Jumat, 31 Agustus 2012

Ternyata Batu Kursi Menghadap Ke Gunung Penanggungan

Penemuan Batu Kursi di Lahan garap Tol Gempol-Pandaan Menyita perhatian banyak orang termasuk orang yang mau ngalap berkah dan paranormal. Mereka berduyun-duyun datang ke lokasi untuk menyaksikan langsung benda tersebut yang katanya mempunyai kekuatan magis.
Ketika penulis mengambil gambar batu yang dimaksud, ternyata batu kursi menghadap ke arah barat dan tepat ke sisi kanan gunung Penanggungan. Saya bukan termasuk orang yang suka dengan ilmu othak athik gathuk namun saya juga tidak mengada - ada. Namun biar anda tidak penasaran maka disini saya postingkan gambar posisi batu yang menghadap ke gunung tersebut :



Baca Juga :
Read more >>

Foto-foto Batu Kursi di Lahan Garap Tol Gempol-Pandaan

Kemarin saya menulis tentang penemuan benda arkeologi di lahan garap Tol Gempol-Pandaan yang menyita perhatian banyak orang karena dibumbuhi dengan semangat magis yang cukup kentaal. Tulisan tersebut dapat dibaca disini.
Dikarenakan kemarin saya tidak membawa kamera hasil jepretan saya maka berikut ini saya postingkan beberapa foto yang saya ambil kemarin :

Batu Kursi







Batu Sholatan







Batu Bedug




UPDATE :

Batu in sekarang sudah dipindahkan entah kemana. Tidak ada apa-apa juga dalam proses pemindahannya. Makanya jangan percaya klenik
Read more >>

Kamis, 30 Agustus 2012

Batu Kursi & Batu Sholat : Peninggalan Arkeologi Ditemukan di Lahan Garap Tol Gempol-Pandaan

Kisaran Kabupaten Mojokerto sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit di masa lalu banyak meninggalkan benda-benda dan bangunan bernialai sejarah. Sebagian besar peninggalan sejarah yang di temukan di kawasan-kawasan tersebut dalam keadaan terkubur dalam tanah.
Kemarin siang saat saya ada rapat di daerah Ngerong-Gempol saya diberitahu oleh salah seorang kawan akan penemuan batu kursi yang ada di lahan grarapan tol Gempol-Pandaan. Penasaran dengan berita yang disampaikan oleh kawan tersebut, maka saya memutuskan untuk melihat secara langsung mengingat lokasinya tidak terlampau jauh dari tempat saya rapat tadi.
Kurang lebih 10 menit saya sampai ke Dusun Kedanten Desa Wonokoyo Beji yang merupakan lahan Garapan Tol tersebut. Memang pada saat itu jalan tol belum jadi. Proses pengerjaan hanya pada seputar pengerukan tanah yang digunakan untuk pondasi jalan.
image
Batu Kursi
Dalam proses pengerukan inilah ditemukan beberapa batu yang diyakini memiliki kekuatan ghaib. Namun disini saya mencoba melihatnya dalam sisi yang berbeda. Saya berasumsi bahwa benda tersebut adalah peninggalan masa lampau atau arkeologi sebagaimana ditemukan di daerah-daerah lain di wilayah Indonesia.
Ada empat batu di lokasi ditemukan. Penduduk menamakannya dengan sebutan Batu Kursi, Batu Sholatan, Batu Bedug dan satu lagi batu Jidor (Batu ini tidak terdapat tandanya). Namun kalau kita cermati lokasi yang ada ada satu batu lagi yang memisah agak jauh dari lokasi yaitu di sisi barat lahan tol.
Saya belum tau pasti dasar yang digunakan untuk penduduk menamakan keempat batu tersebut. Yang pasti kalau kita perhatikan bentuk masing-masing batu maka akan agak sedikit nyambung. Batu kursi sepintas diperhatikan berbentuk kursi letter L. Mengahadap sisi barat ke arah gunung Penanggungan. Kalau ini disebut kursi imaman seharusnya menghadap ke timur berlawanan dengan kiblat yang digunakan khatib untuk duduk saat jeda adzan khutbah jumat.
Read more >>

Rabu, 29 Agustus 2012

Apa yang Dibawa Orang Hidup & Apa yang Dibawa Orang Mati ?

Hari Ahad kemarin, saya sempat diundang oleh seorang tetangga dalam rangka menerima tamu yang hendak melamar putri bersangkutan. Namanya proses lamaran memang dipenuhi dengan proses simbolik dan terkesan sakral sekali. Ketepatan pada saat itu saya diminta untuk menjadi pemandu acara dadakan. Sebuah profesi yang sering saya dapatkan dan saya memang enjoy untuk melaksanakannya kecuali dalam prosesi ini. Kenapa demikian ? hal ini disebabkan karena dalam prosesi ini banyak menggunakan adat jawa dan cenderung menggunakan Bahasa Jawa. Walaupun saya orang Jawa, dibesarkan di Jawa dan mungkin akan mati di Jawa, tetapi untuk urusan bahasa Jawa saya cenderung memakai bahasa Jawa Pasaran dan tidak mampu mengucapkan bahasa Jawa alus. Memang dari sananya saya bukan keturunan orang alus.

