitar 40 juta belum termasuk tetek bengeknya. Itu bagi yang reguler. Bagi yang plus akan tembus sampai 100 juta. Bagi kita yang reguler belum lagi harus menunggu dengan durasi waktu yang relatif panjang. Di pasuruan dan wilayah Jawa Timur lainnya, masa tunggu pemberangkatan saat ini melampaui 10 tahun. Kita bayangkan jika kita daftar haji sekarang umur 40 tahun, maka kita akan berangkat umur 50 tahun. Lama sekali....
Kedua, dalam bulan ini kita disyari'atkan untuk puasa Arofah. Puasa arofah hanya satu hari saja yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Keutamaannya adalah menghapuskan dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya bagi yang melaksanakannya. Dinamakan Arofah karena pada tanggal ini para jamaah haji sedang wuquf di Arofah. Sungguh kasih sayang Allah sangat besar bagi kita. Bayangkan hanya dengan berpuasa satu hari saja kita akan mendapatkan keutamaan yang demikian luar biasa. Ada juga yang berpuasa 2 hari sebelum Idul Adha. Yang kedua ini dinamakan tarwiyah. Namun hadits-hadits yang menjelaskan puasa tarwiyah semuanya berstatus dloif. Bagi Jamaah Muhammadiyah, meskipun puasa itu mempunyai keutamaan yang besar jika landasan hukumnya lemah akan ditinggalkan. Entah dengan jamaah lainnya.
Ketiga, dalam bulan ini kita disyariatkan untuk berkurban dengan menyembeli hewan kurba. dalil nashnya adalah QS At Takatsur. Ibadah ini adalah sebuah sunnah Muakkadah. Bahkan Imam Hanafi mengatakan wajib. DAlam sabda Nabi seseorang yang lapang tapi enggan untuk berkurban dia tidak diperkenanankan untuk dekat-dekat dengan dengan tempat sholat nabi (Masjid). Ini menandakan bahwa ibadah yang luar biasa hebatnya. Karena difatwakan demikian oleh Nabi. Tidak boleh mendekati tempat sholat Nabi sendiri adalah makna kiasan. Makna hakikinya adalah orang yang lapang tapi enggan untuk berkurban bukan disebut sebagai kaumnya Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita diberi kemampuan dan kemauan untuk berkurban. Amin
Qurban adalah untuk keluarga bukannya perorangan. Ketika saya berkurban seekor kambing, maka saya berkurban untuk saya sendiri dan keluarga saya. Istri dan anak termasuk di dalamnya. Jika kita berkurban seekor sapi pun demikian. Khusus sapi dan unta maka kedua hewan ini biaya pengadaannya dapat dipul oleh masing masing tujuh dan sepuluh orang. Tujuh untuk sapi dan sepuluh untuk onta. Saya yakin di Indonesia ini belum ada yang berkurban unta karena di sini tidak ada. kalau kerbau ada dan ini diperbolehkan oleh para ulama. Kerbau dimasukkan dalam golongan keluarga sapi. namun jika kita berkurban gajah atau kuda maka ini belum ada keterangannya.Menurut beberapa buku atau kitab yang saya baca ini tidak di perkenankan karena keluar dari golongan hewan kurban.
Itulah tiga keutamaan amal yang akan kita sambut di bulan ini. Semoga saja kita dapat memetik karunia Allah yang sebesar-besarnya di bulan ini.
Judul: Catatan Akhir Pekan : Amalan & Keutamaan Dzulhijjah; Ditulis oleh Riyono Putra Penanggungan; Rating Blog: 5 dari 5
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Catatan Akhir Pekan : Amalan & Keutamaan Dzulhijjah
Ditulis Oleh Riyono Putra Penanggungan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Catatan Akhir Pekan : Amalan & Keutamaan Dzulhijjah ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar