Kamis, 27 September 2012

Rencana Kunjungan Siswa SD MUTU ke Situs Majapahit

Hari Sabtu tanggal 29 September 2012, Insyaallah rombongan SD Muhammadiyah 1 Gempol (SD MUTU) akan melakukan study lapangan tentang sejarah kerajaan besar yang pernah menguasai se-antero Nusantara yaitu Majapahit. Studi Lapangan kali ini hanya akan diikuti oleh siswa-siswi kelas V SD Mutu yang berjumlah 26 siswa.
Read more >>

Selasa, 25 September 2012

Candi Bajang Ratu



Candi Bajangratu

Gapura Bajang Ratu atau juga dikenal dengan nama Candi Bajang Ratu adalah sebuah gapura / candi peninggalan Majapahit yang berada di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Bangunan ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 dan adalah salah satu gapura besar pada zaman keemasan Majapahit. Menurut catatan Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Mojokerto, candi / gapura ini berfungsi sebagai pintu masuk bagi bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara yang dalam Negarakertagama disebut "kembali ke dunia Wisnu" tahun 1250 Saka (sekitar tahun 1328 M).http://4.bp.blogspot.com/-Ku8IWRDqzYA/Uow6_9hyfwI/AAAAAAAAARU/QkOLLA0Yj5s/s1600/DSC00077.JPG
Namun sebenarnya sebelum wafatnya Jayanegara candi ini dipergunakan sebagai pintu belakang kerajaan. Dugaan ini didukung adanya relief "Sri Tanjung" dan sayap gapura yang melambangkan penglepasan dan sampai sekarang di daerah Trowulan sudah menjadi suatu kebudayaan jika melayat orang meninggal diharuskan lewat pintu belakang.
Penamaan
Bajang Ratu" dalam bahasa Jawa berarti "raja / bangsawan yang kecil / kerdil / cacat". Dari arti nama tersebut, gapura ini dikaitkan penduduk setempat dengan Raja Jayanegara (raja kedua Majapahit) dan tulisan dalam Serat Pararaton, ditambah legenda masyarakat. Disebutkan bahwa ketika dinobatkan menjadi raja, usia Jayanegara masih sangat muda ("bujang" / "bajang") sehingga diduga gapura ini kemudian diberi sebutan "Ratu Bajang / Bajang Ratu" (berarti "Raja Cilik"). Jika berdasarkan legenda setempat, dipercaya bahwa ketika kecil Raja Jayanegara terjatuh di gapura ini dan mengakibatkan cacat pada tubuhnya, sehingga diberi nama "Bajang Ratu" ("Raja Cacat").
Sejarawan mengkaitkan gapura ini dengan Çrenggapura (Çri Ranggapura) atau Kapopongan di Antawulan (Trowulan), sebuah tempat suci yang disebutkan dalam Kakawin Negarakretagama: "Sira ta dhinarumeng Kapopongan, bhiseka ring crnggapura pratista ring antawulan", sebagai pedharmaan (tempat suci). Di situ disebutkan bahwa setelah meninggal pada tahun 1250 Saka (sekitar 1328 M), tempat tersebut dipersembahkan untuk arwah Jayanegara yang wafat. Jayanegara didharmakan di Kapopongan serta dikukuhkan di Antawulan (Trowulan). Reruntuhan bekas candi tempat Jayanegara didharmakan tidak ditemukan, yang tersisa tinggal gapura paduraksa ini dan pondasi bekas pagar. Penyebutan "Bajang Ratu" muncul pertama kali dalam Oundheitkundig Verslag (OV) tahun 1915.


Sumber : Wikimedia
Read more >>

Senin, 24 September 2012

Mengkritisi Greget Nuswantara & Ajarannya (Bagian 5)

Malam sobat blogger. Malam ini cukup ramai. Hawanya juga tidak panas-panas amat dan juga tidak dingin. Biasa saja. Maklum, mungkin karena daerah tempat tinggal saja yang tidak masuk wilayah pesisir tetapi juga bukan daerah pegunungan. Daerah saya memang dekat dengan gunung namun gunung tersebut tidak tinggi-tinggi amat. Kisaran 1600mdpl. Untuk ukuran gunung, ketinggian sekian terbilang rendah. Sehingga adakalanya saya kesulitan waktu sekolah untuk menemukannya dalam peta negara.
Read more >>

Sabtu, 22 September 2012

Menanti Ahad

Ahad, atau lazim dikenal dengan minggu oleh kebanyakan orang Indonesia. namun saya lebih menyukai dengan sebutan hari Ahad saja adalah hari yang ditunggu sebagian orang. Sebagian lain mungkin mempunyai perasaan berbeda terhadap hari ini. Bagi kami, para pegawai, pelajar, staf kantor dan tentu saja guru, hari Ahad adalah hari yang dinanti. Setelah jenuh dengan aktivitas rutin sepekan, maka hadirlah hari Ahad. Ada harapan dengan berlibur di hari ini kita dapat berkumpul dengan keluarga. Dengan hari Ahad kita bisa melepas kangen karena selama sepekan kita kurang menghiraukan mereka.
Di sisi lain, hari Ahad akan menjadikan kita fress kembali. Diharapkan esoknya kita dapat kembali beraktivitas dengan semangat baru yang ada. Tentu setelah kita Istirahat di hari Ahad
So, kawan-kawan selamat berakhir pekan dan selamat berhari Ahad
Read more >>

Kamis, 20 September 2012

Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 4)

Sebelum kita melanjutkan bahasan santai kita, ada baiknya kawan-kawan yang belum membaca pada paparan sebelumnya untuk membacanya di link bawah ini :
Di sana akan diuraikan pandangan saya pribadi mengapa harus menuliskan pandangan saya akan GregetNuswantara yang merupakan kepanjangan pemikiran Turangga Seta sebuah Yayasan yang berjuang di pelestarian budaya. Di tulisan sebelumnya saya juga memberikan pandangan pribadi saya selaku muslim akan ajaran tersebut. Saya punya harapan, bagi teman-teman dan saudara saya yang muslim, agar tidak terjebak dalam ajaran tersebut karena mengarah kepada kesyirikan.
Read more >>

Rabu, 19 September 2012

Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 3)

Tulisan saya sebelumnya Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 2) dikatakan bahwa kita adalah keturunan Dewa yang turun dari kahyangan kemudian berwujud manusia. Yang dalam pandangan saya sebagai muslim sungguh jauh dengan pemahaman Islam. Ketika saya buru pertanyaan sesungguhnya siapa dewa sesungguhnya. Mereka menjawab, hampir sama lah dengan Malaikat kalau di Islam. Haaa.....?

Surga dan Neraka
"Jangan mendoakan leluhur
Read more >>

Memandang Penanggungan

Gunung Penanggungan bagi masyarakat Jawa lampau adalah gunung yang dimuliakan. Di dalamnya terkandung banyak situs sejarah yang layak untuk dilestarikan. Meskipun demikian ada saja tangan yang jahil  yang mencoba untuk merusaknya. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa tak kurang dari 83 peninggalan purbakala yang terdapat di gunung ini. Dan tak semuanya dalam keadaan baik. Lebih para lagi rusaknya peninggalan tersebut karena tangan-tangan jahil. Sebagian lagi hilang dicuri.
Read more >>

Senin, 17 September 2012

Dzulqa'dah Bulan Sial ?

Hari ini tanggal 17 September 2012 adalah hari senin. Menurut kalender Hijriyah hari bertapatan dengan tanggal 1 Dzulqa'dah 1433 H. berarti sudah 1 bulan kita tinggalkan bulan Ramadhan 1433 H. Kini, kita menapakai bulan baru pada penanggalan hijriyah, yang artinya semakin kita menjauh dari bulan Ramadhan dan semakin dapat kita rasakan progres keimanan kita. Yaziidu au kankuusu. Naik apa turun ?
Read more >>

DELAP VS MEDHIT

Sekali lagi saya uraiakan kata-kata dalam bahasa Jawa untuk kita apahami kembali dikarenakan kata-kta tersebut sudah mulai  jarang kita jumpai atau kita dengarkan lagi.
Kata pertama kata DELAP, arti delap adalah suatu karakter atau sifat seseorang yang suka meminta kepada orang lain. orang delap itu kreatif. tetapi kreatifnya kreatif meminta kepada orang lain. dulu kata ini dilekatkan pada anak-anak yang suka minta kue atau  minuman kepada temannya dengan intensitas tinggi atau keseringan. walaupun sejatinya dia sendiri punya dan mampu untuk beli sendiri. tetapi setiap kali orang lain pegang makanan pasti dia minta. anak tersebut delap, kata teman-temannya.
namun demikian predikat delap tidak hanya dilekatkan pada anak kecil. orang dewasa pun bisa dilekati kata ini jika memang memiliki sifat delap. pejabat pemerintah yang suka minta-minta pun bisa dikatakan delap. bawahannya dijadikan sapi perahannya karena sifat delapnya itu. biasanya orang delap juga berbanding lurus dengan sifat kedua, yaitu medhit
Medhit artinya kikir. Dalam bahasa Indonesia orang kikir enggan jika harta bendanya diminta orang lain. orang kikir tidak hanya ngeman hartanya diminta orang lain saja bahkan untuk dirinya sendiri dia ngeman. untuk makannya dia ngeman. jika saya gunakan bahasanya kawan-kawan masjid An Nur dulu waktu kuliah. Istilah kikir diibaratkan mbujuki wetenge dewe.
Kikir jika dikaitkan dengan alat pertukangan adalah alat untuk menajamkan gergaji. alat ini menggerus bagian gergaji yang terbuat dari baja sehingga tajam kembali. gergaji yang juga dari baja tergerus, namun kikir masih utuh. filosofinya kikir ngeman harta bendanya, namun mau jika dikasih milik orang lain. identik kan dengan delap.
makanya tadi saya katakan bahwa kata ini biasanya berbanding lurus. DELAP dan MEDHIT. orang yang delap biasanya medhit. orang medhit biasanya delap.
Jika yang delap dan medhit anak-anak masih lumrah.
kalau yang delap dan medhit para penguasa.....bahaya.
Read more >>

Kamis, 13 September 2012

Kearifan Lokal : Tradisi Nyebet Kaki Bayi dengan Ikan Gabus

Ikan Gabus adalah jenis ikan yang banyak dijumpai di perairan tawar dan payau. Ikan ini termasuk jenis ikan carnivora karena memakan jenis ikan lain yang lebih kecil. Ikan ini juga disebut sebagi ikan hama oleh petani tambak dan juga peternak ikan lain. Tak mengherankan jika ikan ini cenderung diburu untuk disingkirkan di area kolam ikan atau tambak.
Namun sebenarnya ikan ini juga sangat layak untuk dikonsumsi. Daging ikan gabus teksturnya sangat lembut dan sedap. dapat diolah dalam berbagai olahan sesuai dengan selera kita. Baik itu dibotok, bumbu kuning, bali, penyet, kare dan lain sebagainya. 
Saya sendiri sudah hobby makan ikan ini sejak masih kecil. Saat itu populasi ikan gabus sangat banyak. Di Sungai dan di sawah masih banyak dijumpai. Seringkali orang-orang yang mengobati sungai dengan tuba mendapatkan ikan gabus dalam jumlah banyak. Orang-orang yang membuka lahan pertanian juga sering mendapat ikan ini disamping juga menjumpai ular yang sangat banyak jumlahnya. Tetapi sayang akhir-akhir ini jumlah populasi ikan ini semakin menyusut karena banyak hal. Slah satunya adalah perburuan liar ikan ini menggunakan strum dan makin menyempitnya lahan pertanian.
Ikan gabus dlam tradisi Jawa dianggap sebagai ikan yang membawa berkah. Berkah dalam kearifan lokal dianggap sanggup memberi sugesti kepada anak balita yang belum bisa berjalan agar cepat dapat berjalan. Entah kabar ini benar atau salah. tetapi yang jelas hal ini banyak dipercaya masyarakat benar adanya.




Read more >>

Selasa, 11 September 2012

Laman Pencari NRG, Baru.

Nomer Registrasi Guru atau NRG adalah barang mahal bagi pendidik. Tanpa NRG seorang pendidik walaupin sudah dinyatakan lulus PLPG dan mengantongi sertifikat pendidik sekalipun tak akan pernah merasakan manisnya Tunjangan Profesi Pendidik atau TPP. NRG adalah syarat mutlak untuk pencairan TPP tersebut.
Namun sayangnya, mengurus atau mendapatkan NRG adalah bukan barang mudah. Ibaratnya seorang calon pengantin harus menunggu dengan harap-harap cemas. Kapan hari H akan dilaksanakan. Bagaimana nanti dan lain sebagainya. Sama halnya dengan NRG, seorang pendidik harus menunggu dan tak dapat jemput bola. Kalaupun ada upaya jemput bola biasanya dilakukan dengan bertanya ke dinas (tetapi kalau sertifikasinya di Dinas Pendidikan NRGnya cepat keluar) atau ke Mapenda Kemenag kab/kota setempat. Lebih profesional lagi kalau mencoba search ke jaringan internet dengan mesin pencari.
Tetapi jangan berharap banyak juga dengan mesin pencari, kalaupun kita ditunjukkan beberapa alamat yang memuat NRG, maka NRG yang kita dapat adlah NRG lama untuk lulusan sertifikasi tahun 2010 ke bawah. Sedangkan yang memuat NRG angkatan 2011 ke atas dijamin belum ada.
Saya dulu pernah menulis masalah pencarian NRG. Namun sayang akunnya sekarang sudah mati. Kalau tidak percaya lihat saja http://sk.sertifikasiguru.org/(*sudah saya unlink). Mengecewakan. Padahal saat itu, web tersebut adalah satu-satunya rujukan yang bisa diakses.
Tadi saya sempatkan lagi googling masalah NRG. Saya masukkan kata kunci KEMDIKBUD NRG, ternyata ada juga halaman khusus yang memuat pencarian NRG. Kalau teman mau lihat ini alamat webnya : http://nrg-kemdiknas.info/(sudah saya unlink).
Tapi harap bersabar saudara, karena mungkin juga NRG yang terbaru belum terbit. Jadi masih NRG lama yang dimuat. Tapi syukuri saja, mungkin dengan bersyukur nikmat kita ditambah. Kalaupun tidak keluar juga ya memang sudah takdirnya.
Read more >>

Jumat, 07 September 2012

Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 2)

Khusus masalah penciptaan, referensi saya dalam mengkritisi keyakinan GN adalah dengan mengguakan keyakinan saya sendiri yaitu Islam. dan adapun sumber yang digunakan dalam Islam sebagai rujuan tidak lain adalah kitab sucinya, Al Quran. Mengimani Al Quran berarti mengimani apa yang ada di dalamnya juga tanpa terkecuali sebagai kabar haq yang datangnya dari Allah SWT. Menafikkan satu ayat saja dalam Al quran berarti juga menafikkan keseluruhan kandungan Al Quran bahkan menafikkan Allah.
Memang GN beranggapan bahwa mereka adalah grup yang tidak membahas SARA. Tetapi ketika mereka mempunyai pandangan dan pandangan itu jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan saya, saya tidak boleh membahasnya. kalau kita cermati dengan seksama keyakinan GN, kita juga dapatkan bahwa mereka sejatinya juga mengusung paham keneragamaan tertentu yang sudah ada di Indonesia. Saya tidak usah menyebutkan agama tersebut, tetapi kalau kawan pernah membaca di GN maka kawan akan temukan istilah-istilah yang identik dengan sebuah agama seperti dewa, kahyangan, moksa dan lain-lain
Di sisi lain,  bukankan GN sendiri sudah mengatakan bahwa ajaran Islamlah sebagai ajaran baru yang datang ke tanah air sebagai biang kemunduran peradapan Nusantara dan ngambeknya sang eyang mereka yaitu Sabdo Palon. Sabdo Palon sendiri kabarnya melarikan diri ke timur yaitu Bali. Terakhir mereka momong orang-orang barat sehingga orang-orang barat menjadi maju seperti pada saat ini. Seolah hendak menjilat ludah sendiri, padahal mereka mengatakana bahwa orang-orang barat adalah bangsa munyuk alias kera. Pertanyaan besarnya, kok mau-maunya Sabdo Palon momong bangsa Munyuk ?

Asal Usul Alam Raya 

Keyakinan GN beranggapan bahwa dunia seisinya berawal dari sebuah telur. Hehehe...Kalau hal ini saya juga pernah mendengarnya dari kisah pewayangan. Lebih afdholnya kawan-kawan baca sendiri saja dongengnya www.lakubecik.org. Memang agak aneh, GN menolak referensi yang katanya sudah banyak yang dobol. Tetapi mereka juga pakai referensi sendiri yang ada dan dipahami orang banyak tentu dengan sedikit modifikasi.
Read more >>

Kamis, 06 September 2012

Foto Tempat Kenangan Masa Kecil

Masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan dalam sebuah kehidupan manusia. Masa Kecil adalah masa bermain bagi manusia. Masa kecil adalah masa kita santai tanpa terbebani sebuah keharusan yang tidak dapat kita pikul semacam bekerja. Karena itu masa kecil akan selalu membekas dalam kehidupan kita.
Berikut ini adalah sebagian temapt dalam kehidupan saya yang saat ini masih dapat saya jumpai. Beberapa tempat memang sudah tiadk dapat kita jumpai kembali karena banyak faktor terutama pembangunan. Di temapt ini dahulu kami anak-anak dusun senang bermain. Mencari ikan yang kita bakar di area sekitar, mengembala kambing sekaligus mandi di sana. Buyuk, begitulah masayarakat menyebutnya.
Sebetulnya Buyuk adalah sumber air yang membentuk kolam dengan ada tanaman semacam palm di tengah-tengahnya. Tanaman atau pohon ini berbuah dan akalu diamakan seperti buah siwalan. Sebetulnya Buyuk bukan satu-satunya kolam di sana. Di sisi selatan Buyuk juga ada kolamnya. Orang dateng menyebutnya dengan Bulungsari. Bulungsari inilah tempat anak-anak mandi dengan terjun bebas dari atas dahan pohon akasia.







Read more >>

Rabu, 05 September 2012

Mengkritisi GregetNuswantara dan Ajarannya (bagian 1)

Pada postingan saya sebelumnya yang berjudul Surat Terbuka dari Seorang Sahabat saya memposting tulisan sahabat Anthonio LanglangBuana di GregetNuswantara, sebuah laman Facebook yang dimiliki Turangga Seta. Sebuah yayasan yang katanya bergerak dalam bidang pelestarian budaya Nusantara dan berupaya mengembalikan kejayaan Nusantara. Menjadikan bangsa yang bangga dengan kebesaran leluhurnya. Mencoba untuk merekontruksi sejarah yang selema ini cenderung diwarnai kepentingan kolonial dalam rangka mengkerdilkan pribumi.
Dalam tulisan ini saya mencoba mengurai tentang Paham yang dianut oleh komunitas GregetNuswantara dan mencoba melakukan counter secukupnya saja. dalam penguraian pandangan itu tentu saya akan memakai logika dan abhasa sesederhana mungkin. Dan yang terpenting saya akan menggunakan nurani serta keyakinan pribadi saya yaitu, Islam.
Tulisan ini mungkin akan bersambung dalam beberapa tulisan di belakangnya. Harapan saya mungkin akan memuaskan anda dan memberikan sedikit pencerahan agar anda tidak terjebak dan program cuci otak yang mereka punya. Selanjutnya saya akan bahas per tema, sehingga bahasan tidak menjadi bias dan lebih runtut. Adapun tema yang akan saya bahas adalah beberapa tema urgen seputra keyakinan Gn dan pengikutnya antara lain masalah Penciptaan, Dewa, Tiwikrama, Moksa, Leluhur, Majapahit dan lain-lain. Pembahasannya temanya pun akan cenderung fleksible sesuai mood saya pribadi. Jadi harap maklum

Masalah Penciptaan
Saya Muslim dari lahir. Dibesarkan dalam keluarga muslim dan sekarang berkarya di komunitas muslim. Jadi Islam dalam keseharian saya turut mewarnai perjalanan hidup dan keyakinan saya. Sebagai seorang muslim keyakinan disebut sebagai Iman. Iman dalam Islam menyangkut tiga hal pokok yaitu : Hati, lisan dan perbuatan. Iman itu membenarkan dalam hati. dalam hati orang menerima dengan kedaran pribadi terhadap apa yang diimaninya. Dengan lisannya pun dia berikrar. Bentuk lain ikrar adalah lisannya menunjukkan keimanannya. Setiap tutur dan akatanya adalah wujud imannya. dalam perbuatannya pun demikian. Jadi iman adalah perpaduan tiga unsur tersebut. Iman tidak lengkap jika ada satu aspek keimanan yang diabaikan.
Dalam sebuah percakapan Jibril dan Rasululullah Muhammad SAW terjadi tanya jawab yang dilakukan oleh Jibril kepada Rasul. kala itu Jibril bertanya tentang tiga hal yaitu : islam, Iman dan Ihsan. Ketika sampai pada bahasan masalah iman maka rasul mengatakan bahwa iman adalah Iman kepada Allah, malaikat, KItab, rasul, hari akhir dan takdir baik dan buruk.
Iman kepada Allah menyakini Allah sebagai rab, Sebagi sesembahan yang berhaq untuk disembah dan meyakini asma dan sifatnya. Meyakini Allah memiliki malaikat-malaikat yang malaikat itu adalah makhluk yang patuh yang diciptakan Allah dari cahaya. Meyakini allah berfirman sebagaimana tercatat dalam kalamaullah yaitu kalimat-kalimat Allah yang dibukukan. Meyakini allah mengirimkan rasul-rasul untuk menyempurnakan akhlak manusia. Mempercayai adalanya hari pembalasan di akhirat kelak. Percaya sepunuhnya adanya taqdir diri Allah. (bersambung)

Read more >>

Surat Terbuka dari Seorang Sahabat

SURAT TERBUKA

 

Berikut ini adalah sebuah surat terbuka dari seorang sahabat yang mengundurkan diri dari Greget Nuswantara sebuah akun yayasan Turangga Seta yang ada di Facebook.
Teman-teman Turangga Seta dan Greget Nuswantara yang saya hormati,

akhirnya tiba saatnya saya memposting surat ini untuk mengundurkan diri sebagai anggota Turangga Seta, kesibukan kerja dan rutinitas petualangan mempelajari Budaya dan Sejarah daerah yang saya kunjungi berdampak pada tidak maksimal dan konsisten membagi ruang pada visi Turangga Seta,
walau telah berupaya bersikap tetap netral dalam peran yang saya ambil dalam menyikapi visi dan sejarah versi Turangga Seta akan membuat saya sendiri tidak merasa nyaman dengan kenyataan temuan lapangan yang saya peroleh.

satu hal yang pasti adalah kurangnya literatur Sejarah yang di miliki Turangga Seta sebagai bahan kajian ataupun pembanding dalam mencoba mengurai Sejarah panjang Nusantara menyebabkan
kesan kemegahan budaya dan peradaban masa lalu yang selalu di tampilkan baik dalam Grup GregetNuswantara maupun media TS lainnya akan sangat berdampak pada sentralistik budaya etnis tertentu dalam hal ini adalah Javanisme sementara kaitan dengan daerah lainnya sangat kurang di respon dan di teliti lebih jauh, padahal kita sama mengetahui bahwa dalam siklus yang sama dalam suatu fase sejarah, antara satu daerah dan lainnya akan sangat berhubungan erat baik dalam pertalian hubungan Kekeluargaan, Budaya, Teknologi maupun Perdagangan.

untuk Sejarah Majapahit versi Turangga Seta sendiri sebagai dasar pijakan dalam merestorasi sejarah Nusantara akan menimbulkan polemik panjang, begitu juga asumsi yang sangat kontroversial tentang penimbunan berbagai bangunan peradaban di seluruh Nusantara pasca keruntuhan Majapahit,, bagaimana mungkin peristiwa Fenomenal Leluhur melakukan triwikrama serentak tuk menutupi bangunan –bangunan megah akibat masuknya ajaran baru yang menurut TS merusak sendi kehidupan tidak sempat tergores dalam catatan resmi sejarah maupun budaya tutur di tanah Jawa bahkan di wilyah lainnya seperti di Kalimantan, Sumatera, Bali, dan Sulawesi bahkan Timur Nusantara yang menurut Turangga Seta saat itu adalah adipati bawahan dari Majapahit,
tidak konstruktif nya periodesasi dan alur infromasi serta tidak sistematis pembabaran sejarah versi Turangga Seta dibandingkan catatan literatur di berbagai daerah akan menyebabkan sangat susah bagi generasi muda untuk mempelajari dan mencoba merangkai sejarah Nusantara secara utuh, dan hal ini tetap akan menjadi penghalang bagi Turangga Seta yang akan merombak total sejarah Nusantara.

sebagai pembanding literatur jauh sebelum Majapahit berdiri di tanah Timur Nusantara telah ada Kesultanan Tidore juga di Sulawesi telah berdiri kerajaan Gowa yang berdaulat dan pada puncak keemasan Kerajaan Gowa telah meliputi seluruh kawasan Timur Indonesia bahkan hingga Australia yang mana perwakilan dagang berbagai kerajaan Nusantara baik itu Bima, Buton, Ternate dan Tidore juga perwakilan Eropa dari Portugis, Spanyol dan Inggris diberi tempat dalam naungan kerajaan Gowa, karena Makassar saat itu adalah bandar teramai se Asia Timur Raya, bahkan angkatan laut kerajaan Inggris meminta ijin pada Raja Gowa untuk menempati kawasan Australia.
jadi klaim Turangga Seta yang mana seluruh kerajaan di Nusantara saat itu menginduk pada Majapahit sebagai pusat pemerintahan atau Kerajaan Induk sangat tidak relevan dengan bukti lapangan dan literatur yang kami temukan karena catatan Lontara kerajaan Gowa sangat detail menjelaskan moment penting yang terjadi saat itu.

juga tentang klaim Turangga Seta atas Beteng bawah laut utara kota Jayapura sebagai bangunan peninggalan Leluhur, yangmana kita sama mengetahui belum ada satupun anggota Turangga Seta maupun member grup manapun yang berkunjung ke sana apalagi tuk melakukan ekplorasi, tidak tergesa-gesa kah teman-teman meng-klaim tanpa ada penelitian lebih jauh, hal ini kami anggap bukanlah sebuah upaya mendidik dan mencerdaskan anak Bangsa..

Hal yang sangat saya apresiasi adalah keberanian Turangga Seta menyuarakan interpretasi hasil penilitian sendiri tentang kemegahan Nusantara via GregetNuswantara secara terbuka , paling tidak imbas dari hasil penelitian tersebut utamanya tentang klaim adanya bangunan megah yang tertimbun (sengaja ditimbun) seperti Piramid dan sebagainya memacu kesadaran anak bangsa mencintai Sejarah utamanya ketika melihat grup diskusi serupa via FB lainnya dapat mengambil referensi dari Grup GregetNuswantara baik secara sembunyi maupun terang-terangan seperti seperti Bangsa Bumi,. walau kemudian mereka juga memberi interpretasi yang berbeda tetap saja pembenaran akan hipotesa mengenai asal muasal sejarah masih tetap sama bersifat mengangkat etnis tertentu.... :- D

apapun tindakan, metode dan sikap teman-teman dalam merangkai bingkai sejarah akan tetap kami hormati namun alangkah indahnya bila kita bersama tak melupakan esensi ke’Bhineka’an Budaya Nusantara sendiri, demikian juga asumsi keabsolutan informasi via Leluhur akan sangat membentuk kita menjadi sosok yang tidak Humanis jika harus mengikutinya tanpa bukti konkret. Cukup sudah pada masa lalu saat masa rezim otoriter berkuasa budaya dan sejarah kita diseragamkan, berikan nuansa lebih pada anak bangsa untuk berkarya dan memberi warna pada sejarahnya sendiri.
seperti yang teman-teman ketahui kami sangat respect pada kejujuran dalam penelitian dan mempelajari sejarah, juga membuka ruang sebebasnya akan alur informasi dari literatur dan diskusi darimanapun yang jelas sumbernya disertai bukti otentik dan dapat di pertanggungjawabkan, hal ini yang kami tidak dapatkan via media GregetNuswantara dan Karena tidaksamaan visi ini, kami harus mengundurkan diri.