Alhamdulillah acara prosesi lamaran sudah berakhir. Sebagai penutup maka hadirin disambut dengan tari piring. Alhamdulillah juga, menunya adalah Rawon. Salah satu menu favorit saya selain nasi goreng dan bakso.
Seusai acara tamu pulang. Tidak lupa pula berkat sebagai oleh-oleh wajib diberikan oleh tuan rumah kepada tamu yang datang termasuk saya di dalamnya. Berkat adalah berkah. Berkah untuk yang ada di rumah. Jadi tidak etis bagi mereka yang turut dalam undnagan ikut makan berkat yang di dapatkan. Orang jawa mengatakan berkat adalah syarat untuk membuka pintu. Artinya berkat adalah oleh-oleh atau buah tangan yang menyenangkan bagi yang ada di rumah. Namun takk jarang pula, orang yang ketika undangan sudah dapat makan di tempat undangan masih juga ikut makan berkat ketika di rumah. hehehe
Ketika para tamu sudah pulang saya dan beberapa orang masih berada di kediamana empunya. Ada obrolan bebas mengenai beberapa hal. Dan perlu diketahui bahwa yang hadir dalam majelis ini adalah para sesepuh atau orang yang secara usia adalah orang yang sudah matang kecuali saya yang memang tergolong masih muda. Obrolan ngalor-ngidul kami sampai kepada obrolan masalah falsafah jawa. Banyak ajaran mulia dalam falsafah Jawa. Namun tidak banyak orang yang dapat memetik pelajaran falsafah Jawa tersebut. Yang ada banyak diantara kita cenderung mengambil posisi berseberangan dengan Ajaran Jawa ini. Ada yang mengatakan syirik, tahayul, khurafat dan lain-lain.
yai Jo, adalah sesepuh yang bertutur masalah Falsafah Jawa ini dengan mengemukanakan sebuah pertanyaan "Apa yang Dibawa Orang Hidup & Apa yang Dibawa Orang Mati ?". sebuah pertanyaan yang debatable. Mengapa demikian ? Pertanyaan ini jawabannnya memang cenderung memancing perdebatan ketika dijawab. Dan saya tidak tertarik untuk untuk menjawab pertanyaan ini karena saya sangat sadar bahwa jawabannya akan bersifat subyektif tergantung pada pandangan di penanya. Bagaimana pandangan dan ideologinya. Sehingga ketika saya jawab dengan pandangan saya maka kemungkinan besar akan berbeda dengan pandangan dia sebagi orang yang percaya dengan falsafah Jawanya. Dan saya cenderung diam dan menunggu si Yai untuk memberikan wejangannya. Bagi saya masalah kebenaran bisa datang dari siapapun dan kita harus menerima jika memang yang disampaikan adalah sebuah kebenaran.
Yai Jo melanjutkan jawabannya dengan sebuah cerita yang dia tuturkan sebagaimana berikut (tentunya sudah saya olah ke dalam Bahasa Jawa ) :
"Ketika aku tidur aku dapat wangsit, ning jerune wangsit iku aku dapat sebuah pertanyaan seperti ini : Apa yang dibawa Orang Hidup & Apa yang dibawa orang mati ?". Sudah saya coba tanyakan kepada orang-orang yang ngerti termasuk ke dalamnya adalah beberapa kyai yang paham agama. Tetapi sebagian tidak dapat memuaskan saya akan jawabannya. Mereka memang bisa menjawab apa yang dibawa orang mati ? yaitu amal. tetapi semua tidak dapat menjawab apa yang dibawa oleh orang hidup. Sudah lama aku mencari jawaban itu tetapi tidak bisa juga aku temukan jawabannya"
Read more >>

Candi Kendalisodo : Pesona Kahyangan di Penanggungan

   
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Juru kunci merawat Candi Kendalisada yang berada di lereng Gunung Penanggungan, Trawas, Mojokerto, November 2011. Di gunung ini banyak sekali punden berundak yang merupakan tempat pemujaan pada zaman Empu Sindok dan Majapahit.
Oleh: Idha Saraswati dan Amir Sodikin
Dalam kitab kuno, Penanggungan itu justru puncaknya Mahameru.
– Prof Agus Aris Munandar


Gunung Penanggungan pernah dikenal sebagai sepenggal ”kahyangan” di tanah Jawa karena banyaknya situs pemujaan di gunung ini. Namun, berbagai peninggalan sejarah itu diabaikan dan keberadaannya semakin menyusut karena dicuri ataupun rusak karena tergerus waktu.
VR van Romondt, arsitek sekaligus arkeolog Belanda yang pertama kali menelusuri Gunung Penanggungan dalam penelitian tahun 1936, 1937, dan 1940, menemukan 80 situs di Gunung Penanggungan. Namun, saat ini, yang tersisa hanya tinggal 46 situs. Sisanya hilang dicuri, terkubur longsoran, atau tertutup pepohonan.
Guru Besar Arkeologi dari Universitas Indonesia, Prof Agus Aris Munandar, hanya tertunduk hening ketika ditanya soal situs yang ada di Penanggungan. Kepalanya menggeleng-geleng. Dia tak habis pikir dengan kondisi saat ini.
136521241888224410Agus merupakan arkeolog yang getol meneliti tinggalan bernilai penting di Penanggungan, tesisnya, ”Aktivitas Keagamaan di Gunung Penanggungan: Gunung Suci di Jawa Timur dalam Abad Ke-14-15 M”, menggambarkan bagaimana bernilainya Penanggungan.
Menurut Agus, Penanggungan unik dan penting dalam mitologi Jawa sebagai gunung yang dianggap paling suci. Bahkan, dalam kitab kuno Tantu Panggelaran yang dibuat pada era Majapahit, Penanggungan atau Pawitra adalah puncaknya Mahameru dari India.
”Dalam kitab kuno, Penanggungan itu justru puncaknya Mahameru, sedangkan Semeru yang tertinggi di Jawa adalah badannya, sehingga yang paling suci adalah Penanggungan,” kata Agus.
Punden-punden di Penanggungan memiliki fungsi peribadatan, pemujaan kepada dewata, kepada arwah leluhur, yang bersatu dengan para dewata di puncak Mahameru.
Teori terbaru dari Agus, Mataram Kuno pindah dan berada di Jawa Timur bukan semata karena bencana letusan Merapi. ”Mereka ke arah timur karena mencari Mahameru baru, dan Mahameru baru itu adalah Pawitra, tempat bersemayamnya para dewa yang tak agresif lagi,” katanya.
Namun, bagi Agus, Penanggungan adalah sisa kahyangan yang kini memprihatinkan dan dilupakan. Ia merasa sia-sia mengangkat Penanggungan dari berbagai sisi di berbagai media massa. Selain sudah banyak situs yang hilang dan dijarah, berbagai situs di Penanggungan yang tersisa juga terabaikan.
”Saya sedih kala ditanya soal Penanggungan, situs-situs yang dulu saya kunjungi masih ada sekarang sudah banyak yang hilang atau rusak,” kata Agus yang merasa tak kuasa lagi membicarakan nasib Penanggungan.
”Buat apa memublikasikannya lagi?” kata Agus. Sinisme itu ia lontarkan karena sering ketika temuan arkeologi baru di Penanggungan dipublikasikan, justru mengundang para pencuri menjalankan aksinya.
Penjarahan
Saat kami menelusuri Gunung Penanggungan pada November 2011, jejak penjarahan terlihat pada relief cerita panji di punden berundak Kendalisada. Pada salah satu panel, kepala Panji Asmorobangun rusak karena dicongkel paksa. Selain itu, relief Dewaruci dan Arjunawiwaha yang semula menghias dinding gua pertapaan juga tidak terlihat lagi.
Paimbar (40), juru pelihara candi-candi di Penanggungan, mengatakan, walau jumlah juru pelihara bertambah, tetap saja tugasnya berat. ”Kami berempat memantau enam candi, terutama Kendalisada yang paling atas,” katanya. ”Memelihara candi-candi di gunung itu berat karena medannya sulit,” ujarnya.
13652124511302415993Jika hujan, tak jarang mereka turun dari gunung terperosok dan pulang babak belur. Mereka juga harus siap-siap berurusan dengan pencuri yang nekat. Pernah seorang juru pelihara terancam nyawanya karena pencuri sengaja melongsorkan batu besar dari atas tebing.
”Seminggu saya dua kali ke sana untuk pemeliharaan, tak mungkin tiap hari karena jalurnya sulit,” kata Imam Ghozali (38), juru pelihara lain. Dalam pantauan, selain membersihkan, mereka juga mempertahankan jalur pemantauan di enam candi.
Ditanya soal jalur antarsitus yang kini terputus, Paimbar mengatakan, dengan cara itu, beberapa situs aman dari penjarahan. ”Sejak kami bertugas, tak terdengar ada pencurian di tempat kami,” katanya.
Minim perhatian
Selain menambah juru peli*hara hingga 30 orang, tak ada juga upaya serius pemerintah untuk melestarikan situs-situs ini. Bahkan, papan nama yang menerangkan nama candi masih memakai papan nama sederhana peninggalan almarhum Norman Edwin, pendaki, wartawan, dan arkeolog alumnus Universitas Indonesia.
Paidan (60), mantan juru pelihara yang ikut mengantar Norman dan teman-temannya memasang papan nama itu, mengatakan, ”Papan nama ini dipasang tahun 1990-an. Setelah itu, tidak ada lagi gerakan memperbaruinya,” ujarnya.
Selain papan nama peninggalan Norman yang sudah usang, Keluarga Mahasiswa Arkeologi Universitas Indonesia (Kama) UI juga memasang papan nama. Mereka bahkan menamai situs temuannya sebagai candi Kama I, Kama II, dan seterusnya.
Arkeolog dari Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono menuturkan, selama lebih dari 10 tahun terakhir tidak ada lagi upaya merawat sisa kahyangan di Gunung Penanggungan. Hal itu patut disayangkan mengingat kawasan ini memiliki situs-situs mengagumkan yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Oleh karena itu, ia memandang perlunya dilakukan kembali re-inventarisasi. Situs-situs itu perlu didokumentasikan, mulai dari nama, bentuk, hingga posisinya, sehingga bisa menjadi pedoman di masa depan. Tak menutup kemungkinan jika akan ada temuan baru di sisa kahyangan yang terabaikan itu.
Read more >>

Minggu, 26 Agustus 2012

Ini adalah Tulisan Terakhir Saya,

Salam hangat, Selamat malam, Assalamualaikum saudara-saudaraku. Sebelumnya saya mengucapkan syukur kepada Rabku Allah SWT atas segala kenikmatan yang telah dan akan aku rasakan di masa mendatang. Salawat dan salam semoga akan terus tercurahkan kepada Rasulullah Muhammasd SAW.
Ini adalah tulisan terakhir saya. Dan mungkin anda tidak akan pernah lagi memca lagi tulisan saya yang lain karena suatu hal. Mungkin saya mulai jemuh menulis di blog atau saya menulis di blog yang lain. Atau yang sangat pasti saya memang sudah ditakdirkan untuk tidak dapat menulis lagi.
Saya akui saya hari-hari ini mulai sampai pada titik jemuh dalam menulis blog. Dalam dua pekan ini tidak satu tulisanpun saya muat di blog saya. Mungkin ini adalah karena lebih disebabkan oleh faktor saya pribadi.
Namun jika saya cermati, hidup ini aadlah sebuah siklus. Sebagaiamna sebuah siklus. Sklus itu awalnya jmuncul, membesar dan pada akhirnya mengalami penurunan dan mungkin sampai pada titik nadir.
Saya tidak sedang membicarakan tentang kematian. Namun saya tergelitik saja menyinggung hal ini. Ramadhan kali ini sudah usai dan mungkin akan terus bersiklus kembali pada tahun depan. Namun, tidak ada garansi bagi saya, anda, atau siapapun untuk tetap mengikuti siklus tersebut. Kita sesungguhnya mempunyai siklus sendiri yang walaupun kadang-kadang siklus itu berjalan beriring seirama dengan siklus Ramadhan.
Namun, ketika takdir sudah sampai. Mau tidak mau, siklus itu pun harus terhenti. Dan siapa lagi yang punya hak untuk menghentikan siklus saya maupun siklus anda kecuali yang punya hak. Jadi,....
Sebelum siklus iku akan atau sedang saya jalani. Mungkin ada baiknya gai saya untuk berwasiat kepada semua orang yang ada termasuk di dalamnya saya. "Mari kita ikuti siklus itu dengan sebaik-baiknya".
Adapun ketika sampai siklus itu, saya serahkan semuanya kepada Rabku, biarlah Allah yang mengaturnya. Kapan dan dimana...Mudah-mudahan saya diampuni dari segala dosa dan kesalahan dan yang terpenting khusnul khotimah...
Selamat malam

