Kamis, 13 September 2012

Kearifan Lokal : Tradisi Nyebet Kaki Bayi dengan Ikan Gabus

Ikan Gabus adalah jenis ikan yang banyak dijumpai di perairan tawar dan payau. Ikan ini termasuk jenis ikan carnivora karena memakan jenis ikan lain yang lebih kecil. Ikan ini juga disebut sebagi ikan hama oleh petani tambak dan juga peternak ikan lain. Tak mengherankan jika ikan ini cenderung diburu untuk disingkirkan di area kolam ikan atau tambak.
Namun sebenarnya ikan ini juga sangat layak untuk dikonsumsi. Daging ikan gabus teksturnya sangat lembut dan sedap. dapat diolah dalam berbagai olahan sesuai dengan selera kita. Baik itu dibotok, bumbu kuning, bali, penyet, kare dan lain sebagainya. 
Saya sendiri sudah hobby makan ikan ini sejak masih kecil. Saat itu populasi ikan gabus sangat banyak. Di Sungai dan di sawah masih banyak dijumpai. Seringkali orang-orang yang mengobati sungai dengan tuba mendapatkan ikan gabus dalam jumlah banyak. Orang-orang yang membuka lahan pertanian juga sering mendapat ikan ini disamping juga menjumpai ular yang sangat banyak jumlahnya. Tetapi sayang akhir-akhir ini jumlah populasi ikan ini semakin menyusut karena banyak hal. Slah satunya adalah perburuan liar ikan ini menggunakan strum dan makin menyempitnya lahan pertanian.
Ikan gabus dlam tradisi Jawa dianggap sebagai ikan yang membawa berkah. Berkah dalam kearifan lokal dianggap sanggup memberi sugesti kepada anak balita yang belum bisa berjalan agar cepat dapat berjalan. Entah kabar ini benar atau salah. tetapi yang jelas hal ini banyak dipercaya masyarakat benar adanya.




Judul: Kearifan Lokal : Tradisi Nyebet Kaki Bayi dengan Ikan Gabus; Ditulis oleh Riyono Putra Penanggungan; Rating Blog: 5 dari 5
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Kearifan Lokal : Tradisi Nyebet Kaki Bayi dengan Ikan Gabus
Ditulis Oleh Riyono Putra Penanggungan
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Kearifan Lokal : Tradisi Nyebet Kaki Bayi dengan Ikan Gabus ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar