Senin, 21 Mei 2012

Kapan NRG GPAI Depag Pasuruan Keluar ?

Pertanyaan di atas adalah sebuah pertanyaan yang mengandung harapan besar. Harapan agar ada perubahan keadaan. Sebuah keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik. Kurang baik karena mungkin selama ini penghasilan yang bersangkutan kurang dari cukup. Lebih baik mungkin dengan dikeluarkannya NRG bagi mereka yang sudah tersertifikasi akan menyegerakan dicairkannya tunjangan profesi. Tunjangan Profesi inilah yang diharap-harapkan mereka termasuk saya akan segera masuk genggaman.
Namun harapan tersebut terganjal sebuah keadaan. Salah satu faktor teknis yang menghalangi  adalah belum keluarnya NRG bagi mereka juga termasuk saya sampai saat ini. Penyebab belum keluarnya NRG mereka dan juga saat ini saya kurang tau persis. Ketika kita coba cek Di sini belum saya temukan nama saya. ini menandakan NRG kita belum keluar.
Ya hanya bersabar, itu saja. padahal sudah hampir 1 tahun kami lulus sertifikasi dan juga sudah hampir 1 tahun kami menunggu dalam ketidakpastian.
Read more >>

Selasa, 15 Mei 2012

Menyempurnakan Arah Kiblat dari Bayangan Matahari


Mari kita lakukan penyempurnaan arah kiblat. Apakah arah kiblat berubah? Tidak. Sebenarnya arah kiblat tidak berubah. Perlunya penyempurnan atau pemeriksaan ulang karena sebagian besar masjid atau musala arah kiblatnya ditentukan sekadar perkiraan dengan mengacu secara kasar arah kiblat masjid yang sudah ada atau dengan menggunakan kompas yang tidak akurat. Nah, dengan bayangan matahari pada saat-saat tertentu yang disebutkan di bawah ini, arah kiblat dapat lebih mudah dan lebih akurat ditentukan. Waktunya diberikan banyak pilihan, silakan gunakan waktu yang sesuai dengan mempertimbangkan keadaan cuaca dan konversi waktu setempat. Arah kiblat bisa ditentukan dari bayangan benda vertikal, misalnya tongkat, kusen jendela/pintu, atau sisi bangunan.
Untuk daerah yang mengalami siang bersamaan dengan Mekkah (Indonesia Barat, Asia Tengah, Eropa, Afrika) silakan gunakan jadwal berikut ini untuk menentukan arah kiblat.
26 – 30 Mei, pukul 16:18 WIB (09:18 UT/GMT)
14 – 18 Juli, pukul 16:27 WIB (09:27 UT/GMT)
Rentang waktu plus/minus 5 menit masih cukup akurat. Arah kiblat adalah dari ujung bayangan ke arah tongkat.
Untuk daerah yang mengalami siang berlawanan dengan Mekkah (Indonesia Timur, Pasifik, dan benua Amerika) silakan gunakan jadwal berikut ini untuk menentukan arah kiblat menurut waktu setempat (konversikan WIB atau UT ke waktu local).
12 – 16 Jan, pukul 04:30 WIB (11 – 15 Jan , 21:30  UT/GMT)
27 Nov – 1 Des, pukul 04:09 WIB (26 – 30 Nov, 21:09 UT/GMT)
Rentang waktu plus/minus 5 menit masih cukup akurat. Arah kiblat adalah dari tongkat ke ujung bayangan.
Gunakan benda tegak, misalnya kusen jendela, untuk menentukan arah kiblat dari bayangannya pada waktu yang ditentukan. Beri tanda arah bayangan, misalnya dengan sajadah. Buat garis shaf baru berdasarkan arah yang telah ditentukan. Jangan ragu menyempurnakan arah kiblat demi kebenaran.