Read more >>

Jumat, 17 Agustus 2012

Akan Kugendong engkau Sampai Ajal Memisahkan Kita

Malam ini, masih seperti malam-malam sepi lainnya, istriku mengirim sebuah cerita yang ia dapatkan dari ”Broadcast Blackberry Messenger-nya”. Menurutnya cerita ini sangat menyentuh dan Ia juga meminta menyebarkan cerita ini melalui jejaring sosial ataupun blog yang saya miliki. Jadi begini ceritanya..
Suatu malam ketika aku kembali ke rumah, istriku menghidangkan makan malam untukku. Sambil memegang tangannya aku berkata, “Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Istriku lalu duduk di samping sambil menemaniku menikmati makan malam dengan tenang. Tiba-tiba aku tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Kata-kata rasanya berat keluar dari mulutku.
Aku ingin sebuah perceraian di antara kami, karena itu aku beranikan diriku. Nampaknya dia tidak terganggu sama sekali dengan pembicaraanku, dia malah balik bertanya kepadaku dengan tenang, “Mengapa?” Aku menolak menjawabnya, ini membuatnya sungguh marah kepadaku. Malam itu kami tidak saling bertegur sapa. Dia terus menangis dan menangis. Aku tahu bahwa dia ingin tahu alasan di balik keinginanku untuk bercerai.
Dengan sebuah rasa bersalah yang dalam, aku membuat sebuah pernyataan persetujuan untuk bercerai dan dia dapat memiliki rumah kami, mobil, dan 30% dari keuntungan perusahaan kami. Dia sungguh marah dan merobek kertas itu. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya bersamaku itu telah menjadi orang yang asing di hatiku. Aku minta maaf kepadanya karena dia telah membuang waktunya 10 tahun bersamaku, untuk semua usaha dan energi yang diberikan kepadaku, tapi aku tidak dapat menarik kembali apa yang telah kukatakan kepada Jane, wanita simpananku, bahwa aku sungguh mencintainya. Istriku menangis lagi. Bagiku tangisannya sekarang tidak berarti apa-apa lagi. Keinginanku untuk bercerai telah bulat.
Hari berikutnya, ketika aku kembali ke rumah sedikit larut, kutemukan dia sedang menulis sesuatu di atas meja di ruang tidur kami. Aku tidak makan malam tapi langsung pergi tidur karena ngantuk yang tak tertahankan akibat rasa capai sesudah seharian bertemu dengan Jane. Ketika terbangun, kulihat dia masih duduk di samping meja itu sambil melanjutkan tulisannya. Aku tidak menghiraukannya dan kembali meneruskan tidurku.
Read more >>

Syukur atas Ramadhan

Alhamdulillah, mungkin kata tersebut adalah kata yang paling tepat untuk diucapkan oleh kita semua kaum muslimin Indonesia. Sudah hampir usai masa pendidikan kita di bulan suci ini. Jiki dihitung dengan jari, maka puasa hanya tinggal hari ini dan esok saja. Dan mudah-mudahan pemerintah mengambil keputusan pada sidang isbat besak tidak mengadakan perpanjangan waktu pada tahun ini...hehehehe
OK, sobat. Kenapa kita meski bersyukur pada Ramadhan kali ini :
Pertama, kita tetap ditakdirkan untuk bisa menghirup udara Ramadhan tahun ini oleh Allah SWT. Padahal banyak juga saudara kita yang telah mendahului kita dipanggil oleh Allah.
Kedua, KIta melaksanakan puasa dalam nuansa damai. Walaupun ada sedikit kekisruhan dalam penetapan satu Ramadhan. Tetapi jika dibandingkan dengan saudara kita di belahan bumi lain kita sangat bersyukur.
Ketiga, Kita dijadikan manusia yang masih hidup di bulan ini. Hal ini menunjukkan kasih dan sayang Allah kepada kita semua. KIta diberikan perpanjangan waktu untuk melebur dosa kita masing-masing dan mudah-mudahan ini berhasil.
Keempat, kita diberikan hawa atau cuaca yang tidak ekstrim. Malahan kalau kita rasakan hawa atau cuaca saat ini cenderung sejuk. Sehingga membuat kita merasa nyaman dalam berpuasa.
Kelima, kita masih diberi kekuatan untuk melaksanakan puasa. Banyak saudara-saudara kita walaupun mampu tidak atau enggan melaksanakan puasa. Mudah-mudahan yang bergini ini kita syukuri dan kita doakan saja mereka mendapat petunjuk.
Keenam, Kita merasakan puasa berbarengan dengan HUT RI. Ini adalah pengalaman langkah. Hampir sama suasananya dengan ketika Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan bangsa ini. Sama-sama Ramadhan dan Hari JUmat.
Mudah-mudahan kita termasuk hambah Allah yang mudah bersrukur, amiin

Baca Juga :
 
Read more >>

Senin, 13 Agustus 2012

Lebaran Vs Idul Fitri,

Jumpa lagi...maaf kalau anda bosan dengan tulisan saya....
Lebaran...eiiit, Maaf saudaraku kaum muslimin, saya kurang suka dengan istilah ini. Sya tidak tahu kata ini bersumber dari bahasa mana, tetapi kayaknya kata lebaran sekarang ini sedang mengindonesia mengalahkan kata aslinya yaitu Idul Fitri. Sehingga saya sebagai manusia Islam merasa bertanggung jawab untuk meluruskan hal ini.......
Begini, Lebaran kalau tidak salah adalah bahasa orang Betawi. Betawi sekarang sedang nai daun. sbegai ibukota negara kita, Betawi menjadi tolak ukur peradaban bangsa beserta gaya hidup dan budayanya. Bahasa gaul pun demikian, elu, gue adalah bahasa pop mereka. Tidak hjeran banyak berpengaruh dalam perbendaharaan bahasa Indonesia. Dan menurut saya ini harus diluruskan.
Bac to the topic, weleh-weleh....gayanya pake cara masura
Lebaran maknanya sendiri apa saya tidak tahu. Tetapi, bagi saya maupun saudara yang merupakan orang jawa akan merasa terusik dengan kata ini. Kata lebaran dalam bahasa jawa berasal dari kata lebar yang mendapat imbuan akhir an. Lebar berarti habis, tak tersisa. Sedangkan ketika ditambah an maka akan menjadi lebaran. maknanya pun menjadi penghabisan, dan tidak ada sisa sama sekali.
Artikata tersebut bisa bermakna negatif atau bermakna positif tergantung sudut pandang saja dan bergantung juga kalimat yang dibentuk,
Read more >>