Dengan demikian, mulai saat ini Saya bersama seluruh member Armada Timur yang berada di Sulawesi, NusaTenggara Barat dan Timur, Ternate dan Tidore, Ambon dan Papua sudah tidak ada sangkut pautnya dengan semua aktifitas Turangga Seta.

‘jabat erat tangan dan mari berkarya bersama demi Nusantara’

Jakarta, 05 September, 2012
Anthonio LanglangBuana
Dan Mungkin Ketika saya upload surat ini, postingan di GregetNuswantara sudah dihapus
Read more >>

Senin, 03 September 2012

Form Data EMIS GPAIS

Pagi ini ada sosialisasi EMIS untuk Guru PAIS di aula Kemenag Kab. Pasuruan. Acara dimulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 1 siang. Inti acaranya adalah pendataan ulang GPAIS untuk tahun 2012. Khusus untuk guru PAIS tidak memiliki akses yang sama langsung ke emispendis.kemenag.go.id tetapi sementara hanya diminta untuk setor data manual ke Mapenda. Adapun format datanya dalam bentuk exxel dan dikoordinir oleh KKGAI masing-masing kecamatan.
Untuk formnya dapat diunduh disini atau disini
Read more >>

Sabtu, 01 September 2012

Usia Bertambah, Entah Sampai Kapan ?


Sahabat, dua hari lagi usia saya akan bertambah. Genap sudah menjadi 34 tahun. Tidak ada yang istimewa memang. Tidak ada persiapan khusus apalagi perayaan. Maaf juga jika saya tidak undang-undang. Bukannya saya mau mengadakan perayaan tetapi tidak ada dana. Bukan pula saya penganut madzhab anti ulang tahun yang ekstrim. Tidak.
Tetapi bagi saya memang sekali lagi tidak ada yang istimewa dalam hal ini. Usia bertambah bukankah setiap tarikan nafas kita usia kita memang bertambah. Tidak usah menunggu diperingati setiap tahun untuk menandai bertambahnya usia kita. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, bulan dan seterusnya adalah pertandah bertambahnya usia. jadi mengapa harus diperingati setiap tahun ?
Menggelitik memang, bagi saya yang tidak pernah diperingati hari ulang tahunnya mulai lahir samapai dewasa. Hanya dibanca'i saja sama bapak dan emak waktu selapan dulu. hehehe
Alhamdulillah juga saya masih hidup sampai sekarang. Walaupun sejujurnya jatah saya terus berkurang entah sampai kapan ?
Saya hanya terus berdoa. Mudah-mudahan saya diberikan keberkahan dalam umur saya. dan kalaupun umur itu sudah diputus sama Yang Kuasa, saya memohon agar diputus secara khusnul khotimah. mengingat dosa dan kesalahan saya yang bertumpuk dan berlipat ganda. amin ya Rab
Read more >>

Hidup ini Mengalir Bagai Air


http://ilmipenulis.files.wordpress.com/2012/03/air-sungai-yang-mengalir.jpgMengalir bagai air. Demikian diskripsi blog saya. Sesungguhnya banyak juga orang yang memakai motto sebagaimana saya. Dan Jujur saya juga bukan orang pertama yang mencetuskan motto itu. Saya juga copas motto itu lantaran dalam pandangan saya motto itu terkesan sangat sederhana namun memiliki aura yang sangat luar biasa. Bagi saya yang orang biasa-biasa saja ketika membaca motto tersebut langsung merasakan spirit yang tak terhingga. Saya sebagai manusia biasa juga dapat merasakan nasehat batin yang mengajarkan kepada saya untuk dapat hidup apa adanya. Tidak usah neko-neko. Tidak usah memburuh sesuatu yang di luar kemampuan kita. dalam pandangan saya motto ini mengajarkan kita untuk menjadi qona'ah.
Menerima apa adanya segala bentuk pemberian adalah wujud sikap syukur. Melaksanakan hidup sebagaimana yang digariskan adalah sebuah bentuk syukur. Tentu dengan usaha tanpa berdiam diri pasrah tanpa berbuat sesuatu. Tetapi selalu berusaha. dan ketika ketentuan yang berlaku kita terima apa adanya tanpa berprasangka buruk kepda sang pembuat takdir. Sudahlah, saya ingin menjadi apa adanya. Mengalir bagai air
Read more >>