Sumber : Thomas Djamaluddin
Read more >>

Rabu, 09 Mei 2012

CURHAT BAYI ABORSI

 
Ibu, mengapa engkau menutup telingamu? Apakah engkau sudah tak sudi mendengar tangisan bayi mungilmu. Ibu, mengapa engkau menutup matamu? Apakah engkau tak sudi melihat bayi mungilmu terlahir dari rahimmu.
Ibu, mengapa engkau menutup mulutmu? Apakah engkau tak sudi memanggil bayi mungilmu.
Telinga, mata, mulut dan hatimu telah tertutup dan berlari dari kenyataan ini.
Engkau tak mau mengakui dan bertanggung jawab atas perbuataanmu ini.
Rasa takut dan malu akan selalu menghantui hidupmu.Ibu, mengapa engkau juga menutup hatimu? Apakah engkau tak sudi mengakui bahwa aku ini bayi mungilmu.
Ibu, sungguh kejam dan buas dirimu. Apa yang kau sebut bukti cinta ternyata racun!
Engkau telah menghapus semua mimpi indahku.
Engkau telah merengut kebahagiaanku.
Ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

Ada denyut lain tertulis di rahimmu.namun yang kaufikir,hanyalah bagaimana cara menghapusnya.
Saat malam kembali berjuntai, jaring-jaring mautmu telah serupa algojo.
Begitu buas! Kau hukum satu nafas suci.
Sebelum denyut lain itu sempat membuka mata sebelum kau bubuhi makna terindah baginya.
Kau jadikan rahimmu sebagai ruang eksekusi.
Kejam…!!! Betapa kejamnya dirimu.


Ibuku sayang,


Aku di surga sekarang.. Aku sangat ingin menjadi anak perempuanmu. Aku tidak begitu mengerti apa yang telah terjadi. Aku begitu gembira ketika mulai menyadari keberadaanku. Aku berad di tempat yang gelap, namun nyaman. Aku dapat melihat jari-jari tangan dan kakiku. Aku sudah cukup lama di dalam sini, namun belum cukup siap untuk meninggalkan tempat ini. Aku menghabiskan sebagian besar waktuku dengan berpikir atau tidur. Bahkan sejak dulu aku telah merasakan ikatan khusus di antara kita.

Kadang aku mendengarmu menangis dan aku pun menangis bersamamu. Kadang kau berteriak, kemudian menangis. Aku dengar ayah balas berteriak. Aku sedih, dan aku harap keadaanmu akan segera membaik. Aku ingin tahu mengapa kau begitu sering menangis.

Suatu hari kau menangis nyaris sepanjang hari. Aku merasa sakit untukmu. Aku tak dapat membayangkan mengapa kau begitu sedih.

Pada hari yang sama, hal yang paling mengerikan terjadi. Monster yang sangat kejam masuk ke dalam tempat yang hangat dan nyaman, tempatku berada. Aku sangat ketakutan, aku mulai berteriak, tapi kau tidak berusaha menolongku sekali pun. Mungkin kau memang tidak mendengar suaraku.

Monster itu semakin mendekat sementara aku terus berteriak, "Ibu, Ibu, tolong aku! Ibu, tolong aku!" Aku merasakan kengerian yang sangat hebat. Aku terus berteriak sampai aku merasa tidak mampu lagi berteriak. Kemudian monster itu mulai merenggut lenganku hingga lepas. Sakit sekali, rasa sakit itu tidak akan bisa aku jelaskan. Dia tidak berhenti. Oh, betapa aku memohonnya agar berhenti. Aku berteriak ketakutan ketika ia merenggut kakiku. Aku sekarat. Aku tahu aku tidak akan pernah melihat wajahmu, atau mendengarmu mengatakan betapa kau menyayangiku.

Aku ingin mengusir semua air matamu. Aku punya banyak rencana untuk membahagiakanmu. Kini aku tidak bisa mewujudkannya, seluruh mimpiku hancur sudah. Meski aku berada dalam kesakitan dan ketakutan, aku merasakan sakit di hatiku yang berada di atas segalanya.

Hal yang paling kuinginkan adalah menjadi anak perempuanmu. Tidak ada gunanya sekarang, karena aku sekarat, menghadapi kematian dengan cara yang menyakitkan. Aku hanya bisa membayangkan hal-hal buruk yang telah mereka lakukan padamu. Aku ingin mengatakan padamu bahwa aku menyayangimu sebelum aku pergi, tapi aku tidak tahu kata-kata yang bisa kau menferti. Dan tidak lama lagi, aku tidak lagi punya napas untuk mengatakannya. Aku pergi. Aku merasakan diriku terbang. Aku dibawa oleh malaikat besar ke sebuah tempat yang luas dan cantik. Aku masih menangis, tapi rasa sakit di tubuhku telah hilang.

Malaikat membawaku ke tempat yang sangat indah. Kemudian aku merasa bahagia. Aku bertanya padanya tentang apa yang telah membunuhku. Ia menjawab, "Aborsi. Aku bersedih untukmu, karena aku tahu bagaimana rasanya." Aku tidak tahu apa aborsi itu sebenarnya, aku mengira itu adalah nama sebuah monster.