Ketika Ramadhan Hampir Usai, Mari Kita kembali.....ke asal

Ramadhan 1433 H sudah hampir usai. Sebagaimana Sabda Nabi, puasa jika melihatnya (hilal), berbukalah jika melihatnya (hilal). Ini berarti bilangan bulan Ramadhan telah genap dan kita sampai pada hari kemenangan yanitu Idul Fitri 1433 H. Gegap gempita perayaan Idul fitri akan segera kita rasakan bahkan dirasakan semua umat Islam di dunia.
Mulai dari kumandang takbir di masjid dan Mushollah, sampai dengan takbir keliling dengan kendaraan truk pengangkut manusia. Ada kalanya takbir tersebut diiringi dengan musik dangdut sampai dengan disko. Ini kenyataan dan tidak usah kita bantah. Mereka berjoget kegirangan, seolah lepas dari beban yang sangat berat. Saya jadi su'udhon, kira-kira mereka puasa tidak ? Kalaupun iya apa puasa tersebut tujuannya untuk hura-hura ketika hari raya ? tentu tidak kan
Kita pun akan dihibur dengan atraksi kembang api dan mercon di malam takbiran bahkan sampai beberapa hari berikutnya. Suasana yang meriah kita rasakan. Semua keluar rumah untuk menyaksikan secara langsung peristiwa langka ini. Entah berapa duit yang kita keluarkan untuk hal ini. Saya jadi ingat, dulu mercon pernah dilarang oleh kepolisian. Kenapa saat ini kok malah cenderung dibiarkan. Kalau kita lihat label mercon itu sendiri, kebanyakan mercon doproduksi oleh negeri tiarai bambu, China. Berarti ada semacam impor mercon dari sana, kalaupun impior berarti ini menjadi legal dan diperbolehkan. Saya jadi bertanya, sejak kapan pemerintah membolehkan impor mercon.
Belum lagi kalau kita mau hitung, berapa jumlah uang yang dikeluarkan untuk menyalahkan mercon atau kembang api. Tarulah harga mercon itu sepuluh ribu rupiah dan ada sekitar sepulu juta saja penduduk atau umat Islama yang menyalahkannya, berapa uang yang "dibakar" pada malam itu. Rp. 10.000,- x Rp. 1.000.000,- = Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah). angka yang luar biasa. Ini kalau hanya satu juta yang menyalahkan mercon dengan frekuensi satu kali saja. Dan saya yakin yang menyalahkan mercon lebih dari satu kali dan orangya ;ebih dari satu juta orang. Saya jadi bertanya juga, apa rakyat kita sudah cukup sejahtera sehingga sudah enjoy "membakar" uang.
Saya juga bertanya, kalaupun sudah sejahtera, kenapa masih banyak yang mendaftar jadi orang miskin dan berharap mendapat bantuan. Kenapa juga masih banyak yang enggan membantu pembangunan masjid sehingga harus "mengemis" di pinggir jalan. Kenapa juga ketika Ramadhan hampir usai bahkan ketika telah usai tidak banyak yang membayar zakat malnya. Aneh...juga sih.
Read more >>

Sabtu, 11 Agustus 2012

Ramadhan yang Aneh, Ramadhan yang Penuh Rahmat

Ramadhan tahun 1433 H ini sedikit aneh bagi saya pribadi. Bukan lantaran saya tidak menjalankan ibadah puasa tau menjalankannya di negeri lain seperti yang dilaksanakan bayak sobat yang aktif menulis di blog atau di forum-forum online. Tiadk juga karena suheu yang ekstrim yang saya dan mungkin sobat rasakan belakangan ini sepanjang Ramadhan. Siang panas, malem dingin. Tetapi lebih dari itu adalah start yang berbeda dalam kita mengawali puasa.
Saya masih ingat drama sidang isbat yang dipimpin Bapak SDA di  gedung Kemenag pusat yang akhirnya dimenangkan oleh kubu pro rukyat. Saya juga masih ingat bahwa kesaksian dari para perukyat ditolak mentah-mentah sama para alim dan para ulama dengan mengatakan bahwa keilmuan perukyat tersebut perlu dipertanyakan seraya menghujat pula pada hakim yang mengambil sumpah keduanya. Saya masih ingat pula ada profesor yang mengail di air keruh dengan membid'ah-bid'ahkan kelmpok tertentu karena tidak memakai rukyat sebagai penetapan awal Ramadhan kelompoknya. yang perlu diketahui bahwa sang profesor memakai dalil rukyat. Kalaupun hisab dia pakai syarat MUNGKIN. Saya masih ingat betul kemudian dia menyebut kelompok itu tafarruk, memisahkan diri dan memecahbelah agama. Gawat......
Read more >>

Jumat, 10 Agustus 2012

Ketika Mas Gagah Pergi


Oleh : Helvi Tyana Rosa

Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!

Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.

Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.

Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat.Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.

Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya.
Read more >>

Ekspresi Keluargaku di WBL





















Read more >>

Rabu, 08 Agustus 2012

Pertapaan Indrokilo, Prigen Pasuruan



Lokasinya berada di desa Dayurejo Kecamatan Prigen atau 50 km dari kabupaten Pasuruan. Tempatnya memang agak lumayan jauh untuk dijangkau para pengunjung, bayangkan saja dengan berjalan kaki, dibutuhkan waktu sekitar 3 jam, dengan kondisi jalan licin bila hujan datang. Namun ternyata masih banyak juga pengunjung yang datang. Suasana Kabut pegunungan dan udara yang sangat dingin semakin menambah kesan angker daerah ini. Di sana pengunjung dapat menikmati suasana hening. Pertapaan Indrokilo banyak dipenuhi dengan patung patung dan arca arca peninggalan jaman Belanda.Meskipun banyak archa dan patung yang rusak namun tempat ini juga masih terawat. Disana juga disediakan penginapan, biaya sewa tidak ditentukan, tergantung keikhlasan yang memberi. Selain lokasi pertapaan di sana juga sangat baik untuk lokasi camping sambil menikmati pemandangan alam dan sejuknya udara pengunungan ringgitkasinya berada di desa Dayurejo
Read more >>

Kamis, 02 Agustus 2012

Astaghfirullah, Aku Telah Membuat Isteriku Menangis


http://elsaelsi.files.wordpress.com/2011/04/menangis.jpgSatu ketika menjelang ulang tahun ketiga pernikahan kami, kuajak isteriku untuk mengevaluasi perjalanan cinta yang tengah kami rajut dalam bingkai perkawinan. Kami tidak punya masalah, semuanya berjalan baik-baik saja. Namun kami, terutama aku, sangat menyadari bahwa untuk menyatukan dua unsur yang berbeda ke dalam sebuah kesatuan membutuhkan usaha yang tak sedikit dari masing-masing pihak. Sebagian dari usaha itulah yang ingin kami wujudkan.
Untuk menyelami tiap-tiap pribadi yang datang dari latar belakang yang berbeda, kami menyepakati suatu cara. Masing-masing kami membuat sebuah daftar yang terdiri dari dua bagian : hal-hal yang disukai dan yang tidak disukai dari pasangan. Tanpa saling mengetahui, kami harus mengisi daftar sendiri berdasarkan hal-hal yang ditemui dari keseharian. Semuanya akan kami lakukan sampai tanggal peringatan penikahan kami di tahun itu. Dimana kami akan mempertukarkan daftar yang telah dilengkapi. Dengan harapan akan membuat kami berubah menjadi diri yang lebih disukai dan memahami.
Namun ketika waktu yang ditunggu telah datang, isteriku tak menyelesaikan isian daftarnya. “Aku takut!” katanya waktu itu. Sementara aku telah menyiapkan sebuah amplop tertutup yang di dalamnya berisi daftarku sendiri. Tapi pertukaran itu memang tak pernah terjadi. Masih banyak cara lain yang akan membuat kami saling memahami, begitu isteriku mencoba berkilah.
Read more >>

Masihkah Kalian Sombong Setelah Melihat Gambar Ini ?

Sungguh Maha Besar, melihat ciptaannya saja kita sudah tidak mampu apalagi melihat Tuhan Yang Maha Esa, Renungkanlah bacaan dibawah ini, semoga kita terhindar dari perbuatan Sombong. Sesungguhnya kita sangat kecil di mata Tuhan.
Ini perbandingan Bumi dengan planet yang lebih kecil lainnya,




NEXT
Ini bumi dibandingkan dengan planet2 yang lebih besar.. Ada Jupiter, Saturnus, Uranus,
Read more >>

Doa sebelum dan sesudah makan sesuai sunnah Nabi Saw


Pengantar
            Di tengah-tengah masyarakat kita sudah cukup populer mengenai doa sebelum dan sesudah makan. Sejak duduk di tingkat TK, SD dan tingkat SLTP, kita sudah diajarkan bagaimana cara berdoa sebelum dan sesudah makan. Bacaan doa yang populer itu adalah sebagai berikut:
Doa sebelum makan:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّار
Doa sesudah makan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِين
            Selama ini kita tidak banyak mengetahui apakah doa-doa tersebut berdasarkan sunnah Nabi Saw atau tidak. Yang menjadi perhatian kita selama ini hanyalah pada “apa bacaan doa” sebelum dan sesudah makan. Berikut ini akan dikemukakan hasil penelitian tentang doa-doa tersebut dan bagaimana doa-doa sebelum dan sesudah makan yang sesuai dengan sunnah.
Doa sebelum makan:
Berdasarkan hadis riwayat Ibn al-Suni dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra diterangkan bahwa apabila beliau dihidangkan suatu makanan, beliau membaca doa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّار
(Ya Allah berkahilah rizki yang telah Engaku berikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa neraka)
            Berdasarkan penelitian, riwayat terebut dinilai da’if (lemah) karena dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Muhammad bin Abi al-Zu’aizi’ah (محمد بن أبي الزعيزعة ). Menurut al-Bukhari dan Abu Hatim al-Razi, orang ini banyak menriwayatkan hadis-hadis mungkar (hadis-hadis da’if)[1][1].
             Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari No. 4957 diterangkan bahwa bacaan doa sebelum makan yang sah dari Nabi Saw adalah sebagai berikut:
Read more >>

DOA BERBUKA PUASA & DZIKIR DAN DOA SETELAH SHALAT WITIR



Oleh: Achmad Zuhdi Dh (0817581229)
A. Doa Berbuka Puasa
Dalam hadis riwayat Abu Dawud, al-Nasa-i, al-Hakim dan lain-lain menerangkan bahwa Ibnu ‘Umar ra berkata: Rasulullah Saw apabila (selesai) berbuka puasa, beliau membaca doa: “Dzahabadh-dhama’u wabtallatil ‘uruuqu watsabatal ajru insyaa Allah
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ الله
Artinya:
Telah hilang rasa haus, Urat-urat telah basah, Dan pahala telah ditetapkan, Insya Allah
(Menurut Syekh M.Nashiruddin al-Albani, hadis tersebut hasan/ bagus kualitasnya)
            Mengenai redaksi doa buka puasa selain redaksi tersebut di atas, menurut ahli hadis kualitasnya da’if/lemah bahkan ada yang maudu’/ palsu.[1][1]
B. Dzikr sesudah Shalat Witir
Read more >>

Jadwal PLPG Guru MI angkatan 35 dan 36

Jadwal PLPG guru MI LPTK Fakultas Tarbiyah  IAIN Sunan Ampel Surabaya sudah keluar dan dapat diunduh disini. Adapun Grouping PLPG angakatan ini meliputi Kab. Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya dan wilayah Madura serta beberapa dari Propinsi Bali.
Untuk linknya dapat diunduh disini
Read more >>

Hasil PLPG guru MTs, MA, PAI SD Angakatan 17 - 18

Alhamdulillah untuk pengumuman hasil PLPG IAIN Sunan Ampel angkatan 17-18 sudah dapat dilihat. Adapun angkatan ini terdiri atas Guru MTS, MA dan GPAI SD dari berbagai wilayah di Jawa Timur, Untuk filenya dapat diunduh disini
Read more >>

Orang ini datang dari Masa Depan! dia nyeritain Indonesia tahun 2020.

Ane mau nyeritain kisah ane gan, ini terjadi sekitar setahun yang lalu. waktu itu ane pulang kuliah, dijalan ketemu sama bapak bapak linglung. usianya pas ane tau sekitar 40 taun, lebih tua dari perkiraan ane, wajahnya bersih. senyum lebar. tapi itu dia kayak bingung dilingkungan itu. ane samperin gan

ane: kenapa pak? kayak bingung?
linglung: iya dek maap, ini daerah mana ya?
ane : ini surabaya pak! deket kampus ITS. (ane kuliah di its gan!)
linglung: surabaya? kok kumuh gini?
ane: lah emang kayak gini dari dulu juga pak!
linglung: ah ga mungkin, surabaya bersih kok dek! adem sejuk.
ane: mana aja surabaya sejuk pak. dari dulu juga panas, bikin bikin bibir dower pak!
linglung: kok aneh ya?
ane: aneh gimana pak?
Read more >>

Rabu, 01 Agustus 2012

Peserta PLPG angkatan 33 & 34

berikut ini peserta PLPG untuk angkatan 33 dan 34 yang akan diselenggarakan di Hotel tanjung meliputi Bondowoso, Jombang, Tuban, dan lain-lain. berikut linknya dapat diunduh disini
Read more >>

Hasil PLPG angkatan 19 & 20 Guru MI

Berikut link untuk hasil PLPG angkatan 19 dan 20 yang meliputi guru MI dapat diunduh disini
Read more >>