Aku menulis untuk mengatakan bahwa aku menyayangimu dan bahwa aku sangat ingin menjadi anak perempuanmu. Aku berusaha begitu keras untuk bertahan. Aku ingin hidup. Aku punya kemauan, tapi aku tidak mampu; monster itu terlalu kuat.

Dia mengisap lengan dan kakiku hingga putus dan akhirnya mencengkeram seluruh tubuhku. Tidak mungkin aku bisa bertahan. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat ingin tinggal bersamamu. Aku tidak ingin pergi. Dan, Ibu, hati-hatilah terhadap monster aborsi itu.

Ibu, aku sayang ibu dan aku sangat tidak ingin ibu menghadapi semua rasa sakit yang aku alami. Kumohon, berhati-hatilah.

Dengan sayang,
Bayi perempuanmu
Sumber : disini

Read more >>

Orkes Dangdut : Antara Hiburan Rakyat dan Eksploitasi

Orkes dangdut, siapa yang tidak pernah nonton? Baik di televisi maupun langsung di lapangan becek, pasar, jalan raya maupun rumah-rumah warga yang sedang punya hajat. Dari orang dewasa, remanja bahkan nenek-nenek dan anak-anak pun senang nonton orkes dangdut.
Orkes dangdut adalah sebuah hiburan. Hiburan yang murah meriah dan bahkan gratis dan yang penting menyenangkan. Menyenangkan bagi yang menonton apalagi yang menyanyi. Yang menonton senang dan gembira karena mendapat tontonan gratis sedang yang menyanyi senang mendapat bayaran menyanyi plus saweran dari penonton.
Orkes dangdut saat ini menggurita. Ibaratnya jamur di musim hujan orkes dangdut saat ini berkembang dengan pesat-pesatnya. hampir di setiap desa saat ini sudah bermunculan grup orkes dangdut. Bisa satu, dua atau bahkan lebih grup yang ada tentu dengan kualitas yang berbeda pula. Kualitas inilah yang nanti menentukan tarif manggung mereka.
Mengenai tarif manggung grup orkes dangdut beragam tergantung kualitas dan nama besar yang dibawah oleh grup tersebut. Untuk yang mutunya kelas kampung mungkin kisaran 5 jutaan. tetapi untuk kelas kakap bisa jatdi puluhan  bahkan ratusan juta rupiah. Tentu dengan biduan yang lebih bagus lagi. Dan jika ingin biduan yang lebih top semisal Ayu Ting Ting atau Juple maka harus keluar kocek yang lebih tebal lagi.
Dalam Orkes dangdut dikenal istilah joget dan sawer. Joget adalah menari mengikuti irama lagu dengan model tarian yang tidak ada aturan bakunya. Boleh sekedar menggoyang bagian tubuh tertentu semisal pinggung, kepala, kaki bahkan hanya jari saja atau bahkan semua tubuh bergoyang. Hal ini lumrah daam orkes dangdut. Tetapi ada aturan juga yang sering disampaikan MC agar jangan sampai senggol-senggolan sehingga berujung pada tawuran.
Fenomena tawuran
Read more >>

Senin, 07 Mei 2012

Kemilau Mentari sambut UN SD

 
Pagi ini, Senin tanggal 7 Mei 2012 adalah hari pertama pelaksanaan UN utuk SD serentak se Indonesia. Hari ini yang diujikan adalah Bahasa Indonesia disusul kemudian dua hari kemudian dengan mata pelajaran berturut-turut Matematika dan IPA. Tiga hari yang menentukan selama pendidikan 6 tahun yang telah dijalani para siswa. Menegangkan dan menakutkan bagi mereka yang takut> namun tak jarang pula diantara mereka yang cuek saja. Mungkin mereka telah termakan sindrom akut penyakit UN yang ditularkan dari tahun ke tahun. Baik oleh kakak kelas mereka maupun oleh pendidik mereka. Sengaja maupun tidak sengaja. Ada pernyataan enteng dan mencengangkan dari mereka " Paling-paling nanti dapat jawaban dari Temen atau guru pas ke kamar kecil ".Sindrom akut ini telah menjara di berbagai belahan nusantara. Tentu dengan tanda-tanda yang berbeda tergantung seberapa parah penyakit itu menyebar. Mudah-mudahan anggapan saya salah.
Kembali pada topik,
Pagi ini adalah hari pertama UN SD. Saya harus berangkat pagi buta karena ada kewajiban untuk mengambil LJU dan naskah soal di kantor polsek Gempol. Sebuah kewajiban yang harus saya tunaikan rutn untuk 2 hari ke depannya lagi dan tidak dapat diwakilkan kecuali dengan alasan tertentu.Dan guna menunaikan tugas ini pun saya harus mengorbankan tidak mengurus anak-anak di rumah. Memandikan, mengganti pakaian dan lain sebagainya sudah saya serahkan pada Istri saya yang cantik yang sudah setia mendampingi saya selama 6 tahun ini. Perlu diingat anak-anak saya ada 3 dan masih balita semua. Jadi dapat dibayangkan bagaimana  mengurus 3 anak yang masih balita.
Pagi ini setelah sholat subuh dan memasak nasi saya sudah berganti pakaian. Anak nomor dua paling pagi bangunnya. Waktu ganti baju dia sudah merengek minta ikut ayah. Ah....merepotkan juga. Andai waktu saya bukan UN mungkin sudah saya ajak saja daripada menangis.
Dari rumah saya berangkat jam 05.15 WIB tentu setelah memberikan hiburan sedikit pada anak saya dengan muter-muter naik motor di jalan kampung saya. Jalalan pada jam sekian ternyata sudah sangat ramai dan didominasi ioleh kendaraan roda dua. Mungkin mereka adalah para pegawai dan karyawan perusahaan yang akan berangkat kerja dan lokasi kerjanya lumayan jauh. Jadi mereka berangkat pagi sekali untuk dapat sampai di lokasi kerja mereka tepat waktu. Jika melihat kondisi seperti ini saya merasa sangat bersyukur sekali dengan kondisi pribadi saya. Lokasi kerja saya di SD Muhammadiyah 1 Gempol Pasuruan hanya 7 km dari rumah saya. Meskipun rumah saya berada di kabupaten Mojokerto, namun letak perbatasan antyarkabupaten ini lah yang mendekatkan saya dengan lokasi kerja. Jika ditanya memang kesannya saya berasal dari tempat jauh." rumahnya dimana pak ?" tanya orang pada saya. " Mojokerto". Biasanya mereka berpikiran rumah saya jauh sekali. padahal....
Mentari pagi yang mengiringi perjalanan saya baru saja menyembul di ufuk timur. Pendaran warnanya kuning keemasan. Warna jingga menyaput kabut dan awan menjadi indah. Sinar yang terhalang awan membuat pendaran warna tertahan dan sebagian menerobas di selah-selah awan membuat lukisan alam ini semakin indah. Meski berangkat melawan arah dengan matahari terbit namun tidak saya rasakan silau atau panas yang terasa. Dalam benak saya, awan dan mentari ini sangat bersahabat sekali. Mudah-mudahan membawa kebaikan pada diri dan anak-anak saya yang akan melangsungkan UN hari ini.
Bismillahi tawakaltu alallahi laaa haula walaa quwwata illaa billah.....
Robbi zidni ilma warzuqni fahma....
Amin.......

Read more >>

Sabtu, 05 Mei 2012

Jangan Paksa Mereka "Berprestasi"

Ujian Nasional (UN), Katanya momok bagi sebagian besar siswa di Negeri yang namanya Indonesia. Bahkan bukan siswanya saja yang menganggap UN sebagai momok yang menakutkan, sampai-sampai gurunya pun menganggap UN tersebut sebagai momok Ada kekhawatiran bagi siswa dan guru atas pelaksanaan UN tersebut. Bukan lantaran apa-apa UN ditakuti, tetapi lantaran ada target yang harus dipenuhi pasca UN. Target nilai tertentu yang membebani di luar kemampuan sebagian besar siswa-siswi dan guru-guru Indonesia.
Sehingga untuk mencapai target yang ditetapkan banyak hal yang mesti dilakukan. Ada yang melakukan Tambahan belajar di luar jam sekolah (les tambahan) yang kemudian namanya
Read more >>

Selasa, 01 Mei 2012

Ketika Galau Berjaya

Antara asa dan galau
Kunanti dirimu
Beribu pengharapan
Akan berlabuhnya hati
Tertambat pada dermaga
Cintamu
Satu kepastian
Menyatunya rasa denganmu
Ragukah engkau wahai jelita ?

Tulisan diatas bisa anda sebut puisi atau sekedar corat-coret.
Read more